Konten dari Pengguna

Apakah Bandara Soekarno-Hatta Sudah Dibuka Kembali? Ini Jadwal Resminya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas apakah Bandara Soekarno-Hatta sudah dibuka kembali. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas apakah Bandara Soekarno-Hatta sudah dibuka kembali. Foto: Pexels

Apakah Bandara Soekarno-Hatta sudah dibuka kembali, menjadi pertanyaan yang kini berkembang di tengah masyarakat. Tidak hanya bagi Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga Warga Negara Asing (WNA) yang berencana mengudara di langit Tangerang.

Pasalnya, Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta merupakan bandara internasional yang dikenal sebagai pintu masuk dan keluar penerbangan ke berbagai daerah dan negara. Dengan demikian, kepastian jadwal operasional menjadi informasi yang amat dibutuhkan.

Apakah Bandara Soekarno-Hatta Sudah Dibuka Kembali?

Ilustrasi memahami apakah Bandara Soekarno-Hatta sudah dibuka kembali. Foto: Pexels

Berdasarkan penjelasan PT Angkasa Pura Indonesia di akun Instagram @injourneyairports, pada Senin, 7 September 2026, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali beroperasi mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 00.30 WIB.

Sebelumnya, Bandara Soetta yang beralamat di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten ini ditutup sejak Sabtu, 5 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Kemudian, penghentian operasional diperpanjang hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB.

Penutupan ini diberlakukan menyusul adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung. Namun, per dini hari ini, Bandara Soekarno-Hatta resmi dibuka kembali, karena dinyatakan aman oleh otoritas penerbangan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Daftar Bandara yang Sudah Dibuka Kembali

Tak hanya Bandara Soetta, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) juga menyatakan pembukaan kembali operasional sejumlah bandara setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Berikut rincian jadwalnya:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 00.30 WIB.

  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 00.40 WIB.

  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 00.42 WIB.

  • Bandara Raden Inten II, Lampung mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 10.01

Kendati telah beroperasi, InJourney Airports mengimbau calon penumpang untuk secara berkala memastikan status penerbangannya. Kepastian informasi terkini ini dapat diperoleh melalui saluran pusat telepon (call center) masing-masing maskapai.

Menghubungi Contact Center InJourney Airports untuk mendapatkan informasi bandara dan bantuan layanan,” tulis PT Angkasa Pura Indonesia.

Contact Center InJourney Airports terdiri dari call center ke nomor 172, WhatsApp (WA) 0816-770-172, surel (email) contact@injourneyairports.id, Instagram @ccinjourneyairports, X (Twitter) @CCINJAirports, Facebook ContactInjourney Airports, dan live chat injourneyairports.id/.

Daftar Bandara Alternatif Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Adapun InJourney Airports sebelumnya juga memberikan rekomendasi tujuh bandara alternatif selama penghentian operasional Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II (Lampung), dan Bandara Husein Sastranegara akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Berikut daftarnya:

  • Yogyakarta International Airport, Kulon Progo.

  • I Gusti Ngurah Rai International Airport, Denpasar, Bali.

  • Jenderal Ahmad Yani International Airport, Semarang, Jawa Tengah.

  • Adi Soemarmo Airport, Solo, Jawa Tengah.

  • Juanda International Airport, Surabaya, Jawa Timur.

  • Sultan Syarif Kasim II International Airport, Pekanbaru, Riau.

  • Kertajati International Airport, Majalengka, Jawa Barat.

Baca Juga: 5 Gunung Berstatus Siaga di Indonesia per 7 September 2026, Ada Semeru

(MDP)