Apa yang Dimaksud dengan Properti? Ini Jawabannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan properti? Secara umum, pengertian properti adalah penyebutan untuk bangunan atau tanah yang dimiliki oleh seseorang.
Sedangkan, menurut KBBI, properti adalah harta berupa tanah, bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak terpisahkan dari tanah hak milik atau bangunan yang dimaksud.
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian properti adalah suatu hak, baik itu hak milik, hak guna, maupun hak sewa untuk memanfaatkan sebuah bangunan serta sebidang tanah dan apa pun yang ada di atas lahan tersebut.
Manfaat Properti
Properti adalah aset yang memberikan banyak manfaat kepada pemiliknya. Apalagi didukung dengan semakin majunya perekonomian global membuat properti semakin diagungkan. Jadi sebenarnya apa saja manfaat properti?
1. Agunan bank
Yang pertama, Anda bisa menjadikan properti sebagai jaminan saat mengajukan pinjaman ke bank, dibanding dengan harta lain, properti adalah agunan yang paling dipertimbangkan oleh pihak bank.
2. Tidak terpengaruh inflasi
Kemudian yang kedua, properti disebut-sebut sebagai aset yang kebal akan inflasi. Properti adalah aset yang harganya akan naik setiap tahunnya.
3. Penghasilan tetap
Properti juga bisa disewakan dalam jangka waktu pendek atau panjang, hal ini bisa membuat Anda memperoleh penghasilan pasif yang tetap.
Dilihat dari beberapa manfaat di atas, tidak heran jika banyak orang yang memilih properti sebagai sarana investasi dan bisnis mereka.
Properti sebagai Sarana Investasi
Mengutip laman kumparan Bisnis, Founder dan CEO LandX, Andika Sutoro, menganggap salah satu investasi yang bisa diandalkan adalah di sektor properti.
“Kalau kita bicara inflasi uang kita akan menyusut. Nah yang bagus adalah properti, salah satu investasi yang paling bagus itu di properti,” kata Andika saat webinar Antisipasi Cepat Kereta Cepat, Senin (15/11).
Namun, Andika menegaskan properti yang diambil harus jelas atau pengembangnya tidak perlu diragukan lagi termasuk dari segi track record-nya. Ia membeberkan beberapa keuntungan saat berinvestasi di properti.
“Saya suka dengan properti. Well, pertama bisa jadi satu tempat tinggal. Kedua, jadi investasi kalau bagus ramai jadi investasi karena harganya naik terus. Ketiga, saya katakan nih orang bisa setuju atau tidak ini bisa sebagai asuransi,” ujar Andika.
Suasana pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) di samping Stasiun Kereta Api (KA) Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Keempat, kata Andika, investasi di properti bisa jadi meningkatkan status. Ia mencontohkan saat orang mempunyai properti di kota besar dan pengembangnya terkenal, maka bisa menaikkan statusnya.
Andika mengatakan dalam memilih properti juga harus dipertimbangkan akses transportasinya. Ia merasa properti yang didukung seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa mendorong naiknya harga properti.
“Saya katakan ada kereta cepat itu akan sangat ramai, ketika ramai sekali itu akan membuat harga propertinya naik. Kalau lokasinya sepi susah, tapi kalau ramai ada akses transportasinya luar biasa, apalagi Bandung itu akan luar biasa,” tutur Andika.
Tips Aman Investasi Properti
Selain keuntungan, keamanan terkait kepastian hukum juga menjadi pertimbangan penting dalam berinvestasi, khususnya di sektor properti. Terutama karena investasi properti bersifat jangka panjang, dalam hitungan tahun. Berikut ini tips aman berinvestasi properti menurut Founder dan CEO Development Crown Group, Iwan Sunito.
1. Pastikan lokasinya strategis dan prospektif. Pertimbangan lokasi meliputi kemudahan akses transportasi umum, dekat dengan fasilitas pendidikan seperti sekolah dan kampus, dekat dengan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, juga harus dekat dengan daerah perkantoran.
2. Lihat reputasi pengembangnya. Salah satu yang layak menjadi pertimbangan adalah pengalaman pengembangan dalam menggarap proyek-proyek mereka.
3. Desain yang baik juga penting. Dengan desain yang sesuai selera konsumen, maka berinvestasi di suatu produk properti bukan semata-mata karena harga, melainkan ada nilai emosional.
Setelah mempertimbangkan ketiga hal tersebut, calon konsumen tinggal membandingkan produk properti yang satu dengan yang lain. Saat ini relatif mudah, karena survei bisa dilakukan secara online, yaitu melalui situs-situs jual beli properti.
Bagaimana, tertarik untuk berinvestasi di dunia properti?
(AAG)
