Konten dari Pengguna

Biaya Tes DNA di Rumah Sakit Besar di Indonesia, Harga Per 2021

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tes DNA . Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tes DNA . Foto: Pexels

Biaya tes DNA cukup merogoh kocek. Di Indonesia, umumnya tes DNA digunakan sebagai identifikasi garis keturunan atau hubungan darah.

DNA sendiri menyimpan semua informasi yang berkaitan dengan genetik. Sehingga jasa tes DNA juga sering digunakan untuk mengetahui riwayat penyakit tertentu pada seseorang.

Lalu berapa biaya tes DNA di Indonesia? Tarif tes DNA berbeda-beda di setiap rumah sakit dan laboratorium. Berikut biaya tes DNA 2021 di rumah sakit besar di Indonesia.

Biaya Tes DNA di Rumah Sakit Besar di Indonesia

Ilustrasi Biaya Tes DNA . Foto: Pexels
  • RSUPN DR. Cipto Mangunkusumo-Jakarta Pusat-Rp 10.000.000

  • Mitra Keluarga-Kemayoran Jakarta Pusat-Rp 9.900.000

  • RS. Bhayangkara Tk. IR. Said Sukanto-Jakarta Timur-Rp 7.500.000

  • Rumah Sakit Hasan Sadikin-Bandung- Rp 9.000.000 / 3 anggota keluarga (+ Rp 1.000.000 / 1 tambahan anggota keluarga)

  • Global Doctor Indonesia-Jakarta Timur-Rp 6.550.00

Manfaat tes DNA

Ilustrasi Tes DNA . Foto: Pexels

Berikut ini berbagai manfaat dari tes DNA dirangkum dari laman Alodokter.

1. Melacak hubungan kekerabatan

Sebagaimana disebutkan di awal, Tes genetik atau tes DNA dapat mengetahui susunan genetik sehingga dapat menjelaskan garis keturunan.

Dari hasil tes DNA bisa dilihat dari susunan DNA anak, lalu dibandingkan dengan kedua orang tuanya. Kalau susunan DNA ibu dan ayah itu ada pada anak, berarti anak itu adalah anak kandung.

2. Mengetahui kelainan genetika

Selanjutnya, manfaat tes DNA untuk mendiagnosis atau menyingkirkan kemungkinan kelainan genetik pada seseorang dengan gejala tertentu yang mengarah pada kelainan genetik.

Tes ini bisa dilakukan pada bayi hingga orang dewasa, yang menunjukkan kelainan genetik tertentu, misalnya sindrom Down dan stone man’s disease.

3. Memantau kondisi bayi baru lahir

Bayi baru lahir dapat dilakukan Tes DNA untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan genetik yang dapat diatasi sejak awal. Misalnya gangguan pada metabolisme, seperti fenilketonuria.

Bahkan, setiap bayi di Inggris dilakukan tes DNA untuk melihat kemungkinan ada-tidaknya cystic fibrosis.

Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang menyebabkan lendir tubuh menjadi lengket dan menghambat sejumlah saluran di dalam tubuh seperti saluran pernapasan.

4. Tes pra-implantasi dalam prosedur bayi tabung

Tes DNA berfungsi sebagai tes pra-implantasi (preimplantation genetic diagnosis).

Tes pra-implantasi bisa jadi pilihan untuk pasangan yang berencana program hamil lewat in vitro fertilization atau bayi tabung.

Melalui tes DNA maka akan dipantau apakah ada gen abnormal pada embrio sebelum diletakkan pada rahim.

Jenis tes DNA ini juga direkomendasikan bagi mereka yang bayinya berisiko memiliki kelainan genetik atau kromosom.

5. Mengungkap penyakit bawaan

Tak hanya diagnostik, tes DNA anak maupun orang dewasa juga bisa memprediksi apakah seseorang bisa menderita penyakit yang sama karena latar belakang keluarganya.

Untuk itulah, tes DNA juga berfungsi sebagai carrier testing atau uji pembawa yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang memiliki kondisi genetik tertentu.

Jenis tes DNA ini amat bermanfaat bagi pasangan untuk menentukan keputusan perencanaan kehamilan.

6. Uji forensik

Tes DNA berupa uji forensik umumnya digunakan untuk mengetahui identitas orang tua dari seorang anak.

Bisa juga untuk mengidentifikasi jasad atau bagian tubuh korban bencana alam tsunami atau kebakaran dan berguna juga sebagai uji forensik untuk kepentingan hukum.

7. Perbaikan gaya hidup

Tes DNA juga berguna untuk mengetahui kecenderungan metabolisme tubuh yang bisa berbahaya bagi kesehatan dan respons terhadap makanan tertentu.

Tak hanya itu, melalui tes DNA kamu juga bisa memahami jenis olahraga yang paling sesuai, risiko cidera, dan irama sirkadian.

Bahkan, lebih spesifik seperti tes DNA nutrisi dan diet untuk mengetahui jenis makanan yang berpengaruh pada berat badan, kecenderungan obesitas, dan respon olahraga terhadap berat badan.

(AAG)