Cara Menghitung Kubikasi Barang dalam Logistik

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung kubikasi barang atau cubic meter (CBM) adalah dengan mengalkulasikan panjang, lebar, dan tinggi dari suatu barang. Perhitungan CBM sangat diperlukan dalam bidang logistik, yaitu pada kegiatan pengiriman barang.
Berdasarkan laman situs cogoport.com, meter kubik atau CBM adalah pengukuran volume pengiriman. Ukuran ini akan menentukan berapa banyak ruang kargo yang akan digunakan pada truk, kapal, pesawat terbang, atau moda transportasi logistik lainnya. Hal tersebut juga akan berpengaruh pada berapa besar biaya transportasi pengiriman.
Kubikasi pada Pengiriman
CBM hanya mewakili ukuran volume dari suatu barang pada proses mengirim. Mengutip dari laman situs atlaslogistics.com, volume ini juga akan digunakan dalam perhitungan penting lainnya dalam angkutan internasional (kurir, jalur udara, atau jalur laut). Berikut hal-hal di dalamnya:
Berat dimensi (CBM ke kg atau CFT ke lbs)
Berat dimensi adalah cara untuk membuat angka teoretis yang mewakili pengiriman besar, tetapi ringan. Misalnya, palet bola pingpong akan sangat ringan, tetapi akan mengambil volume yang sama di pesawat terbang sebagai palet beban.
Bobot yang dapat dikenakan biaya
Bobot yang dapat dikenakan biaya hanyalah bobot yang lebih besar dari bobot dimensional (alias ukuran) atau bobot. Dengan kata lain, sementara harga angkutan laut cukup menentang berat dan lebih terfokus pada ukuran, angkutan udara jauh lebih sensitif. Hal tersebut membuat berat dimensional akan memainkan peran lebih penting daripada berat sebenarnya.
Kelas kargo
Di Amerika Serikat, sebagian besar operator truk LTL juga telah membuat nomor teoretis untuk memberi kompensasi kepada pengemudi truk untuk pengiriman muatan yang terlalu besar.
Sebagian besar produk yang dikirim dengan truk menggunakan kategori kelas angkutan sederhana yang ditentukan berdasarkan beratnya. Namun, CBM juga berperan penting dalam menghitung kelas angkutan.
Cara Menghitung Kubikasi Barang
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, cara menghitung kubikasi barang sederhananya adalah dengan mengalkulasikan panjang, lebar, dan tinggi dari barang tersebut.
Jadi, cara menghitungnya dapat digambarkan dalam rumus berikut.
Panjang x Lebar x Tinggi = CBM
Rumus tersebut digunakan untuk mengukur volume kargo dalam satuan CBM (m³).
Mengutip dari laman cogoport.com, berikut contoh cara menghitung kubikasi barang.
Contoh Perhitungan Kubikasi Barang
Misalnya kamu memiliki boks dengan panjang 2 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Maka volumenya adalah 2 x 2 x 2 = 8 m³.
Jika kamu memiliki 10 boks identik dalam satu pengiriman, kamu cukup mengalikan CBM dengan jumlah total boks untuk mendapatkan volume total, yaitu 8 x 10 = 80 m³.
Jika ukuran boks tidak sama, hitung CBM untuk setiap karton dengan menggunakan rumus yang sama dan jumlahkan totalnya.
(AMP)
