Arti Back Up dalam Pekerjaan dan Tips Menerapkannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti back up dalam pekerjaan umumnya merujuk pada kasus di mana seorang karyawan mengerjakan tugas karyawan lain yang tiba-tiba resign atau izin tidak masuk kerja.
Menurut Kamus Britannica, back up dalam ranah pekerjaan diartikan sebagai seseorang atau sesuatu yang dapat digunakan untuk menggantikan atau menopang orang atau benda lain.
Sementara menurut Cambridge Dictionary, back up di lingkup pekerjaan memiliki makna berupa seseorang atau sesuatu yang memberikan dukungan atau bantuan ketika orang, peralatan, dan lain sebagainya memiliki masalah.
Baca juga: Arti Closing dalam Bisnis Online dan Tekniknya
Tips Menerapkan Sistem Back Up dalam Pekerjaan
Merujuk laman Functionize, berikut beberapa langkah mendasar yang dapat diambil oleh perusahaan untuk membantu karyawannya ketika mereka perlu mem-back up pekerjaan karyawan lainnya:
1. Catat aplikasi yang digunakan setiap karyawan untuk bekerja di perusahaan
Catatlah aplikasi yang digunakan oleh tim atau individu untuk bekerja di perusahaan, termasuk informasi loginnya. Bahkan perusahaan kecil pun dapat menggunakan lebih dari 200 aplikasi, jadi tugas ini mungkin memerlukan waktu dan memerlukan pembaruan rutin.
2. Gunakan drive bersama untuk menyimpan informasi
Berikan akses kepada anggota tim yang tepat dan rancang sistem pengarsipan bersama untuk menyimpan informasi. Dengan cara ini, dokumen dapat diakses oleh seluruh kelompok dan membuatnya lebih lancar ketika karyawan resign karena alasan apa pun.
3. Tetapkan bentuk komunikasi grup
Perusahaan dapat lakukan komunikasi grup melalui kotak masuk email bersama atau saluran grup seperti Slack. Dengan begitu, ketika anggota tim berganti atau keluar, perusahaan tidak perlu mengalihkan atau mengubah grup komunikasi baru dan informasi lama pun tidak hilang.
4. Menerapkan sistem employee back up
Employee back up adalah orang-orang yang mengisi ketika karyawan utama tidak hadir atau keluar dari pekerjaannya secara tiba-tiba. Dengan adanya sistem ini, tim yang kehilangan karyawannya tetap dapat bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Untuk menghasilkan employee back up, perusahaan bisa menerapkan pelatihan silang agar karyawan lain mampu mengambil alih tugas karyawan lain. Pilihan lainnya adalah mengidentifikasi karyawan potensial yang dapat dipekerjakan untuk mengisi posisi tersebut.
(NDA)
