Konten dari Pengguna

Cara Membuat Histogram dengan Praktis

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membuat histogram. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat histogram. Foto: Unsplash

Daftar isi

Cara membuat histogram bisa dilakukan melalui beberapa langkah. Dalam ilmu Statistik, Histogram adalah grafis yang menunjukkan distribusi data secara visual.

Grafik histogram juga menjelaskan seberapa sering nilai yang berbeda terjadi di dalam suatu kumpulan data. Adapun kegunaan Histogram ialah untuk memberikan informasi mengenai variasi dalam suatu proses dan membantu manajemen untuk membuat keputusan.

Cara Membuat Histogram

Ilustrasi cara membuat histogram. Foto: Unsplash

Dikutip dari laman Sambimatika dan rumusrumus.com, berikut ini adalah beberapa cara membuat histogram yang perlu diketahui.

Mengumpulkan data pengukuran

Data untuk membuat Histogram menggunakan berbentuk Numerik. Sebagai contoh, Aji ingin mengumpulkan data pengukuran untuk panjangnya kaki komponen A dengan nilai terbesar adalah 3.2 dan nilai terkecil 2.6.

Menentukan range atau nilai interval

Sebelum menentukan Range, ketahui dulu nilai terbesar dan nilai terkecil dari seluruh data pengukuran. Adapun cara untuk menghitung nilai interval (R) ialah sebagai berikut:

R = Xmaks – Xmins atau Range = Nilai terbesar – Nilai terkecil

Berdasarkan contoh di atas, maka:

Range = 3.2 – 2.6

Range = 0.6

Menentukan banyaknya kelas interval

Contoh kelas interval. Dok: Istimewa

Sebagai panduan, ada tabel yang menentukan interval kelas berdasarkan jumlah unit sampel dalam metrik. Untuk contoh kasus di atas, banyaknya sampel data pengukuran adalah 50 data. Dengan begitu banyaknya kelas interval adalah 7 buah (menurut tabel adalah 6 sampai 10).

Menentukan lebar kelas interval, batas kelas, dan nilai tengah kelas

  • Menentukan lebar kelas interval

Yang menentukan lebar setiap kelas Interval adalah pembagian interval di langkah 2 dan jumlah interval kelas pada langkah 3. Kasus yang sama untuk menghitung lebar kelas interval adalah:

Lebar = Range / Kelas Interval

Lebar = 0.6 / 7

Lebar = 0.1

  • Menentukan batas setiap kelas interval

Cara menentukan batas setiap kelas Interval ialah menggunakan rumus berikut:

Nilai terendah – ½ x unit pengukuran

Batas kelas pertama:

Menentukan batas bawah kelas pertama: 2.6 – ½ x 0.1= 2.55

Lalu batas bawah kelas pertama + lebar kelas interval: 2.55 + 0.1 = 2.65

Batas kelas kedua:

Batas bawah kedua adalah batas atas kelas pertama, yakni 2.65

Batas atas kedua adalah batas bawah kedua + lebar kelas interval: 2.65 + 0.1 = 2.75

  • Menentukan nilai tengah setiap kelas interval

Nilai tengah kelas pertama adalah batas atas + batas bawah kelas Pertama / 2 = 2.55 + 2.65 / 2 = 2.6

Menentukan frekuensi dari setiap kelas interval

Untuk memudahkan kamu dalam berhitung, gunakan pengelompokan perhitungan lima untuk mengetahui satu per satu jumlah frekuensi yang jatuh ke kelas interval secara berturut-turut.

Membuat Grafik Histogram

Cara Membuat Histogram dalam Grafik

Berikut cara membuat grafik histogram dengan praktis:

  1. 1. Buat garis horizontal

    Buat garis horizontal menggunakan skala berdasarkan unit pengukuran data.

  2. 2. Buat garis vertikal

    Kemudian buat garis vertikal menggunakan skala frekuensi.

  3. 3. Buat grafik batang

    Setelah itu buat grafik batang dengan tinggi menyesuaikan frekuensi setiap kelas interval. Bila terdapat batasan spesifikasi yang sudah ditentukan, tarik garis vertikal sesuai spesifikasi tersebut.

  4. 4. Selesai

    Grafik histogram selesai dibuat.

Itu dia informasi seputar cara membuat histogram dari awal sampai akhir. Cara di atas merupakan cara manual, tetapi kamu bisa membuatnya dengan software khusus statistik yang saat ini tersedia di pasaran.

(ZHR)