Konten dari Pengguna

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Secara Sederhana

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menghitung dan membuat laporan laba rugi. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menghitung dan membuat laporan laba rugi. Foto: Pexels.com

Laporan laba rugi merupakan uraian yang digunakan untuk melaporkan kinerja keuangan suatu perusahaan selama periode tertentu. Cara membuat laporan laba rugi bisa dilakukan dengan menjumlahkan seluruh pendapatan dan mengurangi seluruh biaya operasional dan non-operasional perusahaan.

Laporan laba rugi adalah catatan keuangan yang berisi pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Fungsi utama dari pencatatan laporan ini adalah untuk membantu pengusaha memahami keadaan keuangan perusahaan.

Selain itu laporan laba rugi juga menjadi acuan untuk mengambil keputusan di periode berikutnya. Untuk mengetahui cara membuat laporan laba rugi, kamu harus mengetahui komponen dari laporan itu sendiri. Berikut komponen laporan laba rugi yang perlu diketahui.

Komponen Laporan Laba Rugi

Susunan atau format laporan laba rugi bisa saja berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Sebab, setiap perusahaan mempunyai komponen pengeluaran dan pendapatan yang berbeda berdasarkan persyaratan dan operasional terkait. Namun, secara umum komponen laporan laba rugi adalah sebagai berikut.

1. Pendapatan atau penjualan

Pendapatan atau penjualan merupakan pemasukan yang didapat dari penjualan atau pemberian jasa. Nominal yang tertera masih berupa pendapatan kotor. Sebab komponen ini masih mengandung biaya yang berhubungan dengan penjualan atau pemberian jasa.

2. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan (HPP) berisi biaya kesuluruhan yang berhubungan dengan penjualan produk. Jika suatu perusahaan bergerak di bidang jasa, komponen ini bisa disebut dengan biaya penjualan.

3. Pendapatan kotor

Pendapatan atau laba kotor diperoleh dengan mengurangi komponen Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan atau penjualan.

4. Biaya pemasaran, periklanan, dan promosi

Suatu perusahaan tentu mempunyai pengeluaran yang berhubungan dengan penjualan. Misalnya, biaya pemasaran, iklan, dan promosi. Ketiga hal itu sangat berhubungan dengan penjualan.

5. Biaya umum dan administrasi

Biaya umum dan administrasi merupakan biaya tidak langsung yang berkaitan dengan operasional bisnis. Misalnya, gaji, upah, biaya sewa dan kantor, asuransi, biaya perjalanan, serta biaya penyusutan.

6. Biaya penyusutan

Biaya penyusutan atau depresiasi merupakan biaya non-tunai yang berkaitan dengan perkiraan penyusutan suatu aset modal, misalnya, properti, pabrik, dan peralatan.

7. Bunga

Di dalam sebuah laporan laba rugi, bunga dapat ditulis sebagai biaya bunga dan pendapatan bunga. Dua komponen ini diletakkan terpisah dalam komponen yang berbeda.

8. Pajak penghasilan

Pajak penghasilan berkaitan dengan pajak relevan yang dibebankan atas penghasilan sebelum pajak. Total beban pajak meliputi pajak saat ini dan pajak di masa mendatang.

9. Pendapatan bersih

Pendapatan bersih diperoleh dengan cara mengurangi pajak penghasilan dari penghasilan sebelum pajak. Komponen ini akan dipindahkan ke bagian laba ditahan dalam neraca setelah dikurangi dividen.

Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Contoh laporan laba rugi. Sumber: Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Modul Ekonomi Kelas XII KD 3.5 dan 4.5

Bagi kamu yang memiliki bisnis, tetapi belum mengetahui cara membuat laporan laba rugi, simak cara membuatnya berikut ini!

  1. Buat jurnal transaksi.

  2. Masukkan data transaksi ke dalam buku besar.

  3. Buat laporan neraca saldo.

  4. Susun neraca laju terlebih dahulu sebelum membuat jurnal penyesuaian.

  5. Susun format laporan laba rugi, tulis nama bisnis, dan periode laporan laba rugi. Lalu bagi menjadi tiga kolom yang berisi pendapatan, beban, dan laba atau rugi.

  6. Masukkan semua data ke dalam tiap-tiap kolom.

  7. Setelah mengetahui jumlahnya kamu bisa menyimpulkan kondisi usaha tersebut. Apabila total pendapatan lebih banyak daripada total pengeluaran, hal itu menandakan terjadi laba. Pun begitu sebaliknya.

(ZHR)