Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 5 Juta, Ini Prinsip 50-30-10-10

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengatur keuangan apalagi jika telah berumah tangga harus dirincikan sedetail mungkin. Karena bila sudah berkeluarga uang yang dikeluarkan tidak bisa sesuka hati. Maka dari itu, Anda perlu membuat anggaran pengeluaran dana yang rapi. Berikut cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 5 juta.
Keuangan rumah tangga perlu dikelola dengan baik agar dapat dialokasikan kepada hal-hal yang dibutuhkan supaya pendapatan yang dimiliki bisa menutupi kebutuhan rumah tangga. Dengan perencanaan keuangan yang baik, seseorang tidak hanya bisa dapat menutupi kebutuhannya, tetapi juga bisa menabung untuk masa depan.
Mengutip dari buku Panduan Perencanaan Keuangan Keluarga yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, perencanaan keuangan diperlukan oleh setiap rumah tangga agar dapat mencapai tujuan bersama.
Tujuan Mengatur Keuangan Rumah Tangga
Definisi perencanaan keuangan sebagai suatu seni atau kemampuan untuk mengelola keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat. Keluarga yang menerapkan sistem perencanaan keuangan yang baik dapat menjadi keluarga yang sejahtera.
Secara umum, aktivitas yang dilakukan adalah proses pengelolaan penghasilan untuk mencapai tujuan finansial, seperti keinginan memiliki dana pernikahan, dana kelahiran anak, dan lainnya.
Tujuan-tujuan di atas dapat dilakukan apabila seseorang memiliki kemampuan mengelola keuangan. Berikut beberapa cara yang perlu dilakukan ketika ingin mengelola keuangan keluarga dengan baik, yakni:
Menetapkan apa saja tujuan keuangan dalam rumah tangga.
Jadikan prioritas yang lebih penting didahulukan daripada yang kurang penting.
Menyusun rencana keuangan.
Lakukan periksa dompet (harta dan utang) secara berkala setidaknya 1 tahun sekali.
Buatlah anggaran rumah tangga secara bulanan untuk membantu seseorang mengalokasikan dan mengelola penghasilan yang diterima.
Anggaran merupakan salah satu tahapan dalam perencanaan keuangan. Anggaran dapat diartikan sebagai suatu susunan rencana untuk seluruh kebutuhan pembayaran keluarga dan juga memenuhi rencana di masa depan.
Cara menyusun anggaran bisa dilakukan dengan membuat rencana pengeluaran dalam bentuk membagi penghasilan seseorang ke dalam berbagai pos-pos pengeluaran rumah tangga.
Anggaran rumah tangga juga biasanya memuat porsi tabungan dan investasi agar dapat membantu seseorang untuk meraih tujuan dan impiannya di masa depan nanti.
Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 5 Juta
Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 5 Juta
Dalam perencanaan pengaturan keuangan, alokasi anggaran yang ideal dalam proses penyusunan anggaran pengeluaran memiliki pembagian pos dengan rincian sebagai berikut.
1. Pos Biaya Hidup
Pos biaya hidup yang terdiri atas biaya makan, biaya belanja bulanan, biaya transportasi, biaya pulsa, listrik, dan air sebesar 50% dari pemasukan.
2. Pos Tagihan
Pos tagihan merupakan kewajiban membayar cicilan pinjaman dan tagihan sebesar 30% dari gaji yang didapat. Misalnya cicilan rumah, kendaraan, barang elektronik ataupun tagihan premi asuransi.
3. Pos Investasi Masa Depan
Pos investasi dan tabungan untuk masa depan bisa digunakan untuk pendidikan anak, liburan bahkan dapat berguna jika di masa depan kamu ingin membuka bisnis sebesar 10% dari pemasukan.
4. Pos Dana Sosial
Pos dana sosial adalah pembagian keuangan untuk tetap membangun interaksi dengan orang lain karena manusia makhluk sosial sebesar 10% dari gaji yang diperoleh. Pos ini dapat berupa dana arisan, kado, dan hangout. Karena pada pos ini yang memungkinkan untuk diutak-atik maka dapat dipakai sebagai dana darurat saat ada keperluan yang mendesak.
Sebagai ilustrasi, apabila suatu rumah tangga memiliki penghasilan atau pemasukan sebesar 5 juta, pengalokasian dananya jika mengikuti metode di atas ialah sebagai berikut.
1. Pos Biaya Hidup (50% dari pemasukan)
Jika suatu keluarga memiliki pendapatan sebesar 5 juta maka biaya hidup yang dikeluarkan untuk rumah tangga harian sebesar Rp 2.500.000.
2. Pos Tagihan (30% dari pemasukan)
Dalam kasus besarnya pendapatan adalah Rp 5.000.000, maka untuk membayar cicilan dan tagihan sebesar Rp 1.500.000.
3. Pos Investasi Masa Depan (10% dari pemasukan)
Investasi masa depan sebesar 10% dari penghasilan yaitu senilai Rp 500.0000. Walau jumlahnya sedikit, bayangkan bila rutin untuk menyisihkan maka akan menjadi tabungan dengan jumlah yang besar di kemudian hari.
4. Pos Dana Sosial (10% dari pemasukan)
Untuk kegiatan bersosialisasi dengan kalkulasi perhitungan 10% dari Rp 5.000.000 sebesar Rp 500.0000.
(SRS)
