Konten dari Pengguna

Cek Jadwal Keberangkatan Haji Berdasarkan Nomor Porsi Pakai Aplikasi Haji Pintar

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 6 menit

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cek Jadwal Keberangkatan Haji Berdasarkan Nomor Porsi. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cek Jadwal Keberangkatan Haji Berdasarkan Nomor Porsi. Foto: Unsplash.com

Ibadah haji merupakan Rukun Islam yang kelima. Meski diwajibkan bagi yang mampu, tak sedikit umat Islam yang berusaha untuk memenuhi panggilan ke baitullah. Bagi calon jemaah yang dikehendaki untuk menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat, mengetahui cara cek jadwal keberangkatan haji berdasarkan nomor porsi tentu dibutuhkan.

Mengutip dari indonesia.go.id, jumlah pendaftar tidak boleh melebihi jumlah kuota yang ditetapkan oleh Kementerian Agama tiap tahunnya. Jika ada yang sudah mendaftar namun kuota telah terpenuhi, maka akan didaftarkan untuk tahun keberangkatan selanjutnya.

Hal itu mengingat jumlah kuota jemaah haji yang berubah-ubah tiap tahun, penting untuk para pendaftar mengecek nomor porsi keberangkatan. Nomor porsi haji adalah nomor urut pendaftaran yang didapatkan jemaah ketika membayar setoran awal di bank penerima setoran guna pembiayaan atau ongkos naik haji.

Untuk mengetahui cara cek daftar tunggu haji lebih lanjut, berikut penjelasan selengkapnya.

Cara Cek Daftar Tunggu Haji Melalui Aplikasi Haji Pintar

Tiap-tiap calon jemaah dapat mengecek keberangkatan haji melalui aplikasi Haji Pintar. Haji Pintar adalah aplikasi mobile resmi seputar haji yang dibuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang memudahkan jemaah mendapatkan segala informasi terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Cara Cek Daftar Tunggu Haji Melalui Aplikasi Haji Pintar

Dengan aplikasi Haji Pintar jemaah bisa melakukan pendaftaran, jadwal keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Siapa pun dapat mengakses aplikasi ini tanpa perlu membuat akun. Adapun tata caranya yakni sebagai berikut.

  1. 1. Unduh Aplikasi Haji Pintar

    Langkah pertama, silakan unduh aplikasi Haji Pintar di Google Play Store atau App Store. Jika sudah terinstall, silakan buka aplikasi tersebut.

  2. 2. Pilih "Informasi Jamaah Haji"

    Karena tidak memerlukan pembuatan akun, pada tampilan utama aplikasi silakan pilih "Informasi Jemaah Haji" pada menu Pelayanan

  3. 3. Pilih "Estimasi Keberangkatan"

    Setelah masuk pada menu tersebut, silakan pilih "Estimasi Keberangkatan"

  4. 4. Masukkan Nomor Porsi Peserta

    Selanjutnya masukkan nomor porsi peserta yang terdiri dari sepuluh digit angka pada kolom yang tersedia. Lalu klik "Search"

  5. 5. Informasi Keberangkatan Ditampilkan

    Informasi keberangkatan akan terlihat yang terdiri dari Nomor Porsi, Nama, Kabupaten atau Kota, Provinsi, Kuota Provinsi/Kab/Kota/Khusus, dan Estimasi Keberangkatan.

Perlu diingat, jadwal yang muncul merupakan estimasi atau perkiraan yang dapat berubah sewaktu-waktu. Jemaah dapat memeriksa tiap tahunnya saat memasuki musim keberangkatan haji.

Cara Cek Daftar Tunggu Haji Melalui Website Kementerian Agama

Selain menggunakan aplikasi, jemaah juga bisa melakukan pengecekan estimasi keberangkatan dan daftar tunggu menggunakan situs resmi Kementerian Agama. Simak langkah-langkahnya.

  1. Buka website Kemenag di haji.kemenag.go.id

  2. Gulir ke bawah hingga menemukan kolom "Perkiraan Berangkat"

  3. Masukan nomor porsi haji di kolom yang tersedia. Nomor porsi haji tertera dalam bukti setoran awal BPIH sebanyak 10 digit angka.

  4. Kemudian klik "Cari".

  5. Informasi seputar daftar tunggu haji akan tertera setelah laman terbuka.

Setelah mengetahui beberapa langkah untuk mengecek keberangkatan haji melalui aplikasi dan laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, simak pembahasan terkait beberapa pertanyaan yang umum disampaikan calon jemaah haji berikut ini.

Ilustrasi mennaikan ibadah haji. Foto: Unsplash.com

Berapa lama waktu menunggu berangkat haji?

Dari tahun ke tahun, estimasi keberangkatan haji menjadi topik yang kerap dibicarakan oleh setiap calon jemaah. Hal itu mengingat banyaknya calon jemaah yang mendaftar haji dari berbagai daerah di Indonesia.

Ditambah dengan pelaksanaan haji yang sempat tertunda di tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi. Kondisi itu secara tak langsung meningkatkan jumlah calon peserta haji di tahun 2022. Tak hanya itu, masa tunggu keberangkatan haji tahun di tahun 2022 juga dipengaruhi oleh kebijakan kuota haji Indonesia yang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dikutip dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, estimasi waktu menunggu keberangkatan haji memiliki perbedaan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Untuk wilayah DKI Jakarta, estimasi keberangkatan haji untuk setiap calon jemaah, yakni 55 tahun dari waktu pendaftaran. Misalnya, seorang calon jemaah mendaftar haji di usia 25 tahun, maka kemungkinan ia berangkat haji di usia 80 tahun.

