Konten dari Pengguna

Cara Cek Pengeluaran Gojek Selama Setahun

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gojek. Foto: Gojek
zoom-in-whitePerbesar
Gojek. Foto: Gojek

Cara cek pengeluaran Gojek selama setahun bisa dilakukan langsung di aplikasi. Pengguna bisa memantau seluruh riwayat transaksi pengeluarannya di Gojek, mulai dari pesan transportasi, makanan, hingga pengiriman barang.

Pengguna bahkan juga bisa mengecek transaksi di Tokopedia dan merchant lain yang bekerja sama dengan Gojek. Riwayat transaksi tersebut dapat diakses pengguna dalam kurun waktu maksimal satu tahun ke belakang.

Dengan cek pengeluaran Gojek selama setahun, pengguna bisa mengetahui seberapa banyak uang yang sudah dikeluarkannya di aplikasi Gojek. Bagi yang penasaran, berikut cara cek pengeluaran di Gojek selama setahun.

Cara Cek Pengeluaran Gojek Selama Setahun

Ilustrasi cek pengeluaran di Gojek selama setahun. Foto: Unsplash

Sebelum cek pengeluaran Gojek, pastikan aplikasi Gojek yang kamu miliki di ponsel adalah versi terbaru. Adapun cara cek pengeluaran Gojek selama setahun adalah sebagai berikut:

  1. Masuk ke aplikasi Gojek

  2. Kemudian klik "My Profile" atau "Profil Saya" di bagian ikon sudut kanan atas

  3. Selanjutnya pilih menu "My Orders" atau "Pesanan"

  4. Lalu klik ikon "download" yang berada di pojok kanan atas

  5. Kamu bisa mengatur periode transaksi dengan periode maksimum 1 tahun

  6. Setelah itu, Klik "Download" di bagian bawah.

  7. Berikutnya total transaksi akan terunduh dalam file berformat PDF yang bisa kamu buka.

Baca juga: Apakah Gojek 24 Jam? Ini Informasinya

Sejarah Gojek

Gojek. Foto: Gojek

Merangkum buku E-commerce: Strategi dan Inobvasi Bisnis Berbasis Digital oleh Sunday Ade Sitorus, dkk, perusahaan Gojek dirintis oleh Nadiem Makarim berdasarkan pengalamannya yang setiap hari memakai jasa ojek saat pergi kerja.

Menurut pengamatan Nadiem, sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya mangkal untuk menunggu penumpang. Selain itu, Nadiem menilai bahwa ojek adalah transportasi umum yang masih langka jika dibanding dengan transportasi umum lainnya.

Dengan segala keresahannya tersebut, Nadiem melihat peluang untuk membangun dan mengembangkan layanan untuk ojek sekaligus penumpangnya. Dengan segala pertimbangannya, Nadiem akhirnya mendirikan Gojek pada 13 Oktober 2010.

Awalnya, Gojek hanya mempunyai 20 pengemudi. Di awal perintisannya, Gojek juga belum merilis aplikasi transportasi online dan hanya menggunakan call center untuk menghubungkan antara penumpang dengan pengemudi.

Pada 2014, Nadiem Makarim mulai memperoleh tawaran investasi. Dengan adanya suntikan dana tersebut, Gojek akhirnya meluncurkan aplikasi untuk Android dan IOS pada 7 Januari 2015. Semenjak menggunakan aplikasi, sistem pemesanan call center tidak lagi digunakan.

Gojek kembali mendapatkan pendanaan sebesar USD 550 juta Pada 2016. Kemudian Gojek mendapatkan peringkat ke-17 dari 20 perusahaan yang mengubah dunia versi Fortune pada 2017.

Seiring melesatnya progres Gojek, hal ini membuat berbagai perusahaan raksasa tertarik untuk melakukan investasi pada 2018. Beberapa perusahaan tersebut di antaranya yaitu Google, Astra Internasional, Paypal, hingga Facebook.

Selain itu, Gojek juga berhasil bertumbuh hingga 3,600x lipat dalam kurun waktu 18 bulan. Pencapaian ini masuk ke dalam kategori pertumbuhan perusahaan tercepat di dunia. Pada 2019, Gojek kembali meraih penghargaan Fortune’s Favourite. Pada tahun yang sama, mitra pengemudi Gojek telah mencapai 2 juta.

Perusahaan ojek online ini pun semakin melebarkan sayapnya ke beberapa negara di Asia Tenggara, di antaranya yaitu Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina. Di Vietnam, Gojek memperkenalkan nama goviet, sedangkan di Thailand diberi nama sebagai GET.

Saat Gojek dipegang oleh Kevin Aluwi, perusahaan tersebut telah bervaluasi di atas 10 miliar dolar, perusahaan ini juga menggandeng Tokopedia, yang mana keduanya memutuskan untuk akuisisi dan membuat nama baru dengan sebutan GoTo.

Perusahaan induk ini menyediakan berbagai macam layanan digital yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, seperti layanan keuangan, e-commerce, dan transportasi online.

(NDA)