Konten dari Pengguna

Cara Membuat Jurnal Khusus Perusahaan Dagang dengan Mudah

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jurnal khusus perusahaan dagang, Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jurnal khusus perusahaan dagang, Foto: pixabay

Bagaimana cara membuat jurnal khusus perusahaan dagang? Pertanyaan berikut merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang yang berprofesi sebagai akuntan. Sebab, pada dasarnya jurnal khusus perusahan dagang diperuntukkan bagi akuntan untuk memudahkan dalam membuat laporan keuangan.

Kehadiran jurnal khusus memiliki peran penting dalam pencatatan segala bentuk transaksi sesuai jenisnya. Dengan melakukan pencatatan transaksi sesuai jenisnya di jurnal khusus, maka jurnal umum hanya akan memuat transaksi umum saja.

Hal demikian dapat membantu kerja akuntan dalam pencarian informasi dan penelusuran transaksi berdasarkan jenis transaksinya.

Mengenal Jurnal Khusus

Berdasarkan buku Membuka Cakrawala Ekonomi karya Imamul Arifin, jurnal khusus ialah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang. Tentunya, dalam transaksi yang berulang-ulang itu akan dikelompokkan berdasarkan jenis transaksinya.

Hal itu dapat memudahkan akuntan dalam memproses pencatatan transaksi, karena telah dibedakan sesuai jenisnya.

Sementara itu, melihat dari buku Pengantar Akuntansi karya Suhendar, jurnal khusus diartikan sebagai jurnal yang dikelompokkan berdasarkan bentuk transaksinya.

Ilustrasi jurnal khusus perusahaan dagang, Foto: pixabay

Misalnya, bukti faktur penjualan sebagai bukti atas terjadinya transaksi penjualan secara kredit, dapat dicatat pada jurnal khusus penjualan.

Jenis-jenis Jurnal Khusus

Masih mengutip buku Membuka Cakrawala Ekonomi, jurnal khusus dibedakan atas empat macam transaksi, yaitu jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal penjualan, dan jurnal pengeluaran kas.

1. Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian merupakan jurnal khusus yang penggunaannya untuk mencatat pembelian suatu barang dagangan atau aktiva lainnya secara kredit.

2. Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas ialah jurnal khusus yang berguna dalam mencatat semua jenis penerimaan kas yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

3. Jurnal Penjualan

Sedangkan jurnal penjualan, juga bagian dari jurnal khusus yang digunakan dalam mencatat penjualan segala jenis barang dagang dan lainnya secara kredit.

4. Jurnal Pengeluaran Kas

Dan terakhir ialah jurnal pengeluaran kas yang digunakan untuk mencatat semua pengeluaran kas di suatu perusahaan.

Cara Membuat Jurnal Khusus

Setelah mengetahui jenis-jenis jurnal khusus, perlulah mengetahui cara membuatnya. Dihimpun dari buku Ekonomi dan Akutansi Membina Kompetensi yang ditulis Eeng Ahman dkk, berikut cara membuat jurnal khusus.

1. Jurnal Pembelian

Cara Membuat Jurnal Khusus Pembelian

Berikut ini adalah cara yang perlu dilakukan saat membuat jurnal pembelian berdasarkan buku yang ditulis Eeng Ahman dkk.

  1. 1. Mencatat Waktu

    Mencatat tahun, bulan, dan tanggal.

  2. 2. Melakukan Pencatatan Sumber Pemasok

    Mencatat sumber data dari pemasok (biasanya dicatat nama toko atau sumber lainnya). Kemudian mencatat tanggal faktur. Mencatat syarat pembayaran secara kredit.

  3. 3. Memberi Tanda Check

    Mencatat tanda check mark (v), jika telah diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu.

  4. 4. Mencatat Seluruh Jumlah Pembelian

    Mencatat jumlah pembelian. Mencatat jumlah pembelian perlengkapan.

  5. 5. Mencatat Nomor dan Nama Akun

    Mencatat nomor akun, diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu. Mencatat nama akun yang tidak disediakan pada kolom khusus.

  6. 6. Mencatat Jumlah

    Mencatat jumlah akun yang tidak disediakan pada kolom khusus. Mencatat jumlah utang dagang.

2. Jurnal Penerimaan Kas

Lalu selanjutnya cara membuat jurnal penerimaan kas. Berikut langkah-langkahnya:

  • Mencatat tahun, bulan, dan tanggal.

  • Mencatat sumber penerimaan kas atau nama transaksi atas akun yang dikredit.

  • Mencatat tanda check mark (v), jika telah diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu.

  • Mencatat jumlah kas yang diterima.

  • Mencatat jumlah potongan tunai penjualan.

  • Mencatat jumlah penjualan tunai.

  • Mencatat jumlah piutang dagang.

  • Mencatat nomor akun, jika telah diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu.

  • Mencatat akun yang tidak disediakan pada kolom khusus.

  • Mencatat jumlah akun yang ada pada kolom serba-serbi.

3. Jurnal Penjualan

Kemudian cara membuat atau mengisi kolom pada jurnal penjualan, sebagai berikut:

  • Mencatat tahun, bulan, dan tanggal transaksi.

  • Mencatat nomor bukti penjualan barang.

  • Mencatat nama debitur.

  • Mencatat tanda check mark (v), jika telah diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu.

  • Mencatat syarat pembayaran.

  • Mencatat jumlah yang tertera pada faktur.

4. Jurnal Pengeluaran Kas

Dan terakhir ialah cara membuat atau mengisi kolom pada jurnal pengeluaran kas, sebagai berikut:

  • Mencatat tahun, bulan, dan tanggal.

  • Mencatat sumber penerimaan kas atau nama transaksi atas akun yang dikredit.

  • Mencatat tanda check mark (v), jika telah diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu.

  • Mencatat jumlah piutang dagang.

  • Mencatat nomor akun, jika telah diposting ke buku besar umum atau buku besar pembantu.

  • Mencatat jumlah akun yang ada pada kolom serba-serbi.

  • Mencatat jumlah kas yang diterima.

  • Mencatat jumlah potongan tunai pembelian.

(NNR)