Cara Menulis Riwayat Pendidikan dan Daftar Riwayat Hidup Lainnya di CV

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menulis riwayat pendidikan pada curriculum vitae merupakan hal yang penting. Sehingga kamu tidak bisa asal dalam mencantumkannya.
Selain kamu juga bisa menuliskan riwayat pendidikan formal, kamu juga bisa mencantumkan riwayat pendidikan informal apabila mengambil kursus dan pelatihan.
Cara Menulis Riwayat Pendidikan
Cara Menulis Riwayat Pendidikan
Berikut tips dan cara menulis riwayat pendidikan pada CV yang baik dan benar.
1. Informasi Pendidikan
Informasi umum yang dimuat saat menulis riwayat pendidikan adalah gelar (degree), jurusan (major), tahun menempuh pendidikan (year), nama sekolah atau institusi pendidikan (name of school or university).
2. Riwayat Pendidikan Terakhir
Cara menulis riwayat pendidikan di CV yang selanjutnya yaitu mengurutkan riwayat pendidikan mulai dari jenjang tertinggi. Seperti S2, S1, SMA, SMP, dan SD. Sedikit tips apabila riwayat pendidikan kamu hingga sarjana, kamu cukup memasukkan pendidikan semasa kuliah dan SMA saja. Kamu tidak perlu mencantumkan pendidikan sedari SD bahkan TK. Karena kualifikasi terlihat dari pendidikan terakhir.
3. Letak Penulisan Riwayat Pendidikan
Penempatan penulisan riwayat pendidikan juga perlu diperhatikan. Jika kamu seorang lulusan baru yang belum memiliki pengalaman, kamu dapat menuliskan riwayat pendidikan setelah informasi pribadi. Sedangkan jika kamu telah memiliki segudang pengalaman di dunia kerja, kamu bisa memasukkan riwayat pendidikan setelah riwayat pengalaman kerja.
4. Nilai atau IPK
Tuliskan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) GPA dan penghargaan yang diperoleh. Misal kamu menerima penghargaan seperti "cum laude" atau "magna cum laude" saat berkuliah.
5. Mata Kuliah yang Relevan
Kamu juga bisa menuliskan informasi mata kuliah beserta nilai apabila relevan dengan posisi yang akan dilamar pada riwayat pendidikan.
6. Karya Ilmiah yang Relevan
Apabila pernah menulis judul laporan atau thesis yang berhubungan dengan kriteria lowongan kerja yang akan didaftar, cantumkan judul tersebut pada riwayat pendidikan.
7. Organisasi yang Diikuti
Selain itu, apabila selama sekolah atau berkuliah kamu aktif di organisasi kamu juga bisa mencantumkannya pada riwayat pendidikan.
Contoh Penulisan Riwayat Pendidikan yang Benar
Berikut contoh cara menulis riwayat pendidikan di CV yang bisa kamu jadikan referensi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Bahasa Indonesia
Universitas Nusa Harapan (2018-2022)
Bogor, Jawa Barat
Sarjana Ilmu Komunikasi, IPK 3,85
Predikat Magna Cum Laude
Menjadi Wakil Presiden BEM Universitas Nusa Harapan 2020
Judul Tugas Akhir: Pengaruh Influencer, Harga, Dan Daya Tarik Iklan Di Media Sosial Youtube Terhadap Keputusan Pembelian Shampo Pantene
Bahasa Inggris
Universitas Nusa Harapan (2018-2022)
Bogor, West Java
Bachelor of Communication, GPA 3,85
Magna Cum Laude
Vice President of BEM Universitas Nusa Harapan 2020
Final Project Title: The Influence Of Influencer, Price, And Attraction Of Advertisement On Youtube Social Media On The Purchase Decision Of Pantene Shampoo
Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup di CV Lamaran Kerja
Berikut adalah berbagai cara membuat daftar riwayat hidup yang benar untuk lamaran kerja atau CV dikutip dari buku 15 Menit Membuat Surat Lamaran Kerja yang Efektif karya Redaksi Tangga Pustaka (2009).
1. Tulis Data Pribadi Secara Rinci
Hal pertama yang harus ada dalam sebuah daftar riwayat hidup adalah nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon aktif, serta email aktif. Kamu juga bisa menambahkan beberapa informasi lainnya, seperti tinggi badan dan berat badan apabila diperlukan.
2. Riwayat Jenjang Pendidikan
Riwayat pendidikan formal dan informal juga menjadi bagian penting yang wajib ditulis. Kamu bisa menulis tahun masuk dan tahun selesai menempuh jenjang pendidikan tersebut. Jangan lupa untuk menambahkan beberapa poin tentang pencapaian yang berhasil kamu capai selama menempuh pendidikan.
3. Pengalaman Organisasi
Jika kamu termasuk orang yang sangat aktif di organisasi, maka bisa mencantumkan pengalaman organisasi yang relevan. Tambahkan beberapa poin terkait pencapaian dan kegiatan yang kamu lakukan selama di organisasi tersebut.
4. Pengalaman Kerja
Jika kamu yang sudah pernah bekerja atau magang, bisa mencantumkan pengalaman kerja, mulai dari posisi, tempat bekerja, dan waktu lamanya bekerja. Kamu juga bisa menambahkan poin-poin mengenai tugas yang dikerjakan selama bekerja di posisi tersebut.
5. Prestasi dan Penghargaan
Poin ini bersifat opsional. Jadi, jika kamu memiliki sejumlah prestasi dan penghargaan yang relevan dengan pekerjaan yang akan dilamar, maka bisa memasukkannya ke dalam daftar riwayat hidup.
(SRS)
Baca juga: Daftar Riwayat Hidup: Pengertian, Isi, dan Fungsi
