Cara Menghitung Payback Period Beserta Contohnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung payback period dalam suatu bisnis diperlukan untuk menunjukkan perbandingan antara initial investment dengan aliran kas tahunan.
Payback period adalah salah satu metode untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi. Sebagaimana dijelaskan juga dalam Jurnal Science Tech Volume 4 Nomor 1 oleh Ceni Febi Kurnia Sari, periode pengembalian atau payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal suatu investasi, dihitung dari aliran kas bersih.
Apabila payback period kurang dari suatu periode yang telah ditentukan, maka proyek tersebut bisa diterima. Tetapi, apabila terjadi sebaliknya, maka proyek tersebut akan ditolak.
Cara Menghitung Payback Period
Rumus umum payback period digambarkan sebagai berikut ini.
Payback Period = Nilai Investasi Awal : Arus Kas x 1 tahun
Payback period bukan satu-satunya metode yang bisa digunakan untuk mengukur waktu kembali modal investasi. Namun, metode ini lebih banyak digunakan karena bisa digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan risiko yang sama.
Akan tetapi, metode ini belum cukup untuk menentukan nilai sisa dari investasi, karena tidak bisa memperhatikan arus kas setelah pengembalian tercapai.
Contoh Perhitungan Payback Period
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, cara menghitung payback period secara sederhana cukup membagi nilai investasi awal dengan arus kas kemudian dikalikan 1 tahun. Namun, tidak semua arus kas yang dimiliki perusahaan sama. Untuk arus kas yang berbeda, cara menghitung payback period bisa dilakukan dengan rumus berikut:
PP = n + a : b x 1 tahun
Keterangan:
PP = Payback Period
n = syarat periode pengembalian modal investasi
a = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun terakhir (n)
b = Arus kas pada tahun setelah tahun kumulatif arus kas berjalan (n + 1)
Contoh
Terdapat suatu usulan proyek investasi senilai Rp 600.000.000 umur ekonomis 5 tahun, syarat periode pengembalian 2 tahun, dan arus kas per tahun adalah tahun 1 sebesar Rp 300.000.000, tahun 2 sebesar Rp 250.000.000, tahun 3 Rp 200.000.000, tahun 4 sebesar Rp 150.000.000, dan tahun 5 Rp 100.000.000.
Dalam contoh tersebut, diketahui bahwa arus kas setiap periode (pertahun) tidak sama, sehingga untuk menghitung payback period dari contoh tersebut bisa dilakukan dengan cara berikut ini:
Tahun 1 : Rp 300.000.000
Tahun 2 : Rp 250.000.000 menjadi Rp 550.000.000
Tahun 3 : Rp 200.000.000 menjadi Rp 750.000.000
Tahun 4 : Rp 150.000.000 menjadi Rp 900.000.000
Tahun 5 : Rp 100.000.000 menjadi Rp 1.000.000.000
PP = n + (a : b) x 1 tahun
= 2 + ((Rp 600.000.000 - Rp 550.000.000) : (Rp 750.000.000 - Rp 550.000.000)) x 1 tahun
= 2 + 0.25 tahun
= 2.25 tahun
Dari contoh payback period di atas, dapat diketahui periode pengembalian modal yaitu sebesar 2,25 tahun atau tepatnya 2 tahun lebih 3 bulan.
(AMP)
