Konten dari Pengguna

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) dalam Laporan Keuangan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh catatan atas laporan keuangan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Contoh catatan atas laporan keuangan. Foto: Unsplash

Ada beberapa jenis laporan keuangan yang perlu dibuat oleh manajemen suatu perusahaan. Salah satunya adalah catatan atas laporan keuangan (CaLK).

Oleh karena itu, contoh catatan atas laporan keuangan seringkali dibutuhkan untuk dijadikan referensi apabila ingin melakukan pencatatan keuangan pada periode tertentu.

Dalam sektor bisnis, catatan atas laporan keuangan sama dengan Notes to Financial Statement. Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui penjelasan dan contohnya dalam laporan keuangan.

Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan

Ilustrasi catatan atas laporan keuangan. Foto: Unsplash

Catatan atas laporan keuangan (CaLK) secara umum dapat didefinisikan sebagai penjelasan rinci atas elemen-elemen dalam laporan keuangan seperti neraca, laporan realisasi anggaran, maupun laporan arus kas.

Merujuk buku Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik oleh Freddy Semuel Kawatu, penyajian catatan atas laporan keuangan dimaksudkan untuk:

  1. Menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi antara pihak penyaji dengan pengguna laporan mengenai informasi keuangan yang disampaikan dalam laporan keuangan.

  2. Melengkapi informasi dalam laporan keuangan neraca. Laporan realisasi anggaran dan laporan arus kas yang bersifat garis besar, sehingga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bagi pengguna laporan.

  3. Mengungkapkan informasi penting yang berimplikasi pada kinerja keuangan pemerintah daerah sehingga memperbaiki transparansi dan akuntabilitas publik.

Baca juga: Contoh Laporan Keuangan Sederhana Lengkap dengan Penjelasannya

Struktur Catatan Atas Laporan Keuangan

Ilustrasi catatan atas laporan keuangan. Foto: Unsplash

Dalam pembuatannya, catatan atas laporan keuangan harus sesuai dengan strukturnya. Berikut sistematika struktur atas catatan atas laporan keuangan seperti dikutip dari buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1 September 2007 oleh Iai:

1. Harus disajikan secara sistematis

Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan harus mengungkapkan:

  1. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;

  2. Informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas;

  3. Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.

2. Harus meliputi penjelasan naratif

Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah ang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan kuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen.

Catatan atas laporan keuangan juga mencakup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam PSAK serta pengungkapan-pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

3. Harus disajikan secara urut

Dalam rangka membantu pengguna laporan memahami laporan keuangan dan membandingkannya dengan laporan keuangan perusahaan lain, catatan atas laporan keuangan umumnya disajikan dengan urutan sebagai berikut:

  1. Pengungkapan mengenai dasar pengukuran dan kebijakan akuntansi yang diterapkan;

  2. Informasi pendukung pos-pos laporan keuangan sesuai urutan sebagaimana pos-pos tersebut disajikan dalam laporan keuangan dan urutan penyajian komponen laporan keuangan;

  3. Pengungkapan lain termasuk kontinjensi, komitmen, dan pengungkapan keuangan lainnya serta pengungkapan yang bersifat non-keuangan.

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan

Berikut contoh catatan atas laporan keuangan yang dituliskan dalam buku Praktikum Pengantar Akuntansi Dengan Case Study & Problem Based Learning oleh Choms Gary GT Sibarani, dkk.

Contoh catatan atas laporan keuangan. Foto: Buku Praktikum Pengantar Akuntansi Dengan Case Study & Problem Based Learning oleh Choms Gary GT Sibarani, dkk.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan catatan atas laporan keuangan?

chevron-down

Catatan atas laporan keuangan (CaLK) secara umum dapat didefinisikan sebagai penjelasan rinci atas elemen-elemen dalam laporan keuangan seperti neraca, laporan realisasi anggaran, maupun laporan arus kas.

Apa tujuan penyajian catatan atas laporan keuangan?

chevron-down

Salah satu tujuan penyajian catatan atas laporan keuangan adalaah untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi antara pihak penyaji dengan pengguna laporan mengenai informasi keuangan yang disampaikan dalam laporan keuangan.

Bagaimana cara membuat CaLK yang benar?

chevron-down

Pembuatan catatan atas laporan keuangan harus sesuai dengan strukturnya, yaitu harus disajikan secara sistematis, naratif, dan urut.