Bootstrapping: Pengertian, Tahapan, dan Keuntungannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bootstrapping adalah istilah dalam bisnis untuk proses menggunakan sumber daya yang ada. Sumber daya tersebut dapat berupa tabungan pribadi, peralatan komputer pribadi, ruang garasi, dan lainnya.
Untuk mengetahui bootstrapping lebih lanjut, simak juga pengertian, tahapan, dan keuntungannya di artikel Berita Bisnis berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Bootstrapping
Mengutip investopedia.com, bootstrapping menggambarkan situasi saat seorang wirausaha memulai sebuah perusahaan dengan modal kecil dan mengandalkan uang selain investasi dari luar.
Seseorang dikatakan melakukan bootstrapping ketika mencoba mendirikan dan membangun perusahaan dari keuangan pribadi atau pendapatan operasional perusahaan baru.
Merujuk wallstreetmojo.com, ketergantungan yang tinggi pada tabungan pribadi dan sumber pembiayaan internal lainnya merupakan ciri utama dari konsep ini.
Dengan melakukan bootstrapping pada sebuah perusahaan rintisan, para pengusaha dapat menahan diri untuk tak menggalang dana melalui pemodal ventura atau angel investor. Hasilnya, mereka dapat mengembangkan bisnis tanpa melepaskan ekuitas di perusahaan.
Sederhananya, bootstrapping mengacu pada usaha memulai dan membangun bisnis menggunakan keuangan pribadi atau pendapatan operasional organisasi.
Tahapan Bootstrapping
Mengutip wallstreetmojo.com, umumnya perusahaan bootstrap melalui tiga tahap berikut ini:
1. Tahap Pemula
Tahap ini dimulai ketika seseorang memulai bisnis dengan tabungan atau dana yang dipinjam dari keluarga dan teman.
2. Tahap Didanai Pelanggan
Pada tahap ini, pengusaha memanfaatkan jumlah yang diterima dari klien atau pelanggan untuk terus menjalankan bisnis dan mendanai ekspansinya.
3. Tahap Kredit
Pada tahap ini, pendapatan bisnis tak memadai. Oleh karena itu, pengusaha mencari pendanaan eksternal untuk menjalankan strategi lain atau memperluas operasi. Sumber eksternal dapat berupa pinjaman bank, penawaran umum perdana, dan lainnya.
Keuntungan Bootstrapping
Dikutip dari indeed.com, bootstrapping memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:
1. Otonomi
Pengusaha memegang kendali penuh atas bisnis dan semua pengambilan keputusan. Mereka tak perlu menjalankan ide dari investor lain atau mendapatkan persetujuan untuk pengeluaran atau keputusan mengenai bisnis.
2. Penghematan Waktu
Perusahaan bisa menggunakan energi dan fokus pada pengembangan produk, penjualan, dan pelanggan daripada mendekati investor dan mendiskusikan detail tentang bisnis untuk menarik investor ventura dan modal.
3. Eksperimen
Seorang pengusaha bootstrap mungkin tak menghadapi tekanan untuk memiliki produk yang sempurna dari awal seperti halnya investor.
Pengusaha dapat bereksperimen lebih bebas dengan produk, pemasaran, harga, dan pengemasan ketika memulai bisnis dengan dana pribadi.
4. Investasi Sendiri
Meski beberapa bisnis bootstrap tak memiliki keuntungan langsung, menggunakan dana pribadi merupakan cara untuk secara konsisten menghasilkan pendapatan dan keuntungan. Dari sana, pengusaha bisa berinvestasi tanpa perlu mencari pinjaman atau investor di masa depan.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana ciri orang yang melakukan bootstrapping?

Bagaimana ciri orang yang melakukan bootstrapping?
Ketika mencoba mendirikan dan membangun perusahaan dari keuangan pribadi atau pendapatan operasional perusahaan baru.
Apa keuntungan bootstrapping pada startup?

Apa keuntungan bootstrapping pada startup?
Para pengusaha dapat menahan diri untuk tak menggalang dana melalui pemodal ventura atau angel investor.
Apa saja tahapan bootstrapping?

Apa saja tahapan bootstrapping?
Tahap pemula, tahap didanai pelanggan, dan tahap kredit.
