Konten dari Pengguna

Contoh Distribusi Tidak Langsung, Definisi, dan Kelebihannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Distribusi Tidak Langsung. Foto: Unsplash.com/Ivana Cajina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Distribusi Tidak Langsung. Foto: Unsplash.com/Ivana Cajina

Contoh distribusi tidak langsung adalah agen gas elpiji (LPG) yang menjual gas dalam ukuran tertentu ke masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk mengetahui contoh lainnya dari distribusi tidak langsung, simak terlebih dulu pengertian beserta kelebihan maupun kekurangannya di artikel Berita Bisnis berikut.

Daftar isi

Pengertian Distribusi Tidak Langsung

Ilustrasi Contoh Distribusi Tidak Langsung. Foto: Pexels.com/Rafael Guimarães

Mengutip thebusinessprofessor.com, distribusi langsung merupakan penjualan dan transfer produk dari produsen ke grosir dan atau pengecer yang kemudian ke konsumen.

Sederhananya, distribusi tak langsung merupakan proses menyalurkan barang dengan menambah perantara di antara produsen ke pelanggan akhir atau konsumen akhir.

Merujuk investopedia.com, distribusi tidak langsung membebaskan produsen dari biaya dan tanggung jawab awal tertentu yang dapat memangkas waktu untuk menjalankan bisnis.

Dengan hubungan perantara yang tepat, saluran distribusi tak langsung bisa lebih mudah dikelola daripada saluran distribusi langsung. Hal ini dapat memberikan dukungan dan keahlian distribusi yang mungkin tidak dimiliki perusahaan.

Namun, distribusi tak langsung juga dapat menambah lapisan biaya dan birokrasi baru yang dapat meningkatkan biaya bagi konsumen, memperlambat pengiriman, dan mengambil kendali dari tangan produsen.

Kelebihan dan Kekurangan Distribusi Tidak Langsung

Ilustrasi Contoh Distribusi Tidak Langsung. Foto: Pexels.com/Nyomanalex Candra

Mengutip smallbusinessresources.wf.com, dengan distribusi tidak langsung bisnis kecil dapat menjual secara grosir ke agen atau pengecer sehingga mereka dapat mendistribusikan produk untuk konsumennya. Namun, terdapat sisi positif dan negatifnya, yakni:

1. Kelebihan

Agen distribusi mengkhususkan diri untuk memasukkan produk ke sebanyak mungkin pasar dan pengecer mengetahui pasar lokal mereka dan cara terbaik untuk menjual produk.

2. Kekurangan

Agen distribusi dan pengecer akan berbagi keuntungan dengan produsen utama dan pengecer dapat menjual produk pesaing di samping produk produsen utama.

Contoh Distribusi Tidak Langsung

Ilustrasi Contoh Distribusi Tidak Langsung. Foto: Pexels.com/Clem Onojeghuo

Berikut beberapa contoh kegiatan distribusi tidak langsung:

  1. Anna membeli gas elpiji 3 kg ke agen elpiji terdekat dari rumahnya. Agen elpiji bertindak sebagai perantara yang menjual produk PT Pertamina ke konsumen secara langsung.

  2. Robi membeli bensin eceran 1 liter dalam botol di pinggir jalan. Penjual bensin eceran 1 liter ini bertindak sebagai pengantara.

  3. Dian membeli 1/4 minyak eceran dalam plastik dari pedagang minyak keliling yang ada di lingkungannya. Pedagang minyak eceran ini juga sebagai pengantara yang menjual minyak langsung ke konsumen.

  4. Andi membeli telur 1 kg di warung dekat rumahnya. Penjual telur adalah perantara dari telur yang dihasilkan produsen utama yang ada di Jawa Barat.

(MQ)

Frequently Asked Question Section

Apa saja kelemahan distribusi tidak langsung bagi konsumen?

chevron-down

Meningkatkan biaya bagi konsumen, memperlambat pengiriman, dan lainnya.

Apa keuntungan distribus tidak langsung bagi produsen?

chevron-down

Produsen bebas dari biaya dan tanggung jawab awal tertentu.

Apa itu distribusi tidak langsung?

chevron-down

Proses menyalurkan barang dengan menambah perantara di antara produsen ke pelanggan akhir atau konsumen akhir.