Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Biaya Peluang dan Definisinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung biaya peluang, Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung biaya peluang, Foto: pexels

Daftar isi

Bagaimana cara menghitung biaya peluang? Pada kali ini, Berita Bisnis akan membahas perihal pengertian dari biaya peluang, beserta cara menghitungnya.

Istilah biaya peluang ini hadir ketika seseorang menghadapi pilihan tertentu. Ketika memilih, pastilah orang itu akan menerima sejumlah manfaat dan risiko kehilangan dari sesuatu yang dipilihnya.

Oleh karena itu, biaya yang hilang atau yang akan didapat seseorang ketika milih hal satu daripada yang lainnya disebut sebagai biaya peluang. Biaya peluang tidak hanya berlaku pada taraf sederhana saja. Melainkan juga berlaku pada tahap bisnis, perusahaan, bahkan negara.

Yang membedakannya ialah pilihan dan risiko-risiko yang akan diterima saat memilih salah satu pilihan tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian dan jenis-jenis biaya peluang.

Pengertian dan Jenis-jenis Biaya Peluang

Mengutip buku Evaluasi Ekonomi di Bidang Kesehatan: Teori dan Aplikasi, biaya peluang atau opportunity cost didefinisikan sebagai sejumlah nilai peluang yang hilang akibat dari suatu kesempatan yang dipilih daripada kesempatan lainnya.

Secara sederhana biaya peluang bisa diartikan sebagai biaya yang hilang dari sebuah kesempatan yang tidak dipilih atau dilepas. Atau juga bisa diartikan sebagai kerugian yang diterima dari sebuah keputusan yang dipilihnya.

Ilustrasi dana pribadi, Foto: pexels

Perlu diketahui bahwa biaya peluang ini terbagi menjadi dua, yakni biaya peluang implisit dan biaya peluang eksplisit. Di bawah ini uraian lengkapnya:

1. Biaya Peluang Implisit

Jenis biaya ini merupakan biaya yang tidak dapat dilihat atau tidak berwujud. Adapun biaya-biaya tersebut, seperti kebahagiaan, waktu, tingkat kepuasan, dan sebagainya.

2. Biaya Peluang Eksplisit

Sementara itu, biaya peluang eksplisit ialah biaya yang berwujud, contohnya seperti uang, barang, aset dan hal-hal sejenisnya.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Setelah mengetahui pengertian dan jenis-jenis dari biaya peluang. Sekarang saatnya untuk mengetahui cara menghitung biaya peluang itu sendiri. Untuk menghitung biaya peluang yang sederhana, berikut ini adalah rumusnya:

Biaya peluang = FO – CO

FO = Return on best foregone option (nilai peluang yang tidak dipilih)

CO = Return on chosen option (nilai peluang yang dipilih)

Cara Menghitung Biaya Peluang

Secara sederhana biaya peluang bisa diartikan sebagai biaya yang hilang dari sebuah kesempatan yang tidak dipilih atau dilepas. Atau juga bisa diartikan sebagai kerugian yang diterima dari sebuah keputusan yang dipilihnya.

  1. 1. Mengetahui Nilai Peluang yang Tidak Dipilih

    Hitung dulu presentasi pengembalian investasi yang tidak Anda pilih.

  2. 2. Menghitung Nilai Peluang yang Dipilih

    Hitung juga keuntungan investasi atas peluang yang dipilih.

  3. 3. Hitung Biaya Peluang

    Setelah mendapatkan perhitungan atas keuntungan dari 2 peluang, untuk menghitung biaya peluang maka nilai peluang yang tidak dipilih dikurangi dengan nilai peluang yang dipilih.

Sebagai contoh, Anda memiliki sejumlah uang yang cukup banyak. Lalu Anda dihadapi pada dua pilihan, yang pertama ialah menggunakannya untuk melakukan investasi, dan yang kedua ialah menggunakannya untuk modal bisnis.

Dibayangkan bahwa jika Anda memilih investasi, pengembalian investasi yang akan Anda peroleh sebesar 17% per tahun. Sementara itu, apabila Anda memilih untuk menggunakannya sebagai modal usaha, kemungkinan Anda akan menghasilkan keuntungan sebesar 12 persen per tahun.

Karena Anda orang yang tidak berani berinvestasi karena memiliki risiko yang tinggi. Akhirnya Anda memilih menggunakan uang tersebut untuk modal usaha.

Biaya peluang = FO – CO

= 17% - 12%

= 5%

Jadi, dapat dikatakan Anda akan kehilangan keuntungan sekitar 5% akibat tidak menggunakan uang Anda untuk investasi.

(NNR)