Konten dari Pengguna

Cara Mendapatkan Beasiswa Kedokteran UI, Ini Tipsnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mahasiswa beasiswa kedokteran. Dok: Instragram univ_airlangga
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa beasiswa kedokteran. Dok: Instragram univ_airlangga

Cara mendapatkan beasiswa kedokteran UI perlu diketahui bagi kamu yang menginginkan salah satu beasiswa yang cukup banyak diminati orang-orang ini.

Karena bidang tersebut memiliki banyak peminat, tentunya untuk mendapatkan beasiswa ini kamu perlu bersaing dengan sekian banyak orang. Selain itu, beasiswa kedokteran memiliki persyaratan dan standar kualifikasi yang tinggi dan akan sulit untuk mendapatkannya.

Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri dan mengenali cara mendapatkan beasiswa kedokteran serta berbagai persyaratannya dengan matang agar bisa sukses mendapatkan beasiswa ini.

Cara Mendapatkan Beasiswa Kedokteran dan Persyaratannya

Umumnya terdapat dua cara dalam mengajukan beasiswa kedokteran, yaitu melalui pendaftaran sebelum perkuliahan berlangsung dan sesudah menjadi mahasiswa aktif di jurusan kedokteran. Apabila kamu ingin mendapatkan beasiswa kedokteran sebelum memulai perkuliahan, kurang lebih berikut adalah caranya.

1. Jurusan IPA atau Sains

Berada di kelas XII jurusan IPA atau sains atau lulusan SMA setahun sebelumnya.

2. Lulus Tes Kesehatan

Calon penerima beasiswa kedokteran harus sehat jasmani dan rohani.

3. Prestasi Baik

Memiliki prestasi akademik (wajib) berupa standar nilai akademik dan prestasi non akademik.

4. Tidak Buta Warna

Lulus psikotes dan tes buta warna.

5. Lulus Tes Universitas

Lulus seleksi ke perguruan tinggi bersangkutan.

Jika kamu telah lulus dari SMA dan sudah menjadi mahasiswa di salah satu kampus, terdapat beberapa syarat lebih lanjut untuk melanjutkan program beasiswa kedokteran. Biasanya untuk syarat detailnya menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di kampus tersebut. Kurang lebih berikut adalah syarat-syaratnya.

  • Menjalankan kontrak beasiswa dengan kampus terkait.

  • Menjaga standar nilai akademik selama di perkuliahan.

  • Tidak menikah dan hamil selama perkuliahan.

  • Aktif dalam pengembangan diri yang berkaitan dengan akademis maupun organisasi.

  • Menjalani ikatan dinas dan magang sesuai ketentuan kampus terkait.

Ilustrasi cara mendapatkan beasiswa kedokteran. Foto: Unsplash

Apabila kamu ingin mendapatkan beasiswa kedokteran dan kamu sudah menjadi mahasiswa aktif di jurusan kedokteran, kurang lebih berikut adalah syarat-syaratnya.

  • Menjaga kualitas nilai akademik dengan minimal IPK 3.00 dari skala 4.00.

  • Tidak sedang menerima beasiswa dari program beasiswa lain.

  • Membuat esai dengan tema tertentu berdasarkan kebijakan universitas.

  • Mendapatkan rekomendasi dari Dekan.

  • Telah lulus ujian wawancara dengan tim penilai yang berkaitan dengan program beasiswa.

Beasiswa Dokter Spesialis di Indonesia

Selain beasiswa untuk kedokteran umum, terdapat juga beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan ke program spesialis. Salah satu program beasiswa dokter spesialis disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (BPIDS).

Program tersebut memang diperuntukkan bagi para lulusan dokter yang ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Terdapat berbagai bidang spesialisasi yang menjadi fokus dan prioritas dalam program ini. Bidang ilmu yang menjadi fokus dan prioritas LPDP antara lain:

  • Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi)

  • Dokter Spesialis Anak

  • Spesialis Bedah

  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam

  • Spesialis Anastesiologi (Ilmu Anestesi)/Anestesiologi dan Reanimasi/Anestesiologi dan Terapi Intensif

  • Spesialis Radiologi

  • Patologi Klinik

  • Rehabilitasi Medik/Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi Medik.

(AAG)