Biaya Rontgen Tulang Belakang di Rumah Sakit dan Puskesmas

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biaya rontgen tulang belakang saat ini memiliki tarif yang cukup beragam. Tarif tersebut ditentukan berdasarkan jenis rumah sakit yang dipilih saat melakukan rontgen tulang belakang.
Rontgen sendiri merupakan tindakan medis yang menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik untuk melihat bagian dalam tubuh dan mendiagnosa penyakit di dalamnya.
Sebelum melakukan rontgen tulang belakang, simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui kisaran biaya rontgen tulang belakang di rumah sakit dan puskesmas.
Biaya Rontgen Tulang Belakang di Rumah Sakit dan Puskesmas
Rumah sakit umumnya menarifkan biaya rontgen tulang belakang sebesar Rp200.000 per satu foto. Biaya ini dapat bertambah apabila pasien melakukan jenis pemeriksaan lainnya, seperti CT Scan, flouroskop, atau mammogram.
Tidak hanya di rumah sakit, saat ini beberapa puskesmas juga sudah bisa melayani kebutuhan untuk melakukan rontgen. Apabila tidak memiliki biaya untuk rontgen tulang belakang di rumah sakit, maka puskesmas bisa jadi pilihan alternatif.
Biaya rontgen tulang belakang di puskesmas pun lebih murah daripada di rumah sakit, yaitu sekitar Rp65.000-Rp100.000. Jika pasien memiliki BPJS Kesehatan, maka biaya rontgen bisa di-cover pemerintah alias gratis.
Tujuan dari rontgen tulang belakang adalah untuk melihat citra tulang belakang, sendi, serta bantalan tulang. Adapun subtipe rontgen tulang belakang, di antaranya rontgen leher, sakrum, toraks, dan lumbosakral.
Cara Kerja Rontgen
Merujuk situs resmi RSUD Tulung Agung, cara kerja rontgen adalah dengan menggunakan sinar X-ray. Mesin akan mengirimkan gelombang radiasi sinar X secara singkat untuk memindai organ dalam tubuh.
Radiasi yang diserap oleh setiap bagian tubuh dapat berbeda-beda, bergantung pada kepadatan bagiannya. Hal inilah yang jadi penyebab adanya perbedaan warna dari setiap bagian tubuh pada hasil foto X-ray.
Sebagian besar partikel X-ray tidak dapat menembus logam atau bagian tubuh yang padat, seperti tulang. Maka dari itu, tulang atau logam akan berwarna putih pada hasil foto rontgen. Selain tulang, tumor juga biasanya akan tampak berwarna putih pada hasil foto rontgen.
Sementara itu, jaringan lunak seperti darah, kulit, lemak, dan otot, akan berwarna abu-abu pada gambar pemeriksaan rontgen. Ada juga warna hitam yang menandakan sinar X-ray mengenai udara atau gas.
Efek Samping Rontgen
Lantaran pemeriksaan X-ray menggunakan radiasi tidak sedikit orang yang khawatir akan efek samping rontgen. Namun tidak perlu khawatir, sebab jumlah dan tingkat paparan radiasi yang digunakan dalam pemeriksaan x-ray sangat sedikit, sehingga relatif aman untuk orang dewasa.
Meski demikian, apabila terlalu sering menjalani pemeriksaan yang menggunakan sinar-X berpotensi merusak DNA di dalam sel tubuh. Ada juga efek samping lain dari penggunaan rontgen yang berlebihan, di antaranya seperti dikutip dari situs resmi Ciputra Medical Center:
Terasa logam di dalam mulut.
Pusing dan mual.
Diare.
Gatal dan bercak-bercak merah pada kulit.
Sesak napas.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apakah rontgen bisa pakai BPJS?

Apakah rontgen bisa pakai BPJS?
Jika pasien memiliki BPJS Kesehatan, maka biaya rontgen bisa di-cover pemerintah alias gratis.
Bagaimana cara kerja dari alat rontgen?

Bagaimana cara kerja dari alat rontgen?
Cara kerja rontgen adalah dengan menggunakan sinar X-ray. Mesin akan mengirimkan gelombang radiasi sinar X secara singkat untuk memindai organ dalam tubuh.
Apa efek samping dari pemeriksaan rontgen?

Apa efek samping dari pemeriksaan rontgen?
Apabila terlalu sering menjalani pemeriksaan yang menggunakan sinar-X berpotensi merusak DNA di dalam sel tubuh. Selain itu, ada juga efek samping lainnya seperti terasa logam di dalam mulut, pusing, mual, diare, gatal, muncul bercak-bercak merah pada kulit, hingga sesak napas.
