Konten dari Pengguna

Cara Mengajukan KPR dan Tips Agar Lolos Dibiayai Bank

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi KPR Rumah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KPR Rumah. Foto: Pixabay

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menawarkan solusi di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Seperti yang kita tahu, rumah merupakan kebutuhan pokok manusia yang harganya terus meningkat setiap tahunnya.

KPR merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh lembaga perbankan kepada nasabah perorangan yang akan membeli sebuah properti. Properti yang dimaksud bisa berupa rumah tapak (landed house), apartemen, rumah toko (ruko) dan sebagainya.

Proses pengajuan KPR tidaklah sulit. Pasalnya, banyak lembaga perbankan yang menyediakan program ini. Sebut saja Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), CIMB, UOB dan lain sebagainya.

Terdapat dua jenis KPR yang perlu kamu ketahui. Yang pertama ialah KPR Subsidi, KPR yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. KPR jenis subsidi ini merupakan program dari pemerintah guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal.

KPR jenis kedua ialah KPR Nonsubsidi, KPR jenis ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Ketentuan dan persyaratan dalam mengajukan KPR nonsubsidi ditentukan oleh bank penyedia KPR. Jadi penentuan besarnya jumlah kredit dan suku bunga akan dilakukan sesuai kebijakan dari bank terkait.

Permohonan KPR dapat diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Jangan lupa untuk melengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting.

Frequently Asked Question Section

Syarat Mengajukan KPR

chevron-down

- Usia tidak kurang dari 21 tahun dan tidak lebih dari 50 tahun, ketika mengajukan permohonan KPR - Fotokopi KTP pemohon - Akta nikah atau cerai - Kartu keluarga - Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan) - Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)

Cara Mengajukan KPR

chevron-down

- Datangi bank, lengkapi persyaratan yang diminta. - Wawancara dengan bank, di mana bank akan mengecek kemampuan kamu untuk melunasi cicilan (minimal 30% dari penghasilan). - Membayar uang muka ke pengembang properti, kemudian menunggu keluarnya Surat Persetujuan Perjanjian Kredit (SPKK). - Setelah SPKK kamu terima, saatnya menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat. - Serah terima kunci. - Sampai di sini, sertifikat rumah kamu dipegang oleh bank dan baru bisa kamu terima setelah seluruh cicilan KPR lunas.

Macam-macam Bunga KPR

chevron-down

Ada dua bunga KPR yang ditetapkan oleh Bank dalam menawarkan produk KPR, yaitu: - Bunga tetap (fixed rate) Bunga dikenakan ke debitur dengan patokan angka tertentu selama tenor tertentu. Misalnya, suku bunga tetap 7% selama setahun. Artinya, di tahun pertama suku bunga tetap 7% kendati suku bunga pasar fluktuatif. - Bunga mengambang (floating rate) Bunga yang diterapkan kepada debitur mengikuti fluktuasi suku bunga acuan (BI rate). Bank biasanya menerapkan kombinasi bunga dalam sebuah produk KPR. Misalnya, kamu membayar cicilan dengan bunga tetap selama beberapa tahun pertama, kemudian melunasi sisanya dengan bunga mengambang. Atau, bisa juga sejumlah pokok dikenai bunga tetap, dan sisanya dikenai bunga mengambang.

Dokumen KPR Standar

  • Usia tidak kurang dari 21 tahun dan tidak lebih dari 50 tahun, ketika mengajukan permohonan KPR

  • Fotokopi KTP pemohon

  • Akta nikah atau cerai

  • Kartu keluarga

  • Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan)

  • Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)

Dokumen Tambahan untuk Karyawan

  • Slip gaji

  • Surat keterangan dari tempat bekerja

  • Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir

Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional

  • Bukti transaksi keuangan usaha

  • Catatan rekening bank

  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

  • SIUP

  • Surat izin usaha lainnya, seperti Surat Izin Praktik untuk para dokter

  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Tempat Pengajuan KPR

Ketika kamu hendak membeli rumah dengan KPR, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Langsung datang ke kantor cabang bank atau pengembang properti

  • Membeli rumah lewat pameran properti

Di pameran tersebut, kamu bukan hanya akan jumpai pengembang properti yang memasarkan perumahan yang mereka bangun, tapi juga petugas bank yang akan melayani pertanyaan Anda tentang syarat-syarat pengajuan KPR.

Penawaran selama pameran biasanya disertai beragam bonus menarik, misalnya kesempatan untuk inden. Imbalannya berupa diskon uang muka, suku bunga yang lebih ringan, dan beragam doorprize.

Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank dengan Cepat

Lengkapi Persyaratan Pengajuan

Lengkapi segala dokumen yang diperlukan untuk mengajukan KPR. Pastikan tidak ada dokumen yang kurang atau terselip, agar proses pengajuanmu tidak tersendat. Selain itu kerapihan, ketelitian, juga dapat menambah poin plus kamu di mata pihak bank.

