Berapa Gaji Ahli Gizi di BPOM? Ketahui Rinciannya di Sini

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi lulusan dari jurusan ilmu gizi, pasti kamu tertarik menjadi ahli gizi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelum itu, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu gaji ahli gizi di BPOM.
Salah satu hal yang bisa dipertimbangkan untuk memilih jurusan kuliah, yaitu prospek kerja kedepannya. Jika bercita-cita menjadi ahli gizi, jurusan kuliah yang paling tepat untuk kamu ialah jurusan ilmu gizi.
Apalagi jurusan kuliah ilmu gizi ini terbilang tidak akan pernah mati. Mengapa demikian? Selama masih ada manusia di Bumi, maka ilmu gizi ini pasti dibutuhkan. Pasalnya manusia selalu membutuhkan makanan.
Berdasarkan buku Ilmu Gizi Dasar karya Lilis Banowati, jurusan ilmu gizi ini akan membahas berbagai macam hal mengenai makanan. Terutama kaitannya dengan kesehatan manusia, pertumbuhan manusia, dan produktifitasnya, hubungan gizi di sektor pertanian, ekonomi dan sosial budaya, maupun kualitas tubuh manusia.
Tak hanya itu, ada berbagai macam sektor yang bisa ahli gizi pilih. Salah satu perusahaan yang diminati oleh lulusan ilmu gizi ialah BPOM.
Selain terkenal dan memiliki reputasi bagus, faktor gaji juga menjadi pengaruh kenapa seseorang ingin bekerja di BPOM. Lalu, berapa gaji ahli gizi di BPOM? Bagi yang ingin tahu, simak jawaban lengkapnya di bawah ini.
Gaji Ahli Gizi di BPOM
Salah satu prospek kerja lulusan ilmu gizi ialah bekerja di Institusi Pemerintah, misalnya, BPOM. Secara umum, tugas ahli gizi di BPOM adalah mengecek, mengetahui, dan memastikan segala bahan-bahan yang digunakan atau dikonsumsi masyarakat aman.
Para lulusan ilmu gizi yang bekerja sebagai ahli gizi di BPOM memiliki gaji yang terbilang menjanjikan. Dikutip dari masoemuniversity.ac.id, gaji ahli gizi di BPOM mencapai Rp5 juta atau bahkan lebih.
Sementara itu, masih ada berbagai sektor atau perusahaan lain bagi kamu yang tidak tertarik bekerja di instansi pemerintah. Apa saja? Berikut penjelasan mengenai prospek kerja jurusan ahli gizi selain di instansi pemerintah atau BPOM.
Prospek Kerja Ahli Gizi Selain di BPOM
Meski begitu, ada pula lulusan ahli gizi yang tidak ingin bekerja di instansi pemerintah. Lulusan dari jurusan ini masih bisa bekerja di berbagai sektor atau jabatan pekerjaan lain, antara ialah sebagai berikut.
Perusahaan industri makanan
Pada perusahaan industri makanan, lulusan ilmu gizi juga akan dibutuhkan. Jika kamu membeli makanan kemasan, biasanya pada bungkusan suatu produk tertera nutrition facts. Menyediakan informasi tentang itulah yang menjadi salah satu tugas ahli gizi.
Tenaga pendidik di sekolah atau kampus
Kemudian, lulusan ilmu gizi juga bisa berkarir sebagai tenaga pendidik, misalnya, guru di sekolah atau dosen di perguruan tinggi. Namun jika ingin menjadi dosen, kamu harus menempuh pendidikan S2. Sedangkan untuk posisi guru biasanya dibutuhkan di SMK Kesehatan.
Lembaga Kesehatan Masyarakat
Biasanya di dalam lembaga kesahatan masyarakat atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) setidaknya mempunyai satu ahli gizi. Bagi kamu lulusan ilmu gizi ini akan berkesempatan untuk bertugas di lembaga kesehatan masyarakat.
Sebagai Staf Rumah Sakit
Lulusan ilmu gizi juga bisa bekerja di rumah sakit, khususnya pada bagian gizi. Profesi ini mempunyai tugas yang mirip dengan konsultan gizi.
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Jurusan ilmu gizi mempelajari apa?

Jurusan ilmu gizi mempelajari apa?
Jurusan ilmu gizi akan membahas berbagai macam hal terkait dengan makanan, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan manusia, pertumbuhan manusia dan produktifitasnya, hubungan gizi di sektor pertanian, ekonomi dan sosial budaya, maupun kualitas tubuh manusia.
Apa saja prospek lulusan ilmu gizi?

Apa saja prospek lulusan ilmu gizi?
Menjadi ahli gizi, tenaga pendidik, staf rumah sakit, lembaga kesehatan masyarakat dan industri makanan.
Apakah lulusan ilmu gizi bisa bekerja di instansi pemerintahan?

Apakah lulusan ilmu gizi bisa bekerja di instansi pemerintahan?
Bisa, contohnya di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
