Bagaimana Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Kualitas Penduduk?

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kualitas penduduk merupakan hal penting yang mendukung pembangunan suatu negara. Sebab, hanya dari penduduk berkualitas pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik.
Jumlah penduduk yang besar jika tidak diikuti dengan kualitas yang memadai hanya akan menimbulkan masalah. Kualitas penduduk sendiri dapat dilihat dari pendidikan, tingkat kesehatan, hingga pendapatan.
Artikel berikut ini akan menjabarkan hubungan tingkat pendapatan dengan kualitas penduduk beserta upaya yang bisa dilakukan untuk mendukung pembangunan nasional.
Bagaimana Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Kualitas Penduduk?
Kualitas penduduk adalah tingkat atau taraf kehidupan penduduk yang berkaitan dengan kemampuan mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Tingkat pendapatan penduduk sering menjadi indikator penting dalam menilai kualitas penduduk dari aspek ekonomi. Tingkat pendapatan penduduk di suatu negara diperoleh dari hasil usaha berbagai sektor lapangan kerja.
Untuk mengetahui tingkat pendapatan penduduk suatu negara, terdapat patokan yang didasarkan pada rata-rata pendapatan per kapita. Ini adalah pendapatan rata-rata setiap orang dalam suatu negara selama satu tahun.
Pendapatan per kapita tersebut dapat dijadikan petunjuk kualitas penduduk suatu negara. Sebab pendapatan per kapita berkaitan dengan daya beli dan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.
Penduduk dengan pendapatan tinggi dinilai akan dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan mutu yang baik pula. Pada gilirannya, secara fisik dan sosial mutu hidupnya akan ikut tinggi.
Namun, jika tingkat pendapatan penduduk rendah, hal ini akan berdampak pada pembangunan. Misalnya, rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang.
Tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah juga membuat hasil pembangunan hanya bisa dinikmati oleh kelompok masyarakat sosial menengah ke atas.
Dalam buku Geografi SMP dan MTs Kelas VIII karya Wirastuti Widyatmanti dan Dini Natalia, disebutkan bahwa rendahnya pendapatan per kapita penduduk di Indonesia, disebabkan oleh faktor-faktor seperti berikut.
Pendapatan atau penghasilan negara masih rendah.
Jumlah penduduk yang besar dengan pertambahan yang cukup tinggi setiap tahunnya.
Tingkat teknologi penduduk masih rendah sehingga belum mampu mengolah semua sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Untuk meningkatkan pendapatan, pemerintah dapat melakukan berbagai upaya seperti yang dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) karya Nana Supriatna, dkk, berikut ini.
Memberi bantuan modal usaha dengan berbagai bentuk kredit ke masyarakat.
Memberikan bantuan bagi desa-desa tertinggal, baik dalam bentuk subsidi maupun inpes desa tertinggal.
Peningkatan dan perluasan lapangan kerja melalui berbagai sektor usaha, seperti industri, pertambagan, pertanian, dan perikanan.
Peningkatan pendidikan kejuruan, baik melalui lembaga pendidikan maupun nonformal.
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Fleksibilitas pada Indikator Keberhasilan Manajemen?
(SA)
