Konten dari Pengguna

Cara Menghitung BEP Unit yang Benar

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumus Break Even Point. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Rumus Break Even Point. Foto: Pexels

Pernahkah kamu mendengar istilah BEP? Break Even Point (BEP) merupakan salah satu hal penting yang perlu kamu pelajari sebelum memulai bisnis. BEP sendiri merupakan titik impas, yang mana modal (biaya pengeluaran) dan hasil yang didapatkan dapat seimbang tidak ada kerugian atau bahkan keuntungan dalam usaha yang sedang dilakukan.

Munawir (2014), dalam bukunya, Analisa Laporan Keuangan, menjelaskan bahwa break even atau titik impas adalah suatu keadaan di mana dalam operasi bisnisnya, perusahaan tidak menderita rugi dan tidak pula untung.

Berikut komponen, rumus, serta cara menghitung Break Even Point yang dapat kamu pelajari.

Komponen Break Even Point

Terdapat tiga komponen yang akan digunakan dalam perhitungan BEP, yaitu:

  1. Fixed cost (biaya tetap), yakni biaya tetap yang dikeluarkan perusahaan baik ketika sedang dalam tahap produksi atau tidak. Contohnya adalah biaya sewa bangunan, gaji pegawai, pajak dan asuransi usaha.

  2. Variable cost (biaya variabel), yakni biaya yang bergantung pada tingkat dan volume produksi perusahaan. Bila produksi meningkat, maka variable cost juga ikut meningkat. Contohnya adalah komisi penjualan, biaya transportasi, biaya listrik dan air, dan lain sebagainya.

  3. Selling price (harga jual), yakni harga jual barang atau jasa produksi per unit.

Rumus Break Even Point dan Cara Menghitungnya

Rumus Break Even Point. Foto: Freepik

Dalam menghitung BEP, terdapat dua rumus yang akan digunakan, yakni rumus unit dan rumus nominal mata uang. Secara umum, rumusnya menjadi:

BEP= Biaya Tetap / (Harga per Unit / Biaya Variabel per unit) untuk rumus unit

BEP= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per Unit / Harga per Unit) untuk rumus nominal mata uang.

Contoh soal:

Bu Sore memiliki toko sepeda di mana biaya tetapnya mencapai Rp 5.000.000. Sementara biaya variabel mencapai Rp 200.000 dan harga jual setiap unitnya Rp 1.500.000. Bagaimana cara perhitungannya?

Cara Menghitung BEP Unit

Melihat rumus di atas, perhitungannya menjadi

BEP= Rp 5.000.000 / (Rp1.500.000 – Rp200.000)

BEP= 3,84 unit atau 4 unit

Cara Menghitung BEP Nominal atau Rupiah

Rumus yang digunakan adalah rumus yang kedua, maka perhitungannya menjadi

BEP= Rp 5.000.000 / (Rp 1.500.000 – Rp 200.000) / Rp 1.500.000

BEP= Rp 5.600.000

Manfaat Break Even Point

Ada beberapa manfaat dari penerapan perhitungan dalam bisnis ini. Pertama, kamu bisa mengetahui jumlah minimum dari pendapatan yang harus dipertahankan. Tujuannya untuk mencegah kehilangan uang. Kedua, manfaatnya adalah untuk mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai setiap bulannya.

Ada lagi manfaat selanjutnya yang bisa kamu dapatkan, yakni mengetahui perubahan dari segi harga jual, biaya, serta volume penjualan. Kamu juga bisa mendapatkan informasi terkait petunjuk dalam menyelesaikan masalah atau pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Itulah rumus break even point yang bisa kamu ketahui dan coba perhitungannya dalam bisnis. Adanya analisa tersebut membantu kamu yang sedang membangun usaha awal agar tidak mengalami rugi dan cepat mati. Have a nice day!

(AAG)