Konten dari Pengguna

Contoh Executive Summary Bisnis: Pengertian dan Tips Penulisannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh executive summary. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh executive summary. Foto: Shutter Stock

Executive summary atau ringkasan eksekutif berisi seputar ringkasan rencana bisnis yang akan dijalankan. Berikut ini adalah pengertian dan contoh executive summary.

Fungsi dari executive summary cukup penting bagi pengenalan atau pemasaran perusahaan, misalnya pengenalan bisnis kepada investor agar tertarik untuk berinvestasi di perusahaan yang dimiliki. Executive summary tidak sama dengan perencanaan bisnis (business plan). Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.

Sebagaimana dikutip dari laman situs Bplans, executive summary merupakan suatu ringkasan terkait perencanaan bisnis yang ingin kamu utarakan kepada orang lain. Bisa dikatakan bahwa ringkasan eksekutif ini merupakan poin-poin penting yang ingin ditonjolkan dari business plan.

Berdasarkan laman Corporate Finance Insitute, tujuan utama dari dibuatnya excutive summary adalah untuk meringkas rencana bisnis agar terlihat lebih singkat dan cepat untuk dipahami.

Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Penulisan Executive Summary

Meskipun disebut sebagai ringkasan, tetapi dalam executive summary terdapat beberapa hal penting yang perlu dicantumkan agar investor lebih tertarik untuk menjadi pemodal bisnis kamu. Hal-hal penting tersebut antara lain:

1. Tentang Perusahaan

Dalam executive summary, kamu perlu mencantumkan deskripsi perusahaan. Seperti nama, produk, lokasi, dan visi misi perusahaan, manajemen, dan lain sebagainya secara singkat, padat, dan jelas.

2. Menyediakan Solusi

Apabila sudah menjelaskan apa permasalahan calon customer yang sudah diidentifikasi dengan baik, selanjutnya tentu saja adalah menjelaskan solusi dari setiap permasalahan dari customer nantinya. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, produk kamu harus bisa menjadi solusi dari permasalahan customer.

3. Menjelaskan Tim

Dalam suatu produksi, sudah pasti ada tim di baliknya. Tim yang kompeten dan mumpuni akan menghasilkan produk yang baik. Sehingga, kamu perlu memiliki tim seperti demikian dan menjelaskannya secara terang dalam executive summary.

4. Segmentasi Pasar

Kamu perlu merincikan segmentasi pasar dari bisnis kamu dengan jelas dalam executive summary. Sejauh ini terdapat dua model utama dalam bisnis, yaitu bisnis yang didorong pasar (market driven) dan bisnis yang mendorong pasar (market driver).

5. Pesaing atau Kompetitor

Suatu bisnis yang baik perlu mengenali siapa saja pesaing atau kompetitornya. Kamu perlu melakukan riset mendalam untuk menentukan siapa saja kompetitor bisnis kamu yang tepat. Selanjutnya kenali dan pahami kelemahan-kelemahan yang dimiliki pesaing tersebut. Hal ini akan membuat bisnis kamu terlihat lebih siap dan terencana.

6. Keuangan

Keuangan merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh investor. Jika keuangan perusahaan kamu tidak jelas dan pengelolaannya tidak baik, tentu saja investor akan ragu untuk menaruh modal yang dimiliki ke bisnis kamu.

7. Pencapaian (Traction) atau Target Penjualan

Dalam executive summary, menuliskan pencapaian yang telah perusahaan kamu raih dapat menjadi pendukung. Sebaiknya, kamu memiliki purwarupa dari bisnismu. Jika kamu menjalankan pemasaran digital, sebaiknya kamu memiliki fanbase, subscribers, atau jumlah pengunjung website bisnis kamu.

Ilustrasi contoh executive summary. Foto: Pexels

Contoh Executive Summary

Ayam Geprek termasuk jenis kuliner yang digemari masyarakat indonesia. Potongan ayam yang crispy yang disajikan dengan sambal rawit yang pedas menjadi pilihan makanan favorit di masyarakat. Ayam yang digoreng dengan tepung menghasilkan ayam goreng kriuk saat digigit.

Usaha kuliner ini ingin dibangun dengan melibatkan kerja sama dari pihak lain yang memiliki visi dan misi yang sama. Pendirian usaha ini perlu pertimbangan dari berbagai aspek, di antaranya yaitu bahan baku yang mudah didapatkan, harga-harganya relatif murah dan menjadi salah satu makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat.

A. Profil Perusahaan

Nama Perusahaan : Ayam Geprek Sambal Maknyus

Bidang Usaha : Makanan

Jenis Produk : Makanan

Alamat Perusahaan : Jl. Halim Perdana Kusuma No. 59

No.Telp : 0812-8899-7654

Email : Ayamgepreksambalmaknyus@gmail.com

Website : https://ayamgepreksambalmaknyus.com

Mulai dari : 2016

B. Komoditi yang Diproduksi

Ayam Geprek Sambal Maknyus adalah usaha kuliner yang menyajikan ayam geprek crispy dengan aneka pilihan sambal. Kami memilih jenis usaha ini karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kami dalam mengembangkan usaha.

Bahan dasar yang kami pilih pun merupakan komoditi yang berkualitas sehingga dapat dipastikan akan menghasilkan cita rasa tinggi dan mampu mendominasi pasaran karena disesuaikan dengan permintaan atau tren yang sedang berkembang saat ini.

C. Penjualan

Penjualan Ayam Geprek per hari :

Penjualan : 150 potong

Harga per satuan : Rp15.000

Total penjualan : 150 x 15.000 = 2.250.000

D. Prospek Pengembangan Usaha

Usaha Ayam Geprek Sambal Maknyus memiliki prospek cerah di masa depan karena salah satu makanan yang diminati oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau dan ekonomis. Hal ini dikarenakan dengan harga murah maka produk mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat sebab ayam geprek yang kami jual memiliki banyak varian sambal sehingga konsumen dapat mencoba semua pilihan rasanya dan tidak bosan dengan menu yang disajikan.

E. Proyeksi atau Nilai Target Penjualan

Dengan analisis Break Event Point (BEP), perhitungan modal bisa kembali diperkirakan akan terjadi dalam 2 kali penjualan :

Total biaya ayam : Rp 1.950.000,-

Produksi ayam : 150

Harga : Rp15.000/potong

Dalam 2 kali penjualan :

Total biaya : Rp 3.900.000,-

Produksi ayam : 150 x 2 = 300 biji

Harga ayam : Rp15.000/potong

Harga minimal semua produk = Total biaya pengeluaran/ jumlah produksi barang

= Rp 1.950.000/150

= Rp13.000

Dengan begