Cara Menghitung BEP Per Unit dalam Suatu Produksi

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung BEP per unit atau produk dapat dilakukan dengan mudah. Namun sebelum itu, apakah kamu sudah mengetahui apa itu BEP dan bagaimana cara menghitung BEP per unit?
Di dalam dunia bisnis, terdapat istilah yang dikenal dengan break even point (BEP). Secara umum, arti BEP adalah titik saat pendapatan yang didapatkan jumlahnya sama dengan besaran modal yang dikeluarkan.
Dengan begitu, jumlah keuntungan dan kerugian perusahaan berada pada titik nol atau berarti perusahaan tidak mendapat untung dan tidak mengalami rugi.
Penghitungan BEP diperlukan untuk mengambil keputusan bisnis, misalnya, ketika menentukan produksi dan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, untuk menentukan sebuah keputusan di masa depan kamu bisa menerapkan BEP ini.
Terdapat dua cara untuk menghitung BEP, yaitu menghitung BEP berdasarkan unit dan berdasarkan rupiah. Agar lebih memahami dan mengetahui cara menghitung BEP per unit maupun rupiah, simak penjelasan berikut.
Komponen BEP
Saat menghitung BEP dengan rumus yang telah ditentukan, ada sejumlah komponen yang perlu dipahami terlebih dahulu. Apa saja komponen tersebut? Berikut empat komponen dalam menghitung BEP:
Fixed Cost atau biaya tetap, yaitu biaya yang digunakan untuk menyewa tempat usaha, membayar pegawai, perawatan mesin, dan lain sebagainya. Biaya ini disebut biaya tetap karena biaya ini akan terus dikeluarkan walau produsen tak melakukan penjualan sama sekali.
Variable Cost atau biaya variabel, merupakan biaya yang dipakai sesuai dengan kegiatan perusahaan. Biaya variabel mempunyai jumlah yang tak tetap tergantung pada kegiatan yang dilakukan. Contoh biaya variabel adalah membayar biaya distribusi (apabila ada barang yang diproduksi), membayar komisi, nota penjualan, dan semacamnya.
Harga penjualan, yaitu harga jual yang ditentukan perusahaan ke pembeli.
Kontribusi Margin Per Unit, yakni jumlah keuntungan yang didapatkan perusahaan saat produk berhasil terjual.
Cara Menghitung BEP Per Unit dan Berdasarkan Rupiah
Sebelum mengetahui cara menghitung BEP per unit maupun berdasarkan harga, kamu harus mengetahui rumus-rumusnya terlebih dahulu. Berikut rumusnya:
BEP Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
Berikut contoh lengkap dan cara menghitung BEP per unit.
Andre memiliki usaha toko sepatu dengan Fixed Cost Rp3.000.000, sedangkan Variable Costnya sebesar Rp200.000 per unit, dan harga jual Rp1.000.000 per unit.
Cara Menghitung BEP Per Unit
Berikut cara menghitung BEP per unit dari contoh yang telah dipaparkan di atas:
1. Mengidentifikasi biaya tetap
Biaya tetap yang diketahui adalah Rp3.000.000.
2. Mengidentifikasi harga per unit
Harga per unit yang diketahui adalah sebesar Rp1.000.000.
3. Mengidentifikasi biaya variabel per unit
Biaya Variable per Unit diketahui sebesar Rp200.000.
4. Menghitung BEP
Dengan demikian BEP per unitnya adalah: BEP per unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit) BEP per unit = Rp3.000.000/ (Rp1.000.000 – Rp200.000) BEP per unit = Rp3.000.000 / Rp800.000 BEP per unit = 3.75, pembulatan ke atas menjadi 4 unit.
5. Menentukan hasil akhir
Dengan demikian BEP per unit dari contoh di atas adalah 4 unit.
Dari hasil penghitungan di atas dapat disimpulkan bahwa Andre akan mengalami balik modal bila mampu menjual empat unit sepatu dalam satu bulannya. Maka saat penjualan sepatu kelima, ia sudah mendapat keuntungan karena biaya tetap telah tertutupi oleh penjualan empat unit sepatu sebelumnya.
Cara Menghitung BEP Rupiah
Lala mempunyai salon dengan Fixed Cost sebesar Rp6.000.000. Biaya variabel atau Variable Cost usahanya adalah sebesar Rp500.000 per unit dengan harga jual Rp2.500.000 per unit.
Maka, BEP Rupiahnya adalah sebagai berikut:
BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
= Rp6.000.000 / (harga jual – variabel cost) / harga per unit
= Rp6.000.000 / (2.500.000 – 500.000) / 2.500.000
= Rp6.000.000/0.8
= Rp7.500.000
Dari hasil di atas, Lala mengalami BEP ketika angka penjualan sudah mencapai Rp7.500.000. Setelah melewati jumlah penjualan tersebut, ia sudah bisa dikatakan balik modal atau BEP.
(ZHR)
