ARA dan ARB Saham: Pengertian, Batasan, dan Manfaatnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdasarkan pergerakan jual beli yang kerap berubah, saham dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Secara singkat, ARA dan ARB saham adalah kategori fluktuasi harga saham di periode waktu tertentu.
Bagi kamu yang hendak berinvestasi di instumen saham, pahami terlebih dulu dua istilah yang sering muncul dalam dunia saham. Berikut Berita Bisnis bagikan informasi mengenai ARA dan ARB saham selengkapnya.
Pengertian ARA dan ARB Saham
Arti ARA dan ARB saham mungkin masih kurang familier di telinga investor pemula. Padahal istilah tersebut penting diketahui lantaran memudahkan mereka dalam menentukan saham yang akan dibeli.
1. Arti ARA Saham
Menurut buku Sebelum Anda Tertipu dan Rugi Dalam Berbisnis Saham Syariah karya Eka Rahmat Hidayat, ARA saham adalah singkatan dari Auto Rejection Atas yang menunjukkan keadaan saham sedang dalam kondisi harga naik secara signifikan.
Bahkan kenaikannya melampaui batas dari ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadi, saat saham terus menerus meningkat melebihi batas atas, kondisi tersebut dikatakan sebagai kondisi ARA saham.
2. Arti ARB Saham
ARB saham adalah kebalikan dari ARA saham. Masih dari sumber yang sama, Auto Rejection Bawah atau ARB saham adalah keadaan saat harga saham menurun secara bertahap dan signifikan dalam periode waktu tertentu. Penurunan yang melebihi ketetapan batas dari BEI dikatakan sebagai ARB saham.
Ketentuan Batasan Harga ARA dan ARB
Menurut buku Portofolio dan Analisis Investasi Pendekatan Modul (Edisi 2) karangan Prof. Jogiyanto Hartono, Ph.D., MBA, CA, ketika anggota bursa memasukkan harga saham di luar batas yang telah disepakati, maka secara otomatis akan ditolak.
Hal itu karena pada dasarnya harga beli suatu saham meliputi besaran yang masih berada dalam rentang harga tertentu. Ketentuan mengenai batasan ARA dan ARB tercatat dalam Keputusan Direksi Nomor Kep-00023/BEI/03-2020.
Dari keputusan tersebut, batasan harga antara ARA dan ARB dilandasi pada beberapa faktor. Disadur dari laman resmi Bank OCBC NISP, berikut di antaranya:
Faktor menentukan batasan harga ARA dan ARB ialah berdasarkan harga terakhir pada penutupan di hari sebelumnya untuk saham yang sudah diperjual-belikan di BEI.
Harga teoritis hasil tindakan korporasi untuk saham perusahaan/emiten yang melakukan aksi korporasi.
Harga perdana untuk saham perusahaan/emiten yang pertama kali dibuka untuk umum dan diperdagangkan di BEI.
Nilai pasar wajar yang telah ditetapkan penilai usaha seperti diatur di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Manfaat ARA dan ARB Saham
Bagi investor dengan kemampuan analisis dan strategi yang matang, adanya batasan ARA dan ARB sangat menguntungkan. Pasalnya ARA dan ARB saham menunjukkan bahwa harga saham akan berada pada tarif normal dalam periode yang telah ditentukan.
Hal ini tentu membuat harga saham menjadi lebih terkontrol. Ada beragam manfaat lain dari ARA maupun ARB saham, ini di antaranya:
Membatasi pergerakan harga saham di pasar saham agar tidak berubah terlalu ekstrem.
Memberikan peluang ke investor maupun trader untuk memperoleh keuntungan lebih.
Harga saham lebih terkontrol
Ketentuan auto rejection akan melindungi nilai saham sebuah emiten sehingga tidak anjlok pada nilai paling rendah.
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu ARA saham?

Apa itu ARA saham?
ARA saham adalah singkatan dari Auto Rejection Atas yang menunjukkan keadaan saham sedang dalam kondisi harga naik secara signifikan.
Apa manfaat adanya ketentuan batasan ARA dan ARB saham?

Apa manfaat adanya ketentuan batasan ARA dan ARB saham?
Harga saham menjadi lebih terkontrol karena pergerakannya di pasar saham tidak berubah terlalu ekstrem.
Kapan saham dikatakan ARB?

Kapan saham dikatakan ARB?
Ketika harga saham menurun secara signifikan.
