Konten dari Pengguna

Bolehkah Saldo ATM BNI Kosong? Ini Penjelasan dan Risikonya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ATM BNI. Foto: Aditia Noviansyah/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ATM BNI. Foto: Aditia Noviansyah/Kumparan

Beberapa orang mungkin memiliki ATM BNI lebih dari satu untuk berbagai tujuan. Hal ini bisa saja membuat mereka lupa dengan salah satu ATM BNI miliknya, lalu berakhir dengan saldo yang kosong. Lantas, bolehkah saldo ATM BNI kosong?

Menurut laman resmi BNI, apabila saldo kosong dan tidak ada transaksi debet maupun kredit selain oleh sistem selama 6 (enam) bulan berturut-turut, maka ATM BNI dapat dinyatakan pasif (dormant).

Sedangkan untuk ATM BNI jenis Simpanan Pelajar akan dinyatakan pasif (dormant) bila tidak aktif selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut. Untuk informasi lebih jelas apakah saldo ATM BNI boleh kosong atau tidak, simak uraian di bawah ini.

Bolehkah Saldo ATM BNI Kosong?

Logo BNI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/Kumparan

Pada dasarnya, saldo dalam ATM BNI berguna untuk menjaga tabungan agar tetap dalam kondisi aktif. ATM BNI yang aktif tentu bisa memudahkan nasabah dalam melakukan berbagai transaksi perbankan.

Namun, bolehkah saldo ATM BNI kosong? Jawabannya adalah boleh saja, tetapi nasabah harus harus siap ATM BNI miliknya menjadi dormant. Jika telah menjadi dormant, ATM BNI perlu diaktivasi kembali apabila ingin digunakan lagi.

Mengutip laman resmi BNI, cara yang bisa dilakukan nasabah untuk mengaktivasikan ATM BNI yang telah dormant, yakni sebagai berikut:

  1. Mengaktivasi di cabang/outlet BNI terdekat lalu melakukan transaksi setoran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah), penarikan tunai atau pemindahbukuan debet rekening pasif (dormant) via teller.

  2. Atau menghubungi BNI Call di 1500046 untuk mengecek status rekeningmu. Jika ternyata dormant, segera aktivasi kembali rekening tersebut di cabang/outlet BNI terdekat.

Risiko Saldo ATM BNI Kosong

Ilustrasi BNI. Foto: Shutterstock

Jika saldo di dalam ATM BNI sebesar Rp0 (nol) atau kosong selama periode bulan tertentu, tabungan bisa ditutup secara otomatis. Adapun ketentuan penutupan ATM BNI adalah sebagai berikut :

  1. Untuk rekening BNI Taplus, BNI Taplus Bisnis, BNI Tappa (Taplus Pegawai dan Anggota), BNI Taplus Muda, BNI Taplus Muda Co-Brand, BNI Taplus Anak, dan BNI Emerald Saving, sistem BNI akan menutup rekening yang berstatus dormant dan tidak bersaldo (nol), dengan last financial date atau tanggal terakhir transaksi termasuk pembukuan oleh sistem adalah H-9 bulan, secara otomatis (autoclosure).

  2. Rekening BNI Simpanan Pelajar akan ditutup oleh sistem BNI, jika telah berstatus rekening pasif (dormant) saldo di bawah atau sama dengan Rp 5.000,- (lima ribu rupiah), dengan biaya penutupan rekening sebesar sisa saldo.

Selain ditutup, ATM BNI yang saldonya kosong juga akan menjadi pasif (dormant) dan tidak dapat dilakukan transaksi pendebetan berikut ini:

  • Penarikan tunai dan pemindahbukuan atau transfer melalui e-channel.

  • Pembelanjaan di merchant atau melalui EDC.

Tidak hanya itu, ATM BNI yang dormant juga tidak boleh dilakukan aktivasi e-channel. Meski begitu, ATM BNI yang dormant tetap bisa menerima transaksi transfer masuk selain melalui cabang/outlet BNI, namun tetap tidak mengubah statusnya menjadi aktif.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang terjadi jika saldo di ATM BNI kosong?

chevron-down

Jika saldo di dalam ATM BNI sebesar Rp0 (nol) atau kosong selama periode bulan tertentu, maka akan menjadi dormant dan ditutup secara otomatis.

Berapa lama ATM BNI mati?

chevron-down

ATM BNI dinyatakan mati apabila saldo kosong dan tidak ada transaksi debet maupun kredit selain oleh sistem selama 6 (enam) bulan berturut-turut.

Apakah bisa mengaktifkan kembali ATM BNI yang sudah mati?

chevron-down

Bisa, caranya dengan mengaktivasi rekeningmu di cabang/outlet BNI terdekat lalu melakukan transaksi setoran sebesar Rp100.000,- (seratus ribu rupiah), penarikan tunai atau pemindahbukuan debet rekening pasif (dormant) via teller.