Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Bunga Deposito dan Contohnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung bunga deposito. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung bunga deposito. Foto: Pexels

Memahami cara menghitung bunga deposito adalah langkah penting sebelum berinvestasi. Dengan begitu, investor dapat memaksimalkan keuntungan dari hasil investasi deposito.

Dikutip dari buku Akuntansi Perbankan oleh Khadijah, S.E., M.Ak., dkk., deposito adalah produk simpanan di bank dengan jangka waktu tertentu dan bunga yang tetap.

Bunga deposito yang umumnya ditawarkan oleh bank terdiri dari bunga tetap (Fixed rate) dan Bunga Mengambang (Floating rate). Untuk mengetahui cara menghitung bunga deposito, simak uraian berikut.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Ilustrasi cara menghitung bunga deposito. Foto: Pexels

Bunga deposito dihitung berdasarkan sejumlah faktor, seperti jumlah dana yang disimpan, suku bunga yang ditawarkan, tenor, dan pajak yang berlaku. Berikut rumus dasar untuk menghitung bunga deposito:

Bunga Deposito Bruto = (Jumlah Deposito x Suku Bunga x Tenor) / 12

Setelah menghitung bunga bruto, Anda perlu mengurangi pajak bunga deposito sebesar 20 persen untuk mendapatkan bunga bersih.

Bunga Deposito Bersih = Bunga Deposito Bruto - (Bunga Deposito Bruto x 20%)

Baca Juga: Perbedaan Tabungan, Giro, dan Deposito sebagai Produk Simpanan

Contoh Perhitungan Bunga Deposito

Ilustrasi menghitung bunga deposito. Foto: Pexels

Agar lebih memahami cara menghitung bunga deposito, simak contoh berikut ini yang dikutip dari buku Akuntansi Perbankan dan Keuangan Mikro SMK/MAK Kelas XI oleh Fatkhudin Aziz, M.Pd.

Ibu Cipa menyimpan dana sebesar Rp100.000.000 dalam jangka waktu 6 bulan dengan suku bunga deposito sebesar 5% per tahun. Lantas, berapa bunga deposito yang didapatkan?

Diketahui:

Dana yang disimpan: Rp100.000.000.

Suku bunga deposito: 5% per tahun.

Tenor: 6 bulan.

Penyelesaian:

1. Menghitung Bunga Bruto

Bunga Bruto = (Rp100.000.000 x 5% x 6) / 12

Bunga Bruto = Rp2.500.000

2. Menghitung Pajak Bunga

Pajak Bunga = Rp2.500.000 x 20%

Pajak Bunga = Rp500.000

3. Menghitung Bunga Bersih

Bunga Bersih = Rp2.500.000 - Rp500.000

Bunga Bersih = Rp2.000.000

Jadi, bunga bersih yang Ibu Cipa peroleh setelah 6 bulan adalah Rp2.000.000.

Faktor yang Memengaruhi Bunga Deposito

Ilustrasi menghitung bunga deposito. Foto: Pexels

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya bunga deposito, di antaranya sebagai berikut:

  • Suku Bunga Bank. Besaran bunga yang ditawarkan setiap bank bisa berbeda-beda. Nasabah bisa memilih bank dengan suku bunga kompetitif.

  • Tenor Deposito. Semakin panjang tenor, biasanya bunga yang ditawarkan semakin tinggi. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas nasabah.

  • Jumlah Dana. Beberapa bank menawarkan bunga lebih tinggi untuk jumlah deposito yang lebih besar.

  • Kebijakan Pajak. Pajak bunga deposito sebesar 20% berlaku untuk saldo di atas Rp7.500.000. Untuk saldo di bawah itu, tidak dikenakan pajak.

(NDA)