Cara Menangani Konflik di Tempat Kerja, Ini 6 Solusi Tepat Agar Tetap Produktif

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
13 Oktober 2021 14:59
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Cara Menangani konflik di Tempat Kerja. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menangani konflik di Tempat Kerja. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Cara menangani konflik di tempat kerja merupakan hal yang harus diketahui oleh tiap karyawan atau pekerja untuk menghadapi suatu permasalahan yang terjadi. Sebab, di berbagai bidang pekerjaan akan selalu ada potensi terjadinya perselisihan, baik antar individu ataupun kelompok, yang dapat menimbulkan konflik.
ADVERTISEMENT
Konflik di lingkungan kerja terkadang dapat mempengaruhi profesionalitas individu tersebut. Perselisihan yang terjadi dapat menimbulkan lingkungan kerja yang tidak sehat dan menurunnya produktivitas kerja, serta memburuknya kinerja perusahaan.
Lantas, bagaimana sih cara menangani konflik dengan benar? Sebelum menjawab cara menangani perselisihan, yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu Konflik Kerja?

Menurut Tommy (2010:15), konflik kerja adalah adanya pertentangan antara seseorang dengan orang lain atau ketidakcocokan kondisi yang dirasakan oleh pegawai karena adanya hambatan komunikasi, perbedaan tujuan dan sikap serta ketergantungan aktivitas kerja. Pakar lain, Ismail Nawawi (2010) berpendapat, konflik kerja adalah ketidaksesuaian dua orang atau lebih anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya-sumber daya yang terbatas atau kegiatan kerja atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan nilai dan persepsi.
ADVERTISEMENT

Bentuk-Bentuk Konflik dalam Pekerjaan

1. Konflik Hierarki (Hierarchical Conflict)
Konflik ini adalah konflik yang terjadi pada tingkatan hierarki organisasi, contohnya konflik antara pimpinan dengan kepala bagian. Konflik hierarki terjadi karena perbedaan kepentingan masing-masing individu, perbedaan persepsi dan mungkin juga perbedaan tujuan.
2. Konflik Fungsional (Functional Conflict)
Konflik ini terjadi dari bermacam-macam fungsi departemen dalam organisasi. Misalnya konflik yang terjadi antara bagian produksi dengan bagian keuangan. Konflik ini terjadi karena perbedaan tujuan masing-masing bagian dalam organisasi.
3. Konflik Staf dengan Kepala Unit (Line Staff Unit)
Bentuk konflik ini terjadi antara pemimpin unit dengan stafnya terutama staf yang berhubungan dengan wewenang/otoritas kerja. Misalnya karyawan staf secara tidak formal mengambil wewenang berlebihan.
4. Konflik Formal-Informal (Formal-Informal Conflict)
ADVERTISEMENT
Konflik ini terjadi ketika misalnya norma di organisasi formal dilakukan di organisasi nonformal.
Ilustrasi Lingkungan Kerja. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lingkungan Kerja. Foto: Unsplash

6 Cara Menangani Konflik di Tempat Kerja

Berikut 6 cara yang dapat ditempuh untuk menangani konflik di tempat kerja agar tak menurunkan produktivitas kerja.
1. Hadapi Konflik
Saat terjadi perselisihan di dalam lingkungan kerja, jangan berpura-pura seperti tidak mengetahui apa yang terjadi atau menghindarinya. Segeralah menyelesaikan konflik yang dimiliki agar permasalahan tidak berlarut-larut dan membuat situasi semakin buruk.
2. Pemecahan Masalah
Dalam menghadapi konflik, kamu perlu berusaha untuk mencari cara dalam mengatasi akan permasalahannya. Cara ini bisa dilakukan dengan bantuan teman/orang terdekat. Semakin cepat permasalahan teratasi akan semakin baik.
3. Menghindari Perselisihan
Cara ini perlu dilakukan agar permasalahan yang terjadi tidak semakin parah. Kamu bisa mencoba untuk menghindari perbedaan antar masing-masing individu dengan cara apa pun. Tidak salah juga jika kamu mengalah untuk menghindari konflik.
ADVERTISEMENT
4. Kompromi
Kompromi merupakan solusi yang baik dalam menyelesaikan konflik, karena masing-masing individu bisa menerima keputusan yang telah disepakati. Namun, tidak semua konflik bisa diselesaikan dengan kompromi.
5. Meminta Perintah dari yang Berwenang
Cara ini mungkin bagi sebagian orang kurang sesuai, karena cara penyelesaian ini berdasarkan perintah dari pimpinan yang mau tidak mau perlu dituruti. Sehingga, cara ini bisa dikatakan langkah penyelesaian konflik karena paksaan.
6. Mengubah Variabel Struktural
Apabila konflik yang terjadi melibatkan individu-individu yang terlibat dalam suatu kepemimpinan, maka langkah lain yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik adalah dengan mengubah struktur organisasi. Perubahan jenis ini cukup sering terjadi dalam suatu perusahaan.
(SRS)