Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Bunga per Bulan Saat Mengajukan Pinjaman di Bank

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghitung Bunga Pinjaman Per Bulan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Bunga Pinjaman Per Bulan. Foto: Unsplash

Cara menghitung bunga per bulan saat ingin mengajukan pinjaman perlu diketahui agar mendapatkan besaran bunga yang relatif kecil. Terdapat lima metode perhitungannya berdasarkan jenis suku bunga kredit yang telah ditetapkan oleh pihak bank.

Mengutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, suku bunga merupakan balasan dari bank terhadap nasabah karena sudah memiliki simpanan di bank tersebut. Bunga di sini merupakan harga yang harus dibayarkan kepada nasabah. Sedangkan untuk nasabah yang memiliki pinjaman akan membayarkan bunga sebagai harga kepada bank karena sudah memberikan pinjaman.

Besaran bunga biasanya sudah ditetapkan oleh pihak bank. Berikut faktor-faktor yang menyebabkan besaran suku bunga per bulan berbeda-beda dikutip dari majoo.id.

1. Besaran Uang Pinjaman

Semakin besar jumlah pinjaman yang kamu ajukan di bank, semakin besar juga suku bunga yang harus kamu bayarkan. Besaran tersebut dihitung dari persentase jumlah pinjaman.

2. Durasi Pinjaman

Apabila kamu mengambil tenor pinjaman yang cukup lama maka pinjaman yang akan kamu kembalikan pun semakin besar jumlahnya. Hal ini dikarenakan suku bunga yang dikenakan semakin banyak. Jika kamu meminjam dalam hitungan bulan, suku bunga yang diberikan lebih rendah daripada pinjaman tahunan.

3. Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate)

Suku bunga dari Bank Indonesia atau BI Rate merupakan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur. Suku bunga tersebut dijadikan acuan dan bagian dari kebijakan moneter.

Ilustrasi Suku Bunga. Foto: Unsplash.

Jenis Suku Bunga Pinjaman

Sebelum mengajukan pinjaman di bank, ketahui terlebih dahulu lima macam suku bunga pinjaman per bulan dan rumus perhitungannya yang telah ditetapkan. Agar nominal cicilan dan bunga kredit tersebut bisa menjadi pertimbangan kamu ketika ingin mengajukan kredit

Mengutip dari laman resmi sikapiuangmu.ojk.go.id, dalam industri perbankan keuangan terdapat lima macam suku bunga apabila ingin mengajukan pinjaman kredit, antara lain:

1. Suku Bunga Tetap (Fixed)

Suku bunga tetap (fixed) adalah suku bunga yang bersifat tetap dan tidak berubah sampai jangka waktu atau sampai dengan tanggal jatuh tempo (selama jangka waktu kredit).

Biasanya, suku bunga fixed digunakan saat nasabah mengajukan pinjaman KPR Rumah Murah atau Rumah Bersubsidi dan kredit kendaraan bermotor.

2. Suku Bunga Mengambang (Floating)

Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik, begitupun sebaliknya.

3. Suku Bunga Flat

Suku bunga flat adalah suku bunga yang penghitungannya mengacu pada jumlah pokok pinjaman di awal untuk setiap periode cicilan. Penghitungannya sangat sederhana dibandingkan dengan suku bunga lainnya, sehingga umumnya digunakan untuk kredit jangka pendek. Seperti untuk kredit kendaraan bermotor, handphone atau kredit tanpa agunan (KTA).

4. Suku Bunga Efektif

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang diperhitungkan dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring dengan menyusutnya utang yang sudah dibayarkan. Artinya semakin sedikit pokok pinjaman, semakin sedikit juga suku bunga yang harus dibayarkan.

Suku bunga efektif dianggap lebih adil bagi nasabah dibandingkan dengan menggunakan suku bunga flat. Pasalnya suku bunga flat hanya berdasarkan jumlah awal pokok pinjaman saja.

5. Suku Bunga Anuitas

Suku bunga anuitas ialah suatu perubahan dari suku bunga efektif. Sehingga memudahkan pelanggan dalam melunasi angsuran per bulan, karena jumlah cicilan sama setiap bulannya.

Dalam perhitungan anuitas, besaran bunga pada masa awal sangat besar sedangkan angsuran pokok sangat kecil. Sedangkan saat mendekati berakhirnya masa kredit, keadaan akan menjadi berbalik. porsi angsuran pokok akan sangat besar sedangkan suku bunga menjadi lebih kecil.

Ilustrasi menghitung suku bunga per bulan. Foto: Unsplash.com

Cara Menghitung Bunga Per Bulan

Lantas setelah mengetahui jenis suku bunga pinjaman, bagaimana cara menghitung bunga per bulan? Masih menghimpun informasi dari laman Otoritas Jasa Keuangan, debitur dapat melakukan perhitungan suku bunga dengan rumus berikut ini.

1. Menghitung Suku Bunga Tetap (Fixed)

Bunga = p x t x i

Bunga = pokok pinjaman x jangka waktu pinjaman x suku bunga per tahun

2. Menghitung Suku Bunga Mengambang (Floating)

Bunga = SP x i x (30/360)

Bunga = sisa pokok pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga per tahun x (30 hari/ 360 hari)

3. Menghitung Suku Bunga Flat

Bunga = (P x i x t) : Jb

Bunga = (pokok pinjaman awal x suku bunga per tahun x jumlah tahun jangka waktu kredit) : jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

4. Menghitung Suku Bunga Efektif

Bunga = SP x i x (30/360)

Bunga = Saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga per tahun : jumlah bulan per tahun

5. Menghitung Suku Bunga Anuitas

Bunga = SP x i x (30/360)

Bunga = Saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga per tahun x (30 hari/360 hari)

Total angsuran = Angsuran pokok + angsuran bunga

Total angsuran perbulan = PP x i : 1-1/(1-i)n

Total angsuran per bulan = Pokok pinjaman x suku bunga per tahun : 1 – 1 / ( 1+ i) tenor pinjaman.

(SRS)

Baca juga: Cara Pinjam Uang di Bank BCA untuk Berbagai Keperluanmu