Cara Menghitung ROI, Contoh Kasus, dan Fungsinya dalam Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung ROI menjadi suatu metode yang wajib diketahui para pelaku usaha. Sebab, ROI merupakan tolok ukur laba yang diperoleh dari setiap investasi yang dikeluarkan pada suatu bisnis.
Mengutip buku Manajemen Keuangan tulisan Sita Deliyana Firmialy, dkk., Return on Investment (ROI) merupakan metode perhitungan rasio modal yang dikeluarkan untuk sebuah investasi yang berbanding dengan keuntungan yang didapatkan.
Dengan menghitung ROI, pelaku usaha bisa mengetahui apakah bisnis yang dilakukan berjalan dengan lancar atau tidak. Selain itu, tingkat pengembalian investasi segala kegiatan operasional pun dapat dievaluasi.
Investasi yang dimaksud dalam hal ini mengacu pada aset, modal, dan anggaran biaya investasi. Simak terus uraian ini untuk mengetahui cara menghitung ROI selengkapnya.
Cara Menghitung ROI
Dikutip dari buku Pengantar Manajamen Keuangan oleh Kasmir, cara menghitung ROI bisa dilakukan dengan mengurangi total penjualan dengan investasi, kemudian membaginya dengan investasi dan dikalikan 100 persen. Berikut rumusnya:
Return on Investment (ROI) = (Total Penjualan – Nilai Investasi) / (Investasi x 100%)
Perlu diingat, semakin besar persentase ROI yang dihasilkan sebuah bisnis, semakin besar laba yang akan didapatkan. Hal ini berlaku sebaliknya.
Jika ROI yang dihasilkan semakin kecil dan bernilai negatif, laba atau pendapatan yang diperoleh tidak dapat mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan.
Baca juga: Saldo Laba Diperoleh dengan Cara Begini
Contoh Menghitung ROI
Agar semakin paham dengan cara menghitung ROI di atas, berikut contoh kasus perhitungan ROI yang dikutip dari buku Manajemen Biaya karya Oleh H. I. Nyoman Mariantha, BA, S.E., M.Si.:
Ani mengeluarkan dana untuk investasi suatu bisnis sebesar Rp20.000.000. Bisnis tersebut diketahui menghasilkan penjualan sebesar Rp30.000.000. Artinya, bisnis ini menghasilkan laba kotor sebesar Rp10.000.000. Maka, perhitungan return on investment yang bisa ditemukan adalah sebagai berikut:
ROI = (Total Penjualan – Nilai Investasi) / (Investasi x 100%)
ROI = (Rp30.000.000- Rp20.000.000)/(Rp20.000.000x100%)
ROI = Rp10.000.000/Rp20.000.000
ROI = 0,50 = 50%.
Dalam perhitungan kasus di atas, persentase ROI yang dihasilkan adalah 50% dan bernilai positif. Dengan kata lain, bisnis yang dijalankan Ani akan mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan.
Fungsi ROI dalam Bisnis
Secara umum, ROI dalam bisnis berfungsi untuk mengetahui secara akurat perihal keuntungan yang dihasilkan dari investasi yang dikeluarkan. Berikut beberapa fungsi lainnya:
Pengusaha dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang telah digunakan, efisiensi produksi, dan efisiensi bagian penjualan.
Perhitungan ROI dapat digunakan untuk mengukur efisiensi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh tiap-tiap divisi atau bagian, yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal ke dalam bagian yang bersangkutan.
Perhitungan ROI dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari tiap-tiap produk yang dihasilkan perusahaan.
Apabila perusahaan memiliki data dalam industri, analisis rumus ROI dapat membandingkan efisiensi penggunaan modal perusahaan dengan kompetitornya.
Perhitungan ROI berguna untuk mengontrol keperluan perencanaan atau sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan untuk mengembangkan usaha.
(NDA)
