Konten dari Pengguna

Biaya Produksi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi produksi. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produksi. Sumber: Unsplash

Dalam proses manufaktur atau pengelolaan produksi suatu perusahaan perlu adanya biaya produksi yang dikeluarkan. Biaya produksi merupakan komponen yang penting dalam pembuatan laporan keuangan, sebab pelaporan biaya produksi dapat berguna dalam penghitungan laba rugi perusahaan.

Pengertian Biaya Produksi

Menyadur dari Jurnal Banque Syar’I Volume 4 Nomor 1 oleh Mukhlishotul Jannah, biaya adalah pengeluaran-pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang, atau mempunyai manfaat melebihi satu periode akuntansi.

Sedangkan, produksi adalah kegiatan suatu perusahaan untuk memproses dan merubah bahan baku menjadi barang jadi melalui penggunaan tenaga kerja dan fasilitas produksi lainnya.

Biaya produksi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya laba. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.

Biaya yang beraneka ragam tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan besar, yakni bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

1. Bahan Langsung

Bahan langsung adalah bahan yang digunakan dan menjadi bagian dari produk jadi.

2. Tenaga kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses mengubah bahan menjadi produk jadi.

3. Overhead Pabrik

Overhead pabrik adalah biaya-biaya produksi lain, selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Ilustrasi biaya. Sumber: Unsplash

Contoh Biaya Produksi

1. Biaya Tetap atau Fixed Cost

Biaya tetap atau fixed cost adalah biaya dengan jumlah tetap serta tidak bergantung pada produksi yang didapatkan pada periode tertentu, misalnya pajak perusahaan, sewa gedung, biaya administrasi dan sebagainya.

2. Biaya Variabel atau Variable Costper

Jumlah besaran biaya variabel bisa berubah-ubah sesuaikan dengan hasil produksi. Hasil produksi yang semakin besar akan menyebabkan biaya variabel yang semakin besar juga, misalnya upah bagi pekerja dan biaya bahan baku yang digunakan sesuai dengan jumlah produksi.

3. Biaya Total atau Total Cost

Sebuah perusahaan akan menghasilkan barang jadi pada periode tertentu. Total dari biaya tetap dan biaya variabel yang digunakan perusahaan tersebut dihitung sebagai besarnya biaya produksi. Inilah yang dimaksud dengan biaya total.

4. Biaya Rata-rata atau Average Cost

Biaya produksi per unit yang dihasilkan oleh perusahaan yang mengasilkan barang produksi dalam jumlah banyak dan average cost dihitung melalui pembagian total biaya dengan jumlah produksi yang dihasilkan di perusahaan.

5. Marginal Cost

Biaya marginal adalah biaya tambahan yang dibutuhkan dalam menghasilkan unit barang yang sudah jadi. Marginal cost yang muncul saat adanya perluasan produksi pada saat akan menambah jumlah barang yang dihasilkan.

Cara Menghitung Biaya Produksi

1. Metode Full Costing

Metode ini diartikan sebagai metode penentu biaya produksi yang memperhitungkan segala unsur biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang berperilaku variable maupun yang berperilaku tetap.

2. Metode Variable Costing

Metode ini merupakan metode yang menentukan biaya produksi berdasarkan yang berperilaku variabel saja, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.

(AMP)