Biaya Bangun Rumah Per Meter untuk Tipe 21/60

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berniat untuk membangun rumah minimalis, namun bingung berapa estimasi dana yang akan dikeluarkan? Yuk, simak ulasan berikut ini untuk mengetahui biaya bangun rumah per meter.
Memiliki hunian sendiri merupakan impian bagi semua orang. Namun, membangun atau membeli rumah memang membutuhkan dana yang cukup besar. Perlu adanya estimasi biaya bangun rumah sebagai bagian dari persiapan yang matang.
Berikut ini berbagai hal yang perlu kamu siapkan jika ingin membangun rumah, dirangkum dari laman Semen Tiga Roda.
Biaya Tenaga Kerja
Ketika memutuskan untuk membangun rumah sendiri, terutama untuk gaya yang minimalis setidaknya bisa mencapai angka lebih dari Rp 100 juta. Tentu saja biaya tersebut tidak mudah dikumpulkan dalam waktu singkat.
Perlu diketahui bahwa terdapat sistem yang berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Jumlah biaya yang dikeluarkan pun berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakan.
Umumnya, sistem harian mematok harga mulai dari Rp 100 ribu hingga 150 ribu per harinya. Sedangkan untuk borongan, sekitar Rp 600-800 ribu per meter persegi. Beda halnya dengan borongan penuh yang biayanya jauh lebih besar, yaitu bisa mencapai Rp 3-5 juta per meter persegi.
Jika kamu ingin proses pembangunan rumah menjadi lebih cepat, maka kamu bisa menggunakan sistem borongan. Namun, sistem harian akan memberi keuntungan lebih jika kamu merasa ingin mengubah desain rumah.
Luas Tanah dan Bangunan
Jika kamu berkeinginan untuk membangun rumah dengan tipe 21/60. Tandanya, akan membutuhkan luas tanah 60 meter persegi. Harga tanah tergantung dari lokasi pembangunan. Jika memilih Jakarta, per meter persegi bisa dikenai harga Rp 2.000.000. Sehingga, cara hitung biaya bangun rumah secara total untuk membeli tanah, yaitu Rp 2.000.000 x 60 = 120.000.000.
Selain tanah terdapat hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu biaya membangun. Biaya ini meliputi berbagai macam hal, mulai dari material, seperti pasir, batu bata, semen, genteng, keramik, dan sebagainya. Kalau kamu merasa belum terlalu paham akan apa saja yang dibutuhkan, dapat mengkomunikasikannya dengan kepala pekerja agar lebih rinci.
Bagi kamu yang ingin menerapkan sistem borongan penuh, estimasi biaya bangun rumah diperkirakan sebesar Rp 3 juta per meter persegi, yaitu 21 x 3.000.000 = Rp 63.000.000. Total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh): Rp 120.000.000 + Rp 63.000.000 = Rp 183.000.000.
Biaya Lain-lain
Untuk kamu yang suka bereksplorasi dalam membangun model rumah impian dan perlu melakukan perubahan yang ingin dilakukan, contohnya menambahkan taman, ornamen, dan sejenisnya juga perlu menghitung dan memasukkannya dalam anggaran. Kamu bisa menetapkan angka 10% dari keseluruhan total anggaran.
Dengan membuat estimasi biaya bangun rumah terlebih dahulu, kamu jadi lebih mudah untuk menentukan anggaran. Meski harga material, lokasi, dan kondisi bisa berubah-ubah, setidaknya kamu mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan secara keseluruhan.
Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan informasi terkait harga tanah, material, dan tarif pekerja. Pastikan rumah dibangun secara kokoh agar rumah tersebut dapat bertahan lama. Semoga ulasan singkat tersebut bermanfaat bagi kamu ya.
Frequently Asked Question Section
Apa saja sistem kerja pembangunan rumah?

Apa saja sistem kerja pembangunan rumah?
Perlu diketahui bahwa terdapat sistem yang berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Jumlah biaya yang dikeluarkan pun berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakan.
Berapa biaya pekerja untuk membangun rumah dengan sistem harian?

Berapa biaya pekerja untuk membangun rumah dengan sistem harian?
Umumnya, sistem harian mematok harga mulai dari Rp 100 ribu hingga 150 ribu per harinya.
Apa saja pergerakan harga yang perlu diperhatikan saat ingin membangun rumah?

Apa saja pergerakan harga yang perlu diperhatikan saat ingin membangun rumah?
Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan informasi terkait harga tanah, material, dan tarif pekerja.
(AAG)