Sementara itu, estimasi keberangkatan haji tersingkat jatuh pada Kab. Maybrat,Provinsi Papua Barat dengan waktu tunggu 9 tahun saja. Sedangkan estimasi keberangkatan haji terlama jatuh pada Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dengan masa tunggu mencapai 97 tahun.

Untuk mengetahui estimasi keberangkatan haji wilayah masing-masing, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Kunjungi laman Kementerian Agama Republik Indonesia di https://haji.kemenag.go.id/v4/waiting-list melalui peramban ponsel maupun laptop dan komputer.

  2. Nantinya, akan muncul beberapa daerah beserta informasi detail terkait kuota calon jemaah haji, masa tunggu, dan beberapa informasi lainnya.

  3. Silakan mencari estimasi keberangkatan haji dari wilayah masing-masing yang terdapat pada daftar tersebut.

Biaya haji tahun 2022 berapa?

Menurut sumber yang sama, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2022 mencapai Rp81.747.844,04 per jemaah. Adapun biaya tersebut mencakup Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan komponen biaya lainnya.

Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2022 rata-rata sebesar Rp39.886.009. Biaya itu meliputi biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah, biaya hidup, dan biaya biaya visa.

Sementara itu, komponen biaya lainnya adalah biaya protokol kesehatan senilai Rp808.618,80 per jemaah, serta biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp41.053.216,24 per jemaah.

Ka'bah di Baitullah. Foto: Unsplash.com

Berapa usia minimal untuk berangkat haji?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kumparanNEWS dan laman Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menetapkan kebijakan terkait usia calon jemaah haji yang harus di bawah 65 tahun berdasarkan kalender Gregorian.

Artinya, tiap-tiap calon jemaah di bawah usia tersebut dapat berangkat haji jika masa tunggunya telah tiba. Tak hanya itu, calon jemaah juga diwajibkan memenuhi imunisasi lengkap dengan dosis dasar vaksin COVID-19 menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Sementara itu, usia minimal pendaftaran haji, yakni 12 tahun. Dengan demikian, apabila usia pendaftar di bawah ketentuan tersebut masih belum bisa mendaftar haji.

Apakah estimasi keberangkatan haji bisa berubah?

Sedikit catatan, perkiraan keberangkatan dapat berubah sesuai perubahan kuota provinsi/kab/kota/haji khusus dan perubahan regulasi. Perkiraan keberangkatan hanya dihitung untuk jemaah yang belum batal atau belum berangkat.

Selama masa operasional haji, dilakukan perubahan tahun awal menjadi tahun berikutnya untuk antisipasi jemaah yang akan berangkat. Selesai masa operasional, perkiraan berangkat semua jemaah dalam status poin keberangkatan dimulai dari musim haji berikutnya.

Jika nomor porsi jemaah mundur pada masa operasional haji, silakan cek kembali setelah masa operasional haji.

Baca Juga: Cara Cek Nomor Porsi Haji untuk Mengetahui Kuota dan Jadwal Keberangkatan

Fitur Aplikasi Haji Pintar

Tampilan ilustrasi aplikasi Haji Pintar. Foto: Google Play Store

Tentunya aplikasi Haji Pintar dikembangkan untuk memudahkan jemaah haji memperoleh informasi. Dengan adanya aplikasi ini, kerabat jemaah dapat turut membantu persiapan dan memantau jemaah haji saat berada di Tanah Suci. Adapun fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi haji antara lain.

1. Pembinaan Haji

Dalam fitur tersebut berisikan informasi manasik haji, doa-doa manasik haji dan umrah, serta jadwal lontar jumrah.

2. Layanan Dalam Negeri

Fitur ini berisi info mengenai pendaftaran, pembatalan, pelunasan, pelimpahan porsi, dokumen haji, rencana perjalanan haji, transportasi udara, asuransi, dan asrama haji.

3. Layanan Luar Negeri

Fitur ini berisi informasi akomodasi, konsumsi, transportasi, peta akomodasi, peta transportasi, dan peta Arafah dan Mina selama di Arab Saudi.

4. Umrah dan Haji Khusus

Masyarakat dapat menemukan daftar penyelenggara umrah (PPIU) atau travel ibadah umrah dan haji khusus yang memiliki izin resmi dari pemerintah hingga segala prosedur pelaksanaannya.

5. Informasi Jemaah Haji

Dengan menggunakan nomor porsi dan nomor paspor, jemaah dapat melihat informasi seputar estimasi tahun keberangkatan. Jemaah juga bisa melihat informasi keberangkatan kloter, informasi jemaah haji, informasi pembatalan, serta informasi pelunasan yang berisikan berapa bipih, jumlah kekurangan yang harus dibayarkan, dan status istithaah kesehatan jemaah haji.

6. Keuangan Haji

Pada fitur ini, jemaah dapat melihat semua informasi mengenai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) dan daftar nama bank penerima setoran bipih.

7. Video Tutorial

Jemaah dapat melihat video tutorial menarik mengenai akomodasi, konsumsi, transportasi selama perjalanan ibadah haji, serta penggunaan aplikasi Haji Pintar.

8 Fitur Hak dan Kewajiban Jemaah Haji

Bacalah bagian ini agar jemaah mengerti apa saja yang menjadi hak dan kewajiban jemaah haji.

Demikianlah tata cara cek jadwal keberangkatan haji berdasarkan nomor porsi. Selamat menunaikan ibadah haji, semoga para jemaah dapat menyiapkan dan melaksanakan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan sempurna sehingga meraih haji mabrur. Semoga bermanfaat!

(SRS & ANM)