Bagaimana Cara Mencegah Kegagalan dalam Wirausaha? Ini 6 Langkahnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegagalan merupakan aspek yang tidak dapat terpisahkan dalam dunia wirausaha. Meski begitu, wirausahawan tetap perlu melakukan tindakan pencegahan agar usahanya tidak sampai gulung tikar.
Lantas, bagaimana cara mencegah kegagalan dalam wirausaha? Bagi yang baru mulai terjun ke dunia wirausaha, simak terus uraian artikel ini untuk mengetahui cara mencegah kegagalan dalam berwirausaha.
Cara Mencegah Kegagalan dalam Wirausaha
Mempelajari cara mencegah kegagalan dalam wirausaha menjadi suatu hal yang penting dilakukan agar bisnis dapat terus berkembang dan sukses.
Adapun langkah-langkah untuk mencegah kegagalan dalam wirausaha, dikutip dari buku Administrasi Farmasi Jilid 2 oleh Tim MGMP Pati, antara lain:
Kenali bisnis yang dijalankan secara mendalam.
Buat dan kembangkan rencana bisnis secara matang.
Pastikan manajemen keuangan berjalan dengan baik.
Kelola sumber daya manusia (SDM) secara efektif.
Memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk mencapai tujuan bisnis.
Tetap loyal dan bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan bisnis.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan SWOT Analysis dalam Kewirausahaan? Ini Penjelasannya
Cara Mengatasi Kegagalan dalam Wirausaha
Kegagalan dalam wirausaha dikenal dengan sebutan risiko usaha. Menurut Investopedia, risiko usaha adalah segala sesuatu yang mengancam kemampuan perusahaan atau bisnis untuk mencapai tujuan keuangannya.
Jika sudah telanjur mengalaminya, berikut cara mengatasi kegagalan atau risiko dalam wirausaha yang dirangkum dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XI Semester 1 karya Muh, Nur Eli Brahim, M.Si.
1. Identifikasi risiko
Risiko dalam berbisnis ada banyak jenisnya, mulai dari risiko produksi, pemasaran, sumber daya manusia, finansial, lingkungan, permintaan pasar, reputasi, peraturan pemerintah, dan lain sebagainya.
Dari berbagai jenis risiko yang ada, Anda dapat identifikasi kira-kira jenis risiko mana yang muncul dalam usaha yang dijalani. Inti dari proses ini adalah membuat sebuah daftar dari setiap risiko yang dapat terjadi pada usaha Anda.
2. Ranking risiko berdasarkan kerugian
Setelah memiliki daftar tentang berbagai risiko dalam bisnis, langkah berikutnya adalah menganalisis dan mengurutkannya berdasarkan dampak terburuk. Anda harus fokus pada risiko yang paling besar akibatnya dan paling sering dialami.
3. Menyikapi Risiko
Setelah mengetahui risiko yang dialami bisnis, Anda perlu mengambil langkah untuk menyikapinya. Terdapat beberapa bentuk sikap yang bisa dilakukan untuk menghadapi risiko, di antaranya:
Risk Avoidance (Menghindari Risiko). Menghindari risiko berarti tidak berani mengambil kesempatan untuk berusaha dalam mengatasi risiko, Anda tidak akan belajar apapun jika bersikap seperti ini.
Risk Reduction (Mengurangi Risiko). Hal ini berarti mencari sebuah tindakan untuk mengurangi kerugian dari sebuah risiko yang dapat terjadi. Kemungkinan risiko terjadi tetap ada, namun dampaknya sebisa mungkin diminimalisasi.
Risk Transfer (Memindahkan Risiko). Selain menghindari dan mengurangi risiko, Anda juga bisa mengalihkan risiko kepada pihak lain dengan membayar jasa tersebut.
Risk Retention (Menerima Risiko). Menerima artinya Anda hanya bisa merelakan kerugian tersebut terjadi. Sikap ini tentunya diambil jika tidak ada cara lain untuk menghadapinya.
4. Monitoring dan review
Setelah berhasil mengidentifikasi risiko dan memilih strategi yang dapat diterapkan untuk setiap risiko, saatnya Anda untuk selalu waspada akan segala isu yang ada.
Isu tersebut berupa gejala dari risiko seperti krisis yang akan melanda. Sebuah isu tentu tidak selalu memiliki gejala, tetapi setidaknya Anda akan tahu bagaimana menghadapinya jika risiko tersebut terjadi.
Jika sebuah isu tersebut telah menjadi risiko yang sebenarnya, dan mendatangkan krisis, saatnya Anda mengevaluasi apakah tindakan yang dilakukan terhadap risiko tersebut berhasil sesuai rencana atau tidak.
(NDA)
