Konten dari Pengguna

Cara Menentukan HPP beserta Contoh Perhitungannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menentukan HPP. Foto: Pexels.com/Leeloo Thefirst
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menentukan HPP. Foto: Pexels.com/Leeloo Thefirst

Cara menentukan HPP atau Harga Pokok Produksi adalah dengan menentukan tiga bagian perhitungan awal, yakni persediaan awal, biaya yang dikeluarkan selama produksi, dan persediaan akhir.

Sebelum mengetahui cara menentukan HPP lebih rinci, simak pengertian HPP dan informasi lain selengkapnya di artikel Berita Bisnis berikut.

Pengertian HPP

Ilustrasi Cara Menentukan HPP. Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Mengutip wallstreetprep.com, HPP mewakili total biaya yang dikeluarkan selama pembuatan produk jadi yang dapat dijual ke pelanggan.

Konsep ini berguna untuk memeriksa struktur biaya operasi produksi perusahaan. Struktur biaya ini biasanya mencakup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.

Merujuk accountingtools.com, harga pokok produksi berbeda dengan harga pokok penjualan. Barang yang diproduksi dapat tetap berada dalam persediaan selama berbulan-bulan, terutama jika perusahaan mengalami penjualan musiman.

Sebaliknya, barang yang dijual adalah barang yang dijajakan ke pihak ketiga selama periode akuntansi.

Cara Menentukan HPP

Ilustrasi Cara Menentukan HPP. Foto: Pexels.com/RDNE Stock project

Berikut cara menentukan HPP yang dikutip dari laman indeed.com:

1. Gunakan Rumus HPP

Rumus untuk menghitung HPP adalah:

  • HPP = Persediaan Awal Barang + Total Biaya Produksi - Persediaan Akhir Barang

2. Pilih Periode untuk Perhitungan

Seperti kebanyakan perhitungan keuangan lainnya, perusahaan perlu memilih periode tertentu untuk perhitungan yang berlaku. Hal ini dapat bervariasi sesuai jenis organisasi yang dijalankan.

Misalnya, toko yang menjual produk yang mudah rusak mungkin ingin menghitung HPP harian, mingguan, atau bulanan.

Sebaliknya, perusahaan yang memproduksi barang yang lebih tahan lama dapat menghitung HPP secara kuartalan atau tahunan.

3. Tentukan Persediaan Barang dalam Proses Awal

Persediaan awal perusahaan adalah nilai produk yang masih dalam proses produksi atau work in process (WIP). Perusahaan dan bisnis dapat secara akurat menentukan nilai ini pada akhir atau awal periode bisnis baru.

Misalnya, PT. XYZ memproduksi 5.000 produk bulan lalu tetapi belum menyelesaikan 1.500 di antaranya. Jadi, persediaan awal untuk bulan baru adalah 1.500 produk.

Karena perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk menyelesaikan produksi barang-barang tersebut, maka biaya tersebut berkontribusi pada HPP perusahaan.

4. Hitung Total Biaya Produksi

Selanjutnya, hitung total biaya produksi untuk periode tersebut. Total biaya produksi termasuk biaya bahan langsung, tenaga kerja, dan biaya overhead produksi lainnya.

5. Tentukan Persediaan Akhir Barang

Persediaan akhir adalah nilai barang yang belum diproduksi perusahaan di akhir periode tertentu.

Untuk mendapatkan nilai persediaan akhir, tambahkan persediaan awal barang dan total biaya produksi, lalu kurangi nilai tersebut dari HPP. Sebagai contoh:

Jika sebuah perusahaan memulai bulan dengan persediaan awal barang sebesar Rp10.000.000, lalu menghabiskan Rp35.000.000 untuk biaya produksi, dan memiliki HPP sebesar Rp33.000.000, persediaan akhirnya adalah Rp10.000.000 + Rp35.000.000 - Rp33.000.000 = Rp12.000.000.

Contoh Perhitungan HPP

Ilustrasi Cara Menentukan HPP. Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Berikut contoh perhitungan HPP untuk perusahaan manufaktur soda:

Perusahaan Manufaktur Soda Amalia memiliki produk senilai Rp230.000.000 dalam persediaan awal untuk tahun bisnis. Sepanjang tahun, perusahaan menghabiskan total Rp85.000.000 untuk bahan langsung, Rp110.000.000 untuk biaya tenaga kerja, dan Rp45.000.000 untuk utilitas, sewa, dan biaya overhead pabrik lainnya. Pada akhir tahun bisnis, Amalia mencatat persediaan akhir sebesar Rp145.000.000.

Penyelesaian:

  • Persediaan barang awal = Rp230.000.000

  • Total Biaya Produksi = Rp85.000.000 + Rp110.000.000 + Rp45.000.000 = Rp240.000.000

  • Persediaan barang akhir = Rp145.000.000

maka,

  1. HPP = Persediaan barang awal + Total Biaya Produksi - Persediaan barang akhir

  2. HPP = Rp230.000.000 + Rp240.000.000 - Rp145.000.000

  3. HPP Perusahaan Soda Amalia = Rp325.000.000

Sekian cara menentukan HPP, pengertian, dan contoh perhitungannya. Semoga bermanfaat.

(MQ)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Ending WIP Inventory?

chevron-down

Ending WIP inventory atau persediaan WIP akhir adalah nilai barang yang belum diproduksi perusahaan pada akhir periode tertentu.

Apa itu Beginning WIP Inventory?

chevron-down

Beginning WIP inventory atau persediaan awal perusahaan adalah nilai produk yang masih dalam proses produksi.

Apa saja total biaya produksi?

chevron-down

Total biaya produksi termasuk biaya bahan langsung, tenaga kerja, dan biaya overhead produksi lainnya.