Cara Membuat Fishbone Diagram untuk Menyelesaikan Masalah

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain menggunakan analisis korelasi, keterkaitan antar variabel juga dapat dianalisis menggunakan alat bantu diagram tulang ikan. Diagram tulang ikan (fishbone diagram) disebut juga dengan ishikawa diagram yang diambil dari nama penemunya yaitu Dr. Kaoru Ishikawa.
Tim EduNers dan Aziz Alimul Hidayat menjelaskan dalam Buku Pengayaan Uji Kompetensi Manajemen Keperawatan, fishbone diagram adalah sebuah metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah dengan melakukan analisis sebab dan akibat dari suatu keadaan.
Masalah tersebut kemudian dituangkan ke dalam sebuah diagram berbentuk seperti tulang ikan. Masalah utama akan ditempatkan di bagian kepala ikan dan penyebabnya sebagai tulang kerangka. Sedangkan, tulang rusuk bercabang menunjukkan penyebab utama dan sub-cabang merupakan kemungkinan juga akar penyebab.
Bagi yang sedang berusaha menyelesaikan suatu masalah, kamu bisa membuat fishbone diagram untuk mencari solusinya. Lantas, bagaimana cara membuat fishbone diagram? Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui tutorialnya.
Cara Membuat Fishbone Diagram
Fishbone diagram berfungsi sebagai pengidentifikasi penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari suatu spesifik masalah dan kemudian memisahkan akar penyebabnya.
Selain itu, diagram ini juga memungkinkan untuk mengidentifikasi solusi yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut (bisa lebih dari satu masalah).
Karena fungsi inilah fishbone diagram juga disebut sebagai cause-effect diagram. Mengutip buku How To Creat world Class Company oleh Dermawan Wibisono, berikut cara membuat fishbone diagram yang bisa kamu terapkan.
Gambarkan diagram tulang ikan.
Buat daftar masalah/isu yang dipelajari pada "kepala ikan".
Berikan label pada tiap-tiap "tulang". Kategori utama yang biasa dipakai adalah: 4M (Method, Machine, Material, Man); 4P (Place, Procedure, People, Policies); 4S (Surrounding, Supplier, System, Skill). Kategori tersebut dapat dikombinasikan untuk memperkaya ide dan membantu dalam pengorganisasian ide.
Gunakan teknik idea-generating misalnya brainstorming untuk mengidentifikasi faktor pada tiap kategori yang mungkin menyebabkan masalah/isu dan atau akibat yang sedang dihadapi. Tim seharusnya memperkaya ide dengan memunculkan pertanyaan seperti: "Apa yang menyebabkan/mengakibatkan masalah yang sedang dihadapi..."
Ulangi prosedur di atas untuk masing-masing faktor kategori yang menghasilkan sub-faktor. Lanjutkan dengan pertanyaan: "Mengapa ini terjadi.." dan tambahkan segmen tambahan pada tiap faktor juga tiap sub-faktor.
Lanjutkan sampai tidak ada lagi informasi penting saat timbul pertanyaan: "Mengapa itu terjadi.."
Analisa hasil dari fishbone diagram setelah anggota tim menyetujui bahwa jumlah yang tepat telah ditambahkan dan menggambarkan secara detail pada tiap kategori/sub-kategori. Jika terdapat beberapa hal yang sepertinya berulang pada kategori yang lain, ini disebut sebagai "penyebab yang paling umum".
Untuk masing-masing item yang masuk dalam kategori "penyebab yang paling umum", tim harus meraih konsensus dalam daftar menurut prioritas, di mana prioritas pertama adalah "penyebab paling mungkin".
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu fishbone diagram?

Apa itu fishbone diagram?
Fishbone diagram adalah sebuah metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah dengan melakukan analisis sebab dan akibat dari suatu keadaan dalam sebuah diagram berbentuk seperti tulang ikan.
Apa saja isi fishbone diagram?

Apa saja isi fishbone diagram?
Masalah utama atau mendasar akan ditempatkan di bagian kepala ikan dan penyebabnya sebagai tulang kerangka. Sedangkan, tulang rusuk bercabang menunjukkan penyebab utama dan sub-cabang merupakan kemungkinan juga akar penyebab.
4m fishbone diagram apa saja?

4m fishbone diagram apa saja?
Kategori yang biasa dipakai dalam fishbone diagram adalah 4M, yaitu Method, Machine, Material, dan Manpower.
