Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Kemasan dan Fungsinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kemasan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kemasan. Foto: Pexels

Apa yang dimaksud dengan kemasan produk? Kemasan merupakan pembungkus atau pelindung sebuah produk yang menjadi daya tarik utama konsumen.

Kemasan yang dibuat dengan kreatif dan bagus akan mempengaruhi permintaan konsumen. Artinya, produk dengan kemasan yang bagus akan memiliki daya jual yang lebih tinggi, dibandingkan kemasan ala kadarnya.

Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli

Ilustrasi kemasan produk cair. Foto: Pexels

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemasan adalah bungkus pelindung sebuah produk barang yang dihasilkan dari aktivitas pengemasan. Selain itu, ada beberapa pengertian kemasan menurut para ahli, di antaranya:

  • Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong, kemasan adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan mendesain dan memproduksi.

  • Menurut Swatha, kemasan adalah kegiatan-kegiatan umum dan perencanaan barang yang melibatkan penentuan desain pembuatan bungkus suatu barang.

  • Menurut Saladin, kemasan adalah wadah atau bungkus.

  • Menurut William J. Stanton, kemasan adalah seluruh kegiatan merancang dan memproduksi bungkus atau kemasan suatu produk.

  • Menurut Tjiptono, kemasan adalah wadah kemas atau pembungkus suatu produk.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemasan adalah wadah kemas yang disusun sedemikian rupa untuk mempersiapkan barang atau produk agar dapat didistribusikan, dijual, disimpan, dan digunakan.

Manfaat Pengemasan Produk dan Tujuannya

Ilustrasi pengemasan produk. Foto: Pexels

Dikutip dari Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kriya Kreatif Keramik SMK/MAK Kelas XI Semester 1 oleh Arif Suharson (2021: 88-89), menurut para pakar ahli kemasan produk, setidaknya ada tujuh manfaat dan tujuan pengemasan produk. Berikut penjelasannya:

1. Physical Production

Pembuatan kemasan bertujuan untuk melindungi produk atau barang dari suhu, getaran, guncangan, tekanan, dan sebagainya yang ada di sekitarnya.

2. Barrier Protection

Pemasangan kemasan pada suatu produk atau barang bertujuan untuk melindunginya dari hambatan oksigen uap air, debu, dan lain sebagainya.

3. Containment or Agglomeration

Pengemasan barang bertujuan untuk pengelompokan, sehingga proses penanganan dan transportasi menjadi lebih efisien.

4. Information Transmission

Pada kemasan juga dapat dicantumkan mengenai informasi cara menggunakan transportasi, daur ulang, dan membuang kemasan atau label tersebut.

5. Reducing Theft

Pemasangan kemasan pada produk juga bertujuan untuk mencegah pencurian dengan melihat kerusakan fisik pada kemasan.

6. Convenience

Kemasan merupakan fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, buka, dan tutup kemasan serta penggunaan dan digunakan kembali.

7. Marketing

Desain kemasan dan label dapat dimanfaatkan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli dalam membeli produk.

Fungsi Kemasan

Ilustrasi kemasan memiliki beragam fungsi. Foto: Pexels

Dikutip dari laman Jurnal, berikut adalah beberapa fungsi kemasan yang perlu Anda ketahui.

  1. Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga ke konsumen, agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta, atau butiran.

  2. Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar ultraviolet, panas, kelembapan udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.

  3. Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan.

  4. Meningkatkan efisiensi, misalnya memudahkan penghitungan (satu kemasan berisi 10, 1 lusin, 1 gross dan sebagainya), sehingga memudahkan pengiriman dan penyimpanan. Hal ini penting dalam dunia perdagangan.

  5. Melindungi pengaruh buruk dari luar atau produk di dalamnya, misalnya jika produk yang dikemas berupa produk yang berbau tajam atau produk berbahaya seperti air keras, maka dengan mengemas produk ini dapat melindungi produk-produk lain di sekitarnya.

