Bagaimana Perubahan Ekspektasi Milenial dan Gen Z terhadap Status ASN?

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Topik mengenai bagaimana perubahan ekspektasi Milenial dan Gen Z terhadap status ASN (Aparatur Sipil Negara) menjadi salah satu bahan perbincangan yang menarik. Fenomena pergeseran pandangan anak muda masa kini ini mengundang rasa penasaran bagi dunia kerja.
Arah preferensi karier generasi muda saat ini dinilai semakin dinamis dalam melihat berbagai peluang yang ada. Oleh karena itu, pembahasan terkait pergeseran sudut pandang ini tentu menjadi hal yang penting untuk digali lebih lanjut oleh berbagai kalangan.
Bagaimana Perubahan Ekspektasi Milenial dan Gen Z terhadap Status ASN?
Mengacu pada Buku Statistik ASN 2026 Semester 1 oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), Generasi Y (Milenial) mendominasi jumlah ASN per 30 Juni 2026.
ASN yang dimaksud mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu.
Terdapat 3.752.414 Milenial yang bekerja di birokrasi, atau sekitar 55,5 persen dari total 6.776.871 ASN di instansi pusat dan daerah. Kemudian, disusul oleh Gen X sebanyak 2.348.075 orang atau setara dengan 34,7 persen.
Di posisi ketiga, ada Generasi Z yang menyumbang 9,6 persen atau 653.543 orang dari jumlah keseluruhan ASN. Sementara itu Baby Boomers berada di urutan keempat dengan jumlah 22.839 orang atau 0,3 persen.
Menurut Nur Kholifah dalam Laporan Seniat Apa Sih, Kamu? Motivasi dan Persepsi Generasi Z dalam Memilih Karir sebagai ASN, persepsi Gen Z terhadap ASN terbagi menjadi dua, yaitu positif dan negatif.
1. Ekspektasi Positif
Profesi ASN dinilai memberikan jaminan keamanan kerja, kestabilan finansial, dan status sosial yang terhormat di masyarakat. Faktor tersebut sangat diandalkan oleh kalangan muda, karena sektor swasta sering memiliki keterbatasan dalam hal kepastian karier jangka panjang.
Selain itu, pekerjaan ini menawarkan berbagai keuntungan, seperti gaji, jaminan hari tua, tunjangan, dan jenjang karier. Keunggulan tersebut membuat ASN diminati, terutama oleh perempuan yang menginginkan keseimbangan hidup tanpa terhalang usia.
2. Sentimen Negatif
Di sisi lain, sebagian kalangan muda memandang instansi pemerintah kerap menerapkan budaya kerja yang terlalu kaku dan birokrasi yang lambat. Lingkungan tersebut dinilai kurang fleksibel dan cenderung monoton jika dibandingkan dengan yang ada di sektor swasta.
Ketidaktertarikan sebagian orang terhadap profesi ASN juga dilandasi oleh rumitnya tahapan seleksi dan minimnya ruang inovasi. Oleh karena itu, sektor swasta kerap menjadi alternatif bagi mereka yang mencari kebebasan berekspresi dan pengembangan karier lebih luas.
Jumlah ASN Berdasarkan Generasi
Adapun rincian jumlah ASN di seluruh instansi berdasarkan generasinya per 30 Juni 2026 sebagai berikut:
1. ASN
Milenial: 3.752.414 orang (55,5 persen).
Gen X: 2.348.075 orang (34,7 persen).
Gen Z: 653.543 orang (9,6 persen).
Baby Boomers: 22.839 orang (0,3 persen).
2. PNS
Gen X: 1.797.835 orang (52 persen).
Milenial: 1.419.992 orang (41 persen).
Gen Z: 240.153 orang (7 persen).
Baby Boomers: 22.128 orang (1 persen).
3. PPPK
Milenial: 1.500.350 orang (72 persen).
Gen X: 349.840 orang (17 persen).
Gen Z: 225.262 orang (11 persen).
Baby Boomers: 711 orang (0,1 persen).
4. PPPK Paruh Waktu
Milenial: 832.072 orang (68 persen).
Gen X: 200.400 orang (16 persen).
Gen Z: 188.128 orang (15 persen).
5. ASN Guru
Milenial: 1.288.223 orang (55 persen).
Gen X: 905.487 orang (39 persen).
Gen Z: 136.100 orang (5,9 persen).
Baby Boomers: 1.958 orang (0,1 persen).
6. ASN Tenaga Kesehatan
Milenial: 614.115 orang (68 persen).
Gen X: 190.713 orang (23 persen).
Gen Z: 77.551 orang ( persen).
Baby Boomers: 1.337 orang (0,1 persen).
7. ASN Jabatan Talenta Digital
Milenial: 35.600 orang (58,9 persen).
Gen Z: 16.355 orang (27 persen).
Gen X: 8.436 orang (14 persen).
Baby Boomers: 10 orang (0,1 persen).
Baca Juga: Cara Login ASN Digital dan Aktivasi MFA Lengkap
(MDP)
