Cara Mendapatkan Beasiswa Kedokteran UI, Ini Tipsnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mendapatkan beasiswa kedokteran UI perlu diketahui bagi kamu yang menginginkan salah satu beasiswa yang cukup banyak diminati orang-orang ini.
Karena bidang tersebut memiliki banyak peminat, tentunya untuk mendapatkan beasiswa ini kamu perlu bersaing dengan sekian banyak orang. Selain itu, beasiswa kedokteran memiliki persyaratan dan standar kualifikasi yang tinggi dan akan sulit untuk mendapatkannya.
Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri dan mengenali cara mendapatkan beasiswa kedokteran serta berbagai persyaratannya dengan matang agar bisa sukses mendapatkan beasiswa ini.
Cara Mendapatkan Beasiswa Kedokteran dan Persyaratannya
Umumnya terdapat dua cara dalam mengajukan beasiswa kedokteran, yaitu melalui pendaftaran sebelum perkuliahan berlangsung dan sesudah menjadi mahasiswa aktif di jurusan kedokteran. Apabila kamu ingin mendapatkan beasiswa kedokteran sebelum memulai perkuliahan, kurang lebih berikut adalah caranya.
1. Jurusan IPA atau Sains
Berada di kelas XII jurusan IPA atau sains atau lulusan SMA setahun sebelumnya.
2. Lulus Tes Kesehatan
Calon penerima beasiswa kedokteran harus sehat jasmani dan rohani.
3. Prestasi Baik
Memiliki prestasi akademik (wajib) berupa standar nilai akademik dan prestasi non akademik.
4. Tidak Buta Warna
Lulus psikotes dan tes buta warna.
5. Lulus Tes Universitas
Lulus seleksi ke perguruan tinggi bersangkutan.
Jika kamu telah lulus dari SMA dan sudah menjadi mahasiswa di salah satu kampus, terdapat beberapa syarat lebih lanjut untuk melanjutkan program beasiswa kedokteran. Biasanya untuk syarat detailnya menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di kampus tersebut. Kurang lebih berikut adalah syarat-syaratnya.
Menjalankan kontrak beasiswa dengan kampus terkait.
Menjaga standar nilai akademik selama di perkuliahan.
Tidak menikah dan hamil selama perkuliahan.
Aktif dalam pengembangan diri yang berkaitan dengan akademis maupun organisasi.
Menjalani ikatan dinas dan magang sesuai ketentuan kampus terkait.
Apabila kamu ingin mendapatkan beasiswa kedokteran dan kamu sudah menjadi mahasiswa aktif di jurusan kedokteran, kurang lebih berikut adalah syarat-syaratnya.
Menjaga kualitas nilai akademik dengan minimal IPK 3.00 dari skala 4.00.
Tidak sedang menerima beasiswa dari program beasiswa lain.
Membuat esai dengan tema tertentu berdasarkan kebijakan universitas.
Mendapatkan rekomendasi dari Dekan.
Telah lulus ujian wawancara dengan tim penilai yang berkaitan dengan program beasiswa.
Beasiswa Dokter Spesialis di Indonesia
Selain beasiswa untuk kedokteran umum, terdapat juga beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan ke program spesialis. Salah satu program beasiswa dokter spesialis disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (BPIDS).
Program tersebut memang diperuntukkan bagi para lulusan dokter yang ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Terdapat berbagai bidang spesialisasi yang menjadi fokus dan prioritas dalam program ini. Bidang ilmu yang menjadi fokus dan prioritas LPDP antara lain:
Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi)
Dokter Spesialis Anak
Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Spesialis Anastesiologi (Ilmu Anestesi)/Anestesiologi dan Reanimasi/Anestesiologi dan Terapi Intensif
Spesialis Radiologi
Patologi Klinik
Rehabilitasi Medik/Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi Medik.
(AAG)