  6. Memperluas pemakaian dan pemasaran produk, misalnya penjualan kecap dan sirup mengalami peningkatan sebagai akibat dari penggunaan kemasan botol plastik.

  7. Memberikan nilai yang berbeda dari produk serupa sehingga dapat meningkatkan daya tarik calon pembeli.

  8. Menjadi sarana informasi dan iklan, di mana dalam kemasan Anda bisa menambahkan alamat website, social media, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Kemasan Produk

Ilustrasi kemasan produk. Foto: Pexels

1. Kemasan Produk Berdasarkan Struktur Isi

  • Kemasan Primer. Bahan kemas yang langsung mewadahi produk (misalnya kaleng susu, botol minuman, dan lain-lain).

  • Kemasan Sekunder. Memiliki fungsi utama melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.

  • Kemasan Tersier dan Kuarter. Diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

2. Kemasan Produk Berdasarkan Frekuensi Pemakaiannya

  • Kemasan Sekali Pakai (Disposable). Langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.

  • Kemasan Dipakai Berulang Kali (Multi Trip). Umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.

  • Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable). Biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol.

3. Kemasan Produk Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

  • Kemasan Siap Pakai. Bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.

  • Kemasan Siap Dirakit. Masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

Cara Membuat Kemasan yang Baik

Ilustrasi mengemas produk. Foto: Pexels

Dikutip dari Pemasaran Produk dan Merek (Planning and Strategy) oleh Anang Firmansyah (2019: 203-204), berikut adalah beberapa cara membuat kemasan yang baik.

1. Lakukan Survei

Lakukan survei untuk mengenal konsep desain kompetitor, seberapa besar pengaruh desain kompetitor terhadap penjualan produk. Dari hasil survei ini, desainer akan mampu menciptakan konsep desain kemasan yang bisa bersaing.

2. Buat Konsep Desain Kemasan dalam Beberapa Alternatif

Buatlah minimal dua konsep desain kemasan sebagai bahan perbandingan antar dua konsep desain yang telah dibuat. Pilihan terbanyak terhadap salah satu konsep menjadi indikasi karakter konsumen terhadap produk yang akan dikemas nantinya.

3. Ciptakan Desain Kemasan yang Unik dan Menarik

Usahakan untuk menciptakan desain kemasan produk yang belum dipakai oleh produk lain. Dengan begitu, produk yang ditawarkan memberikan kesan lebih menarik dan lebih unik dibandingkan produk lain dengan jenis usaha yang sama.

4. Sesuaikan Desain Kemasan dengan Isi Produk

Desain kemasan yang dirancang selayaknya harus mengacu kepada jenis dan karakter produk yang akan dikemas. Sehingga, jangan sampai desain kemasan tidak memberikan corak identitas produknya.

Sebagai contoh, desain sabun mandi tentunya berbeda dengan konsep desain pelumas mesin motor, sehingga menjadi kewajiban desainer untuk memperkuat persepsi ini

5. Sesuaikan Desain Kemasan dengan Karakter Konsumen

Seorang desainer kemasan harus pandai menganalisis kelompok segmen produk yang akan dikemas, sehingga acuan membuat desain kemasan bukan hanya pada produk, melainkan juga karakter calon konsumennya.

6. Tampilkan Nama Merek dan Logo dengan Jelas

Pastikan nama merek dan logo produk terlihat dengan jelas pada kemasan. Ini membantu membangun brand awareness dan memudahkan konsumen mengidentifikasi produk Anda di antara banyak pilihan produk sejenis.

7. Tonjolkan Keunggulan dan Manfaat Produk

Gunakan kemasan untuk menyoroti keunggulan dan manfaat produk Anda. Misalnya, jika produk Anda memiliki formula baru, teknologi canggih, atau bahan-bahan berkualitas tinggi, pastikan informasi tersebut tercetak dengan jelas di kemasan.

Jelaskan bagaimana produk Anda bisa memenuhi kebutuhan atau masalah konsumen dengan lebih baik daripada produk sejenis.

Baca Juga: 5 Kriteria Pemilihan Kemasan yang Paling Benar

Tips Membuat Kemasan yang Menarik

Ilustrasi kemasan produk. Foto: Pexels

Desain kemasan yang unik dan menarik tentunya menerapkan beberapa hal penting yang bisa memengaruhi kesuksesan suatu bisnis. Berikut adalah beberapa tips membuat kemasan yang menarik.

1. Membuat Desain Kemasan yang Unik

Salah satu poin penting dalam membentuk kemasan adalah dengan mendesain secara unik, inovatif, dan berbeda dari produk lainnya. Kemasan yang unik sangat efektif untuk menarik minat masyarakat dan membuat penasaran.

Sebagai contoh, misalnya ketika di rak swalayan berderet kemasan berbentuk kotak, kemudian Anda membuat kemasan yang berbentuk bulat, maka secara otomatis konsumen akan mengamatinya dengan saksama dan penasaran tentang isi di dalamnya.

2. Desain Kemasan Sesuai Target Market

Desain kemasan yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan target pasar. Misalnya, jika target pasar Anda adalah anak-anak usia 5-12 tahunan, maka buatlah desain kemasan yang bisa ditambahkan gambar kartun paling digemari anak-anak atau dengan bentuk kemasan mirip mainan.

3. Membuat Kemasan dengan Beberapa Ukuran

Jika produk yang Anda jual merupakan produk baru, usahakan untuk membuat kemasan dengan berbagai ukuran, seperti ukuran small, medium, dan large. Masyarakat cenderung akan memilih kemasan yang paling kecil untuk produk yang baru dirilis.

4. Mencantumkan Informasi Produk Secara Lengkap

Jangan lupa untuk mencantumkan informasi produk pada kemasan. Misalnya, secara standar kemasan mencantumkan komposisi produk, jenis produk, cara penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa. Konsumen cenderung tidak tertarik pada produk yang memiliki informasi minim.

5. Memilih Warna yang Tepat

Warna kemasan suatu produk sangat penting karena hampir 90% dari pembelian didasarkan hanya pada warna. Adapun peran dan arti warna dalam desain kemasan secara umum, yaitu:

  • Merah melambangkan hasrat, kekuatan, cinta dan keberanian.

  • Kuning melambangkan energi dan kebahagiaan.

  • Oranye melambangkan kesan senang, kehangatan, atau tekad.

  • Hijau melambangkan kesegaran, alam, atau uang.

  • Biru melambangkan ketenangan, otoritas, atau maskulinitas.

  • Ungu melambangkan kreativitas, royalti, atau misteri.

  • Merah muda melambangkan rasa ramah dan feminitas.

6. Buat agar Mudah Dimengerti

Pelanggan Anda perlu "mengerti" produk Anda dengan cepat. Anda hanya memiliki beberapa detik untuk membuat produk agar dapat dipahami oleh pelanggan saat pertama kali melihatnya.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan bahasa yang sederhana. Cara ini sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan seseorang akan memahami apa yang Anda jual dan membuat mereka ingin membelinya.

7. Menggunakan Kalimat Sederhana

Pada desain kemasan makanan, sering kali ditemukan berbagai tulisan selain komposisi ataupun identitas barang itu sendiri. Misalnya, kalimat slogan, kata-kata persuasif, nama merek, dan lainnya.

Gunakanlah gaya bahasa sederhana yang mudah diingat tetapi mampu menginterpretasikan tujuan maupun barang tersebut.

(AAG & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa fungsi kemasan?
chevron-down

Salah satunya mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga ke konsumen, agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta, atau butiran.

Apa contoh kemasan disposable?
chevron-down

Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.

Apa tujuan pembuatan kemasan?
chevron-down

Pembuatan kemasan bertujuan untuk melindungi produk atau barang dari suhu, getaran, guncangan, tekanan, dan sebagainya yang ada di sekitarnya.