Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menghitung nilai intrinsik saham. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menghitung nilai intrinsik saham. Foto: Pexels.com

Cara menghitung nilai intrinsik saham dapat dilakukan dengan mudah. Cara ini penting untuk diketahui saat membeli saham. Terutama jika kamu membeli saham pada saat harganya sedang diskon.

Untuk mengetahui apakah saham yang akan dibeli harganya sedang diskon atau tidak, kamu harus menghitung nilai intrinsik saham tersebut.

Menurut buku Menilai Harga Wajar Saham karangan Andy Porman Tambunan, nilai intrinsik saham merupakan nilai sesungguhnya dari suatu saham. Nilai ini berbeda dengan nilai pasar (harga saham) atau nilai buku (book value atau ekuitas).

Sebagai contoh, harga sebuah saham berkode AAXX adalah Rp2.000 per saham. Sedangkan harga wajar atau valuasi setelah dianalisis atau nilai intrinsiknya sebesar Rp1.000. Ini berarti harga saham tersebut sudah mahal karena berada di atas nilai wajarnya.

Namun pada contoh lain, saham ABCD seharga Rp3.000 dan harga wajarnya atau nilai intrinsiknya adalah Rp6.000. Ini berarti harga saham ABCD dijual setengah harga dari nilai wajarnya atau berada di harga diskon.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga saham AAXX yang lebih murah, yaitu Rp2.000 per saham belum tentu lebih murah dari saham ABCD yang harganya lebih mahal sebesar Rp3.000 per saham. Untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti, nilai intrinsik suatu saham hendaknya dihitung terlebih dahulu.

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Berikut adalah contoh cara menghitung nilai intrinsik saham yang dilansir dari laman stockpapers.id.

Daftar laba perusahaan XYZ selama beberapa tahun terakhir:

Tahun Laba Jutaan Rupiah

2009 61.153

2010 107.123

2011 128.358

2012 352.246

2013 325.246

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Untuk menentukan nilai intrinsik saham, berikut langkah-langkahnya:

  1. 1. Tentukan EPS Growth

    Langkah ini dilakukan untuk menentukan laju pertumbuhan laba perusahaan dalam 5-10 tahun terakhir. Rumus EPS Growth: CAGR = (697.784/61.153)1/9 -1 CAGR = 0,31 = 31%

  2. 2. Tentukan EPS

    EPS digunakan untuk mengetahui pertumbuhan laba per saham selama 5 sampai 10 tahun ke depan. Rumus EPS: EPS 2019 = EPS 2018 + (EPS 2018 x CAGR) EPS 2019 = 60,4 + (60,4 x 20%) EPS 2019 = 72,48 Maka nilai EPS lima tahun ke depan adalah sebagai berikut: Tahun EPS CAGR Proyeksi EPS 2019 60.40 20% 72.48 2020 72.48 20% 86.98 2021 86.98 20% 104.37 2022 104.37 20% 125.25 2023 125.25 20% 150.29 Total EPS 539.37

  3. 3. Tentukan Diskon EPS

    Kemudian kamu bisa memberikan diskon berdasarkan pertimbangan nilai inflasi terkini dan juga faktor lainnya. Misalnya menggunakan 6,8%. Jadi, diskon EPS, adalah: Discounted EPS = TOTAL EPS / (1+Rate) Discounted EPS 2023 = 539,37/ (1+6,8%) Discounted EPS 2023 = 505,03 Sehingga, diskon EPS adalah seperti berikut: Tahun EPS Proyeksi Diskon Diskon EPS 2023 539.37 6,8% 505.03 2022 505.03 6,8% 472.87 2021 472.87 6,8% 442.76 2020 442.76 6,8% 414.57 2019 414.57 6,8% 388.18

  4. 4. Hitung Nilai Intrinsik Saham

    Pada tahap ini kamu bisa menjumlahkan total EPS tahun pertama setelah didiskon dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar 403.5 yaitu: Nilai Intrinsik = Discounted EPS + BVPS Nilai Intrinsik = 388,18 + 403,5 Nilai Intrinsik = 791,68 Maka, nilai intrinsik dari perusahaan tersebut adalah Rp791.68 per saham.

(ZHR)