Konten dari Pengguna

Cara Kerja Cloud Kitchen, Bisnis Kuliner dengan Modal Kecil

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dapur yang biasa digunakan menjadi fasilitas cloud kitchen.Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dapur yang biasa digunakan menjadi fasilitas cloud kitchen.Foto: Shutter Stock

Cloud Kitchen belakangan ini semakin dilirik oleh pebisnis, khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Cloud Kitchen adalah dapur yang berkonsep untuk memproduksi makanan dari satu hingga beberapa merek sekaligus dalam satu lokasi.

Konsep ini bisa dibilang sebagai solusi dapur bersama dengan penyedia jasa mengadakan fasilitas untuk memproduksi makanan dan minuman dari berbagai brand kuliner. Tak hanya menawarkan fasilitas memasak saja, Cloud Kitchen juga menyediakan jasa pesan antar.

Hal tersebut pun membuat Cloud Kitchen dinilai solusi adaptif mengingat restoran saat ini tidak bisa beroperasi sebebas dulu akibat pandemi COVID-19, sementara biaya operasional tetap sama. Untuk mengetahui cara kerja Cloud Kitchen lebih lanjut, simak uraian berikut ini.

Cara Kerja Cloud Kitchen

Ilustrasi cara kerja Cloud Kitchen. Foto: Shutter Stock

Mario Suntanu selaku Co-Founder & CEO Yummy Corp yang memiliki unit bisnis Cloud Kitchen Yummykitchen sejak 2019, menjelaskan bahwa untuk bersaing dengan pebisnis kuliner yang sudah besar, pelaku usaha kecil setidaknya harus memiliki dana sewa di tempat-tempat umum.

Cara Kerja Cloud Kitchen

Namun kini, dengan menjadi mitra Cloud Kitchen, pelaku usaha tidak perlu lagi memikirkan modal besar karena bisa memiliki tempat usaha secara sharing. Adapun cara kerja Cloud Kitchen adalah sebagai berikut:

  1. 1. Pengelola membangun dapur

    Penyedia atau pengelola Cloud Kitchen membangun sebuah dapur pusat berukuran besar, yang akan digunakan oleh para pelaku bisnis kuliner sebagai penyewa.

  2. 2. Dapur ditempati para penyewa

    Dapur tersebut dibagi atas beberapa bilik yang akan ditempati oleh masing-masing penyewa, dari sejumlah brand dan berbagai macam jenis kuliner yang diproduksinya.

  3. 3. Pesanan yang masuk diteruskan ke pihak dapur

    Ketika pemilik bisnis kuliner menyewa bilik di sebuah Cloud Kitchen, setiap pesanan makanan yang masuk secara online akan langsung diteruskan ke pihak dapur.

  4. 4. Pesanan diantar dengan kurir pengantar makanan

    Setelah pesanan selesai dibuat dan dikemas, pesanan langsung diantarkan dengan jasa kurir pengantaran makanan.

  5. 5. Pesanan diterima konsumen

    Terakhir, pesanan diterima oleh konsumen.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Kitchen

YummyKitchen, unit bisnis Yummy Corp yang menjalankan konsep cloud kitchen. Foto: Yummy Corp

Kelebihan dari Cloud Kitchen adalah melalui kerja sama dengan restoran atau dapur mitra, para pemilik bisnis makanan dan minuman tidak perlu repot mencari lokasi-lokasi baru supaya bisa lebih dekat ke pelanggan.

Mario mengatakan bisnis restoran dengan konsep ini pun mampu meminimalisasi keperluan tenaga kerja usaha secara lebih signifikan. Selain minimnya tingkat biaya operasional yang diperlukan, konsep seperti ini bisa membuat pengusaha kuliner fokus mengembangkan produk.

"Modal yang minim juga akan membuka peluang untuk para pebisnis agar bisa lebih fleksibel dalam menjual sesuatu secara lebih inovatif," ungkapnya.

Sementara salah satu kekurangan yang bisa timbul dari konsep Cloud Kitchen ini adalah soal rasa makanan atau minuman yang bisa tidak sesuai dengan selera pemilik usaha kuliner. Bisnis Cloud Kitchen adalah konsep dapur besar yang di dalamnya terdiri dari berbagai menu dengan restoran yang berbeda.

Untuk itu, tenaga juru masak yang dipekerjakan pun harus mampu mempertahankan kualitas dan juga cita rasa makanan yang sesuai. Maka dari itu perlu kontrol yang ketat dari pemilik usaha mulai dari cita rasa, kebersihan makanan, hingga penyajian atau pengemasan makanannya.

(NDA)