Cara Menghitung Bunga Bank Anuitas, Anti Ribet

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung bunga bank anuitas merupakan salah satu perhitungan yang diperlukan dalam bidang perbankan. Bagi kamu yang sudah pernah mengajukan pinjaman kepada bank mungkin sudah paham apa yang dimaksud dengan istilah ini.
Sebelum mencari tahu bagaimana cara menghitung bunga bank anuitas, alangkah baiknya untuk mengenali terlebih dahulu seputar pengertian, jenis, dan contohnya. Berikut penulis rangkum dari beberapa sumber hal-hal mengenai anuitas.
Pengertian Anuitas
Dalam Jurnal Matematika, Sains, dan Teknologi Volume 11 Nomor 2 oleh Farah Kristiani dijelaskan bahwa anuitas atau cicilan adalah sejumlah pembayaran yang biasanya dilakukan secara teratur berdasarkan waktu, bisa beberapa kali dalam setahun, bulanan, mingguan atau harian.
Walaupun disebut cicilan, anuitas tidak hanya berhubungan dengan pembayaran kredit atau semacamnya. Saat kamu melakukan pembayaran untuk premi asuransi, di situlah anuitas digunakan juga.
Dalam dunia perbankan, anuitas digunakan untuk menghitung jumlah bunga atau investasi. Tujuannya agar nasabah lebih mudah dalam melakukan pembayaran dan menerima besaran keuntungan dari investasi yang dimilikinya.
Jenis-Jenis Anuitas
Anuitas dibagi menjadi dua jenis, yaitu anuitas pasti dan anuitas hidup.
Anuitas pasti adalah anuitas yang pembayarannya pasti dilakukan dalam beberapa periode waktu, sedangkan Anuitas hidup adalah anuitas yang pembayarannya hanya dilakukan jika orang yang bersangkutan masih hidup.
Anuitas pasti tidak bergantung pada umur dan peluang hidup atau mati. Sedangkan, anuitas hidup bergantung pada umur dan peluang hidup atau mati. Anuitas hidup adalah salah satu jenis perhitungan yang membutuhkan fungsi survival karena bergantung pada ekspektasi umur.
Berdasarkan waktu pembayarannya, anuitas dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
Ordinary annuity atau anuitas biasa adalah suatu jenis anuitas yang mana pembayaran ataupun penerimaan berkala dalam jangka waktu tertentu terjadi pada akhir waktu periode.
Due annuity atau anuitas jatuh tempo adalah suatu jenis anuitas yang mana pembayaran ataupun penerimaannya berkala dalam kurun waktu tertentu yang terjadi pada awal waktu periode.
Deferred annuity atau anuitas tangguhan adalah suatu jenis anuitas atau penerimaan secara berkala dalam jangka waktu tertentu terjadi atau dilakukan setelah beberapa waktu periode yang sudah berjalan. Sehingga, pembayaran ataupun penerimaannya bisa ditangguhkan.
Immediate annuity atau anuitas langsung adalah suatu anuitas yang penerimaan atau pembayarannya dilakukan secara berkala dalam kurun waktu tertentu terjadi ataupun dilakukan secara langsung tanpa adanya penundaan dalam suatu periode.
Contoh Anuitas
Berikut ini adalah beberapa contoh anuitas pada umumnya.
Dalam anuitas langsung, contohnya ketika kamu membeli mobil dengan cara kredit. Karena pembayaran dan penerimaannya tetap, kamu bisa melakukannya tanpa ada penundaan periode.
Contoh anuitas sederhana digunakan dalam pembayaran hipotek.
Anuitas tertangguh, misalnya dalam pembayaran bunga pinjaman atau penerimaan bunga deposito.
Contoh dalam anuitas jatuh tempo adalah ketika kamu membeli produk asuransi. Kamu akan diminta untuk membayar premi di awal periode sebelum bisa mendapatkan manfaat klaim dari produk asuransi yang dibeli.
Cara Menghitung Bunga Bank Anuitas
Mengutip dari lansiran sikapiuangmu.ojk.go.id, dalam perhitungan anuitas porsi bunga pada masa awal sangat besar, sedangkan porsi angsuran pokok sangat kecil. Mendekati berakhirnya masa kredit, porsi angsuran pokok akan sangat besar, sedangkan porsi bunga menjadi lebih kecil.
Rumus untuk perhitungan bunga anuitas bisa juga menggunakan rumus yang sama untuk menghitung bunga efektif, yaitu sebagai berikut:
Bunga = SP x i x (30/360)
Keterangan:
SP: saldo pokok pinjaman di bulan sebelumnya.
i: suku bunga per tahunnya.
30: jumlah hari dalam satu bulan.
360: jumlah hari dalam satu tahun.
Kemudian, untuk mendapatkan nilai total angsuran, digunakan rumus berikut ini:
Total Angsuran (TA) = Angsuran Pokok – Angsuran Bunga
TA = PP x i / 1 - 1 : (1 + i) n
Keterangan:
PP = Pokok pinjaman
n = Banyak angsuran
Semoga membantu!
(AAG)