Hitung Penghasilan

Perhatikan kemampuan membayar cicilan dengan menghitung pemasukan yang diterima dan pengeluaran secara rutin. Kalkulasikan juga pendapatan dari pasangan, bagi pemohon yang sudah menikah. Beberapa bank memberlakukan peraturan, bahwa jumlah penghasilan yang kamu peroleh harus lebih besar 3 kali lipat dari cicilan yang harus kamu bayar per bulannya.

Riwayat Kredit Bersih agar Lolos BI Checking

Bank akan melakukan pengecekan karakter dirimu melalui BI checking. Tujuannya memastikan bahwa kamu memiliki catatan kredit yang baik dan bersih. Dalam BI checking tercatat semua pinjaman yang pernah kamu ambil di perbankan dan lembaga keuangan. Di dalamnya ada catatan penting soal ketaatan kamu dalam membayar cicilan kredit.

Pihak bank cukup ketat dalam melihat hasil BI checking. Jika pernah menunggak, kemungkinan besar bank akan menolak permohonan pinjaman KPR kamu.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit KPR, pastikan catatan kredit kamu bersih. Jika merasa punya tunggakan atau pernah tidak membayar, segera urus dan selesaikan tunggakan tersebut di bank atau lembaga keuangan terkait.

Untuk mengetahui status di BI checking, kamu bisa mengajukan pengecekan informasi debitur ke OJK atau Bank Indonesia (BI) sebagai pihak yang menyimpan semua data – data debitur di Indonesia. Cukup siapkan KTP dan datang ke kantor OJK. OJK akan memberikan hasil pengecekan informasi debitur kepada kamu.

Usia Tidak Melebihi Batas yang Ditentukan

Bank menetapkan syarat usia pengajuan KPR untuk bisa mengajukan kredit. Pastikan usia kamu masuk sesuai dengan kriteria. Jika usia kamu saat ini berada diluar batasan usia, bank sudah pasti akan menolak pengajuan KPR. Umumnya, batasan mulai dari 21 tahun sampai dengan 55 tahun.

Yang harus kamu perhatikan adalah batasan usia paling tua dihitung ketika cicilan KPR selesai. Artinya, kamu harus menambahkan usia sekarang dengan rencana tenor pinjaman untuk mendapatkan usia maksimum.

Misalkan, usia kamu sekarang 45 tahun dan rencana mengambil KPR selama 15 tahun, maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman KPR kamu akan ditolak karena melebihi usia maksimum, 55 tahun, saat pinjaman berakhir. Jika kamu sedang berada di posisi ini, kamu hanya bisa mengajukan masa pinjaman paling lama 10 tahun.

Membayar Uang Muka DP Rumah

Bank tidak akan mau mencairkan pinjaman, meskipun semua syarat sudah dipenuhi, jika kamu belum membayar uang muka pembelian rumah. Persyaratan DP menjadi syarat mutlak pencairan kredit.

Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk merencanakan terlebih dahulu berapa kisaran harga rumah yang akan kamu beli sehingga dapat diketahui besarnya down payment (DP) yang harus disiapkan.

Setelah tahu prakiraan DP yang diperlukan, berkisar antara 10% sampai dengan 20% harga rumah, kamu harus segera menyiapkan dananya karena pada saat KPR disetujui maka DP harus sudah dilunasi. Bank akan meminta bukti pelunasan uang muka.

Pilih Waktu yang Tepat

Meski tampak sepele, waktu pengajuan KPR juga seringkali sangat diperhitungkan. Waktu paling ideal untuk mengajukan KPR yakni pada minggu ketiga dan keempat.

Periode waktu ini sangat pas lantaran bank tengah mengejar target penyaluran kredit. Jangan ajukan kredit di akhir tahun, mengingat pihak bank sedang sibuk mengurus tutup buku.

Ajukan KPR ke Beberapa Bank

Untuk memperbesar kemungkinan permohonan KPR disetujui, ada baiknya kamu mengajukannya ke beberapa bank yang kamu anggap paling sesuai.

Jika seluruh pengajuan kamu disetujui, kamu bisa memilih bank penyedia kredit terbaik, dari sudut pandangmu. Namun, konsekuensinya, kamu harus membayarkan sejumlah uang sebagai biaya appraisal atau biaya survei.

Memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak orang. Namun, harga rumah yang semakin mahal seiring dengan bertambahnya waktu membuat beberapa orang kesulitan. KPR menjadi jalan keluar bagi permasalahan ini. Dengan bantuan kredit rumah ini, impian orang bisa memiliki rumah akan terwujud.

Namun, banyak yang tidak lolos dalam pengajuan KPR, dikarenakan kesalahan mereka sendiri, seperti kekurangan dokumen dan tidak memenuhi syarat minimum yang diminta bank.

Selamat mencoba, semoga pengajuan kamu di terima oleh pihak bank!

(AAG)