Bagaimana Mengatur sebuah Badan Usaha agar Bertahan Lama? Ini Caranya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana mengatur sebuah badan usaha agar bertahan lama, sering kali menjadi pertanyaan bagi pengusaha, khususnya bagi badan usaha yang belum lama beroperasi (startup).
Untuk mengetahui cara mengatur sebuah badan usaha agar bertahan lama lebih lanjut, simak penjabaran singkatnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bagaimana Mengatur sebuah Badan Usaha agar Bertahan Lama? Ini Caranya
Mengutip entrepreneur.com, berikut empat cara untuk mengatur sebuah badan usaha agar bertahan lama (longevity) dan meraih kesuksesan jangka panjang:
1. Fleksibel
Teknologi yang terus berkembang, model bisnis yang 'ketinggalan zaman', kondisi ekonomi yang tak stabil, atau bencana alam yang mengurangi basis pelanggan di area tertentu, menuntut badan usaha untuk memiliki fleksibilitas dalam menjalankan usahanya.
Fleksibilitas memungkinkan pemilik bisnis membuat perubahan yang diperlukan pada bisnis sehingga dapat bertahan di masa sulit. Dalam beberapa kasus, perubahan ini bisa bersifat sementara dan dalam beberapa kasus pula, perubahan bersifat permanen.
Contoh perubahan sementara adalah pada pandemi Covid-19, beberapa restoran mulai menjual bahan makanan agar tetap buka dan menghasilkan penjualan.
Untuk itu, aktif mengikuti perkembangan industri, peristiwa terkini, dan mengembangkan data perusahaan dapat membantu pengusaha mengetahui kapan harus berubah agar bisnis tetap berjalan. Semakin cepat seseorang dapat beradaptasi, semakin tinggi peluangnya untuk meraih kesuksesan jangka panjang.
2. Menerapkan Manajemen Keuangan yang Bijak
Manajemen keuangan yang bijak adalah aspek penting dari fleksibilitas bisnis. Setiap pemilik bisnis harus mengetahui berapa banyak pengeluarannya setiap bulan dan menilai pengeluaran ini untuk melihat apakah ada yang bisa dipangkas.
Memiliki bantalan finansial juga dapat menyelamatkan bisnis dari kehancuran saat masa-masa sulit melanda. Namun, hal itu mungkin tak cukup. Pengusaha harus siap untuk mengambil tindakan drastis jika diperlukan.
Hal ini dapat termasuk bekerja secara bergiliran daripada mempekerjakan pekerja tambahan, menutup bisnis pada jam-jam sepi, atau menghapus produk yang tak menghasilkan laba.
3. Membangun Loyalitas Merek
Konsumen yang loyal terhadap merek tertentu akan terus membeli meski ada pesaing baru yang menawarkan produk serupa dengan harga lebih murah.
Mereka juga akan merekomendasikan merek tersebut ke pelanggan baru, sehingga memberikan iklan gratis untuk bisnis dan mendatangkan penjualan tambahan.
Untuk membangun loyalitas merek, bisnis perlu meluangkan waktu untuk mengenal pelanggan jangka panjang dan menunjukkan apresiasi terhadap mereka.
Layanan pelanggan yang cepat dan efisien juga merupakan suatu keharusan karena konsumen berharap untuk diperlakukan dengan hormat dan profesional jika mereka membutuhkan bantuan dengan produk badan usaha terkait.
4. Membangun Loyalitas Karyawan
Karyawan adalah tulang punggung bisnis apa pun dan sulit untuk digantikan. Untuk itu, perusahaan perlu mencari cara guna memastikan moral kerja yang tinggi dan tingkat retensi karyawan yang baik pula.
Hal ini tak selalu dengan menaikkan gaji, tetapi bisa juga berupa pemberian hari libur tambahan, tawaran untuk bekerja dari rumah untuk menghindari perjalanan jauh, kesempatan pelatihan agar karyawan dapat mencapai potensi penuhnya atau bahkan hari libur untuk hari raya keagamaan atau perayaan.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa saja faktor yang mengharuskan badan usaha untuk adaptif?

Apa saja faktor yang mengharuskan badan usaha untuk adaptif?
Teknologi yang terus berkembang, model bisnis yang 'ketinggalan zaman', kondisi ekonomi yang tak stabil, dan lainnya.
Apa strategi yang dapat dilakukan saat bisnis mengalami masa sulit?

Apa strategi yang dapat dilakukan saat bisnis mengalami masa sulit?
Bekerja secara bergiliran, menutup bisnis pada jam-jam sepi, atau menghapus produk yang tak menghasilkan laba.
Bagaimana cara membangun loyalitas merek?

Bagaimana cara membangun loyalitas merek?
Dengan meluangkan waktu untuk mengenal pelanggan jangka panjang dan menunjukkan apresiasi terhadap mereka.
