Cash Receipt Journal: Pengertian, Cara Mencatat, dan Formatnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cash receipt journal atau jurnal penerimaan kas merupakan salah satu hal penting dalam pencatatan keuangan perusahaan. Cash receipt journal memudahkan perusahaan untuk mengetahui transaksi yang berkaitan dengan bertambahnya kas perusahaan. Untuk mengetahui tentang cash receipt journal secara lebih rinci, simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Cash Receipt Journal?
Cash receipt journal merupakan jurnal yang berfungsi untuk mencatat transaksi berupa penerimaan dana dari berbagai sumber. Menurut buku Praktikum Akuntansi Keuangan Manual (Kasus Perusahaan Dagang) karangan Juli Anwar dan Yayuk Nurjanah, jurnal ini digunakan untuk mencatat semua pemasukan di dalam perusahaan.
Secara umum, uang yang masuk ke dalam kas perusahaan ialah hasil dari penjualan. Namun ada juga sumber pemasukan lain seperti:
Modal dari pemilik usaha.
Penjualan aset bisnis.
Penerimaan bunga.
Penerimaan dividen.
Penerimaan sewa.
Pinjaman dari bank, individu, atau lainnya.
Semua jenis kas di atas biasanya akan dicatat ke dalam cash receipt journal. Lantas, bagaimana cara mencatat semua kas yang masuk ke kantong perusahaan? Mengenai hal tersebut ketahui jawabannya di bawah ini.
Cara Mencatat Cash Receipt Journal
Cara mencatat cash receipt journal sebenarnya sangat mudah akrena cukup disesuaikan dengan keadaan perusahaan dalam periode tertentu.
Pada kolom debit pada cash receipt journal, berisi akun kas dan akun potongan penjualan. Sedangkan pada kolom kredit diisi dengan akun-akun yang menjadi sumber pemasukan uang, misalnya, kolom penjualan dan piutang.
Jika kamu menerima kas di luar piutang dagang dan penjualan, itu bisa dicatat ke kolom serba-serbi. Agar lebih paham, perhatikan informasi di bawah ini mengenai cara pencatatan kas masuk.
Ketika perusahaan berhasil menjual produk atau jasa secara tunai, jumlah kas di kolom debit akan bertambah. Kemudian tambahkan pula jumlah penjualan di kolom bagian kredit.
Jika ada pihak yang membayar utang ke perusahaan atau pelunasan piutang, kas di bagian debit bertambah. Sementara piutang di kolom kredit berkurang.
Apabila ada potongan penjualan, catat di debit akun kas dan akun potongan penjualan.
Saat ada pengembalian barang atau retur, hal itu akan menambah kas di sisi debit. Kemudian jangan lupa untuk mencatat retur di kolom serba-serbi pada bagian kredit.
Format Cash Receipt Journal
Pada dasarnya tidak ada aturan resmi mengenai format cash receipt journal. Hal ini karena tidak semua perusahaan mempunyai sumber pemasukan dan pencatatan kas yang sama.
Dengan demikian format cash receipt journal bisa disesuaikan dengan tiap-tiap kebutuhan perusahaan. Dikutip dari Cara Mudah Mengenal, Memahami dan Mencintai Akuntansi oleh Siti Aisyah Siregar, umumnya format cash receipt journal ialah sebagai berikut.
Tanggal (date), yaitu tanggal transaksi yang dilakukan secara tunai oleh suatu perusahaan atau bisnis.
Keterangan (account credited), merupakan kolom dari transaksi yang dikreditkan. Umumnya berisi keterangan dari setiap judul akun penerimaan uang tunai.
Referensi (reference), yaitu referensi atau nominal akun di buku besar ketika mempublikasikan transaksi.
Kas (cash), komponen ini berguna untuk mencatat uang atau kas yang diterima oleh perusahaan berdasarkan tanggal transaksinya.
Diskon penjualan (discount), yaitu kolom yang berfungsi untuk mencatat diskon penjualan ke pelanggan ketika menerima uang tunai.
Penjualan (sales), untuk mencatat penjualan secara tunai berdasarkan tanggal transaksi.
Piutang (account receivable), merupakan kolom untuk mencatat pembayaran tunai dari konsumen karena piutang dagang (kredit)
Akun lain atau serba-serbi, berfungsi untuk mencatat kredit berbagai transaksi. Misalnya, penerimaan bunga, retur dengan pembelian tunai, dan akun-akun lain yang tidak mempunyai kolom khusus di jurnal penerimaan kas.
Itulah penjelasan mengenai cash receipt journal. Semoga bermanfaat.
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu cash receipt journal?

Apa itu cash receipt journal?
Cash receipt journal merupakan jurnal yang berfungsi untuk mencatat transaksi berupa penerimaan dana dari berbagai sumber.
Apa saja sumber cash receipt journal?

Apa saja sumber cash receipt journal?
Penjualan, modal dari pemilik usaha, penjualan aset bisnis, penerimaan bunga, penerimaan dividen, penerimaan sewa, pinjaman dari bank, individu, atau lainnya.
Apa saja format dari cash receipt journal?

Apa saja format dari cash receipt journal?
Tanggal, keterangan, referensi, debit (kas, potongan penjualan), kredit (piutang, penjualan, serba-serbi).
