Cara Menghindari Perhitungan Ganda dalam Perhitungan Pendapatan Nasional

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendapatan nasional merupakan pendapatan negara secara keseluruhan dalam suatu periode waktu. Pendapatan nasional dapat dihitung dari jumlah keseluruhan penghasilan masyarakat dalam suatu negara.
Pendapatan nasional dapat dimanfaatkan sebagai tolok ukur tingkat pencapaian sektor ekonomi di suatu negara. Dalam hal ini, terdapat beberapa metode perhitungan pendapatan nasional yang bisa digunakan suatu negara.
Setiap metode perhitungan pendapatan nasional memiliki kekhasan tersendiri. Lantas, bagaimana cara menghindari perhitungan ganda dalam perhitungan pendapatan nasional? Untuk mengetahui jawabannya, simak uraian berikut.
Cara Menghindari Perhitungan Ganda dalam Perhitungan Pendapatan Nasional
Ali Ibrahim Hasyim menerangkan dalam buku Ekonomi Makro, cara menghindari perhitungan ganda dalam perhitungan pendapatan nasional adalah dengan menerapkan metode pendekatan produksi (production approach).
Pendekatan ini menekankan pada kegiatan yang menciptakan nilai tambah (value added). Maka dari itu, perhitungannya hanya mencakup perhitungan nilai tambah pada sektor produksi.
Perhitungan pendapatan nasional dengan metode pendekatan produksi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Y= (Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Q3 x P3) + ........ + (Qn x Pn)
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
P1 = Harga barang ke-1
Pn = Harga barang ke-n
Q1 = Jenis barang ke-1
Qn = Jenis barang ke-n
Baca juga: Rumus GNP untuk Menghitung Pendapatan Nasional
Untuk menghindari terjadinya perhitungan ganda dalam metode ini, maka yang dilakukan adalah hanya menjumlahkan nilai tambah dari masing-masing sektor produksi, sehingga rumusnya dapat ditulis:
Y = ΣNTB1-n = NTB1 + NTB2 + NTB3 + ….. NTBn
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
NTB = Nilai Tamabah Bruto
Adapun yang dimaksud dengan perhitungan ganda dalam pendekatan nasional, yaitu kondisi di mana hanya menghitung nilai produksi neto yang terdapat pada berbagai tahap produksi.
Jenis-jenis Pendapatan Nasional
Merangkum dari jurnal berjudul Pendapatan Nasional karya Agung Andana Yoshanda, jenis-jenis pendapatan nasional adalah sebagai berikut:
1. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)
Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang diperoleh dari setiap unit produksi di suatu negara selama satu periode.
Produk barang dan jasa ini juga meliputi seluruh produk yang dihasilkan oleh perusahaan dalam negeri dan luar negeri di wilayah suatu negara.
2. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)
Produk Nasional Bruto (PNB) adalah total nilai pasar semua produk dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun. Dalam PNB, produksi barang dan jasa dihasilkan oleh warga negara yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, hal itu tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
3. Produk Nasional Neto (Net National Product)
Produk Nasional Neto (NNP) adalah jumlah PNB yang dikurangi dengan penyusutan barang modal (depresiasi). Penyusutan barang modal dalam produksi umumnya bersifat tafsiran atau tidak tetap.
Dengan begitu, penyusutan barang modal tersebut bisa saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan, meskipun relatif kecil.
4. Pendapatan Nasional Neto (Net National Income)
Pendapatan nasional neto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung dari jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI bisa didapat dari NNP dikurangi pajak tidak langsung dan subsidi.
Pajak tidak langsung yaitu pajak yang beratnya dapat digeserkan kepada pihak lain. Contohnya, pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, dan cukai-cukai. Sedangkan subsidi adalah bantuan dari pemerintah kepada masyarakat.
5. Pendapatan Perseorangan (Personal Income)
Pendapatan perseorangan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk dalam masyarakat termasuk pendapatan yang didapatkan tanpa memberikan suatu kegiatan lainnya.
6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income)
Pendapatan yang siap dibelanjakan adalah pendapatan yang siap untuk dibelanjakan atau dimanfaatkan membeli barang dan jasa konsumsi.
Pendapatan ini diperoleh dari pendapatan perseorangan setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang beratnya tidak bisa dialihkan kepada pihak lain atau langsung ditanggung oleh wajib pajak.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan pendapatan nasional?

Apa yang dimaksud dengan pendapatan nasional?
Pendapatan nasional merupakan pendapatan negara secara keseluruhan dalam suatu periode waktu.
Dari mana pendapatan nasional diperoleh?

Dari mana pendapatan nasional diperoleh?
Pendapatan nasional dapat dihitung dari jumlah keseluruhan penghasilan masyarakat dalam suatu negara.
Apa manfaat dari pendapatan nasional?

Apa manfaat dari pendapatan nasional?
Pendapatan nasional dapat dimanfaatkan sebagai tolok ukur tingkat pencapaian sektor ekonomi di suatu negara.
