Cara Swing Trading Saham dan Pengertiannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara swing trading saham di pasar modal? Ini kerap jadi pertanyaan yang diajukan bagi mereka yang baru mau memulai menanamkan dananya melalui instrumen saham di pasar modal.
Istilah swing trading sendiri mungkin terdengar familiar bagi mereka yang telah lama menjalankan atau melakukan investasi saham di pasar modal. Tetapi mungkin tidak bagi mereka yang hendak memulainya.
Kali ini Berita Bisnis akan membahas terkait pengertian swing trading dan bagaimana cara melakukannya. Untuk itu, simak terus artikel ini sampai tuntas.
Apa Itu Swing Trading
Pada dasarnya, swing trading ialah strategi yang digunakan trader dalam melakukan aktivitas jual-beli saham. Sebenarnya, ada banyak strategi yang bisa dilakukan trader ketika melakukan jual-beli saham. Swing trading ialah salah satunya.
Mengutip buku Strategi Investasi dan Trading Saham di Pasar Modal Indonesia, swing trading merupakan strategi jual-beli saham dalam rentang waktu yang cukup pendek, yakni sekitar beberapa hari, atau minggu yang tidak lebih dari waktu satu bulan.
Selain itu, ada positioning trading yang juga strategi jual-beli saham dengan rentang waktu lebih dari satu bulan. Strategi ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu bernafsu dalam melakukan jual-beli saham.
Kemudian ada super trading yang memiliki rentang waktu trading dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni sekitar 6 sampai 12 bulan lamanya. Tentunya strategi ini memanfaatkan tren harga saham yang tengah naik.
Lalu ada intraday trading, yakni strategi jual-beli saham durasi waktu satu hari saja. Selanjutnya ada scalping yang juga memiliki durasi jual-beli saham singkat, dilakukan hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Cara Swing Trading Saham
Cara Swing Trading Saham
Jika ingin melakukan strategi swing trading, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu istilah entry dan exit. Secara sederhana, entry ialah teknik untuk memasuki pasar dan membeli saham. Sementara exit ialah teknik keluar dari pasar dan menjual saham pada waktu yang tepat. Apabila sudah memahaminya, berikut ini cara melakukan swing trading saham di pasar modal.
1. Kenali Tren Harga
Sebelum mengambil keputusan membeli (entry) atau menjual (exit) saham milik Anda. Terlebih dahulu Anda perlu mengetahui tren harga saham yang tengah terjadi. Tren pergerakan harga terdiri atas tren kenaikan (uptrend), penurunan (downtrend) dan mendatar (sideways). Sebelum mengambil keputusan untuk membeli atau menjual. Anda perlu mengenali tren yang tengah terjadi dengan membuat analisisnya. Dengan begitu akan membuat Anda semakin minim risiko.
2. Mengetahui Average Down
Average down merupakan strategi membeli saham ketika harganya sedang di bawah atau turun. Adapun membeli saham ini dilakukan secara bertahap, sehingga Anda akan menemukan harga rata-rata saham yang lebih murah. Diharapkan, ketika sudah mengetahui harga rata-rata dan membelinya. Harga saham yang sudah dibeli akan mengalami kenaikan secara perlahan. Tentunya ini akan berdampak menguntungkan bagi Anda.
3. Stop Loss
Saat melakukan strategi swing trading, Anda juga perlu mengenali stop loss, yakni membuat batasan harga terendah agar terhindar dari kerugian. Apabila saham yang telah dibeli mengalami penurunan terus-menerus dan telah mencapai batasan harga yang Anda tentukan, pada saat itu Anda perlu menjual saham milik Anda agar terhindar dari kerugian yang lebih banyak.
Demikian informasi terkait swing trading, serta cara melakukannya. Semoga informasi ini dapat semakin membuat pembaca lebih memahami berbagai istilah trading saham, dan bijak dalam mengelola dana yang ditanamkannya.
(NNR)
