Konten dari Pengguna

Cara Menghitung NPV, Suatu Metode Penilaian Investasi dan Rumusnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung NPV. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung NPV. Foto: Pexels

Cara menghitung NPV dapat dilakukan untuk mengetahui penilaian terhadap suatu investasi apakah investasi tersebut layak atau tidak. Hal tersebut sejalan untuk menghindari risiko kerugian yang dialami investor.

Umumnya, penilaian ini dapat dilakukan oleh individu maupun sektor yang ingin investasi pada sebuah proyek maupun pembelian. Dengan metode NPV, dapat dilakukan perhitungan keuntungan dari sebuah investasi di masa depan jika berinvestasi dengan sejumlah nilai uang saat ini.

Sebetulnya ada lima metode yang digunakan untuk melakukan penilaian investasi, seperti Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Average Rate of Return (ARR), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Akan tetapi, ulasan kali ini hanya akan membahas mengenai cara menghitung NPV dengan rumus yang benar.

Mengenal Net Present Value

Ayub M. Padangaran dalam buku Analisis Kuantitatif Pembiayaan Perusahaan Pertanian, menyebutkan bahwa NPV (Net Present Value) adalah nilai sekarang dari selisih antara nilai sekarang total benefit dan nilai sekarang total cost pada discount rate tertentu selama jangka waktu umur investasi.

Dapat dikatakan bahwa NPV adalah selisih antara nilai saat ini dari arus kas yang masuk dengan nilai saat ini dari arus kas yang keluar pada periode tertentu.

Biasanya NPV digunakan untuk mengukur peluang investasi karena NPV dapat mengestimasikan nilai sekarang pada suatu investasi berdasarkan arus kas masuk yang diharapkan pada masa depan dan arus kas keluar yang disesuaikan dengan suku bunga dan harga pembelian awal.

Metode NPV merupakan metode penilaian investasi klasik yang hingga kini masih sering digunakan. Adapun kelebihan dan kekurangan menggunakan metode NPV yang dikutip dari buku Information Technology Business Start-up oleh Yudha Yudhanto (2019: 217) antara lain:

  • Kelebihan menggunakan metode NPV ialah dapat memperhitungkan nilai waktu dari uang, arus kas selama usia ekonomis proyek, dan nilai sisa proyek.

  • Sedangkan kekurangannya yaitu dapat menaksir tingkat biaya modal relevan selama usia ekonomis proyek, jika proyek memiliki nilai investasi yang berbeda maka NPV yang lebih besar belum menjamin sebagai proyek yang lebih baik, dan daerah kelayakan tidak hanya dipengaruhi oleh arus kas, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor usia ekonomis proyek.

Ilustrasi cara menghitung NPV. Foto: Pexels

Cara Menghitung NPV

Cara Menghitung NPV

Ada dua aspek penting dalam perhitungan NPV yaitu menaksir arus kas dan menentukan tingkat bunga yang relevan. Adapun rumus perhitungan Net Present Value (NPV) ialah sebagai berikut.

  1. 1. Mengetahui Rumus NPV

    NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + … + (Ct/1+r)t) - C0 NPV = Net Present Value dalam rupiah Ct = arus kas per tahun pada periode t C0 = nilai investasi awal pada tahun ke-0 dalam rupiah R = suku bunga dalam %

  2. 2. Perolehan Hasil

    Jika kamu melakukan perhitungan dengan metode NPV, terdapat tiga hasil yang dapat disimpulkan. - Investasi dianggap layak (memperoleh keuntungan) apabila memperoleh nilai NPV positif dengan nilai NPV > 0 - Sebaliknya penilaian tidak layak (rugi) apabila nilai NPV hasilnya negatif dengan nilai NPV < 0 - Sedangkan ada pula yang tidak untung ataupun rugi dengan nilai NPV = 0.

Contoh soal: Perusahaan RST ingin membeli sebuah mesin produksi untuk meningkatkan jumlah produksi produk. Diperkirakan untuk harga mesin tersebut adalah Rp160 juta dengan suku bunga pinjaman yakni sebesar 12% per tahun.

Sedangkan arus kas yang masuk pada perusahaan itu diestimasikan sekitar Rp50 juta per tahun selama 5 tahun. Apakah rencana investasi pada pembelian mesin produksi di atas dapat dilanjutkan?

Jawaban:

Ct: 50 juta.

C0: 160 juta.

r: 12% (0,12)

NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0

NPV = ((50/1+0,12) + (50/1+0,12)2 + (50/1+0,12)3 + (50/1+0,12)4 + (50/1+0,12)5) – 160

NPV = (44,64 + 39,86 + 35,59 + 31,78 + 28,37) – 175

NPV = 180,24 – 160

Maka, nilai untuk NPV adalah 20,24 dengan hasil positif atau dapat dikatakan untung.

(SRS)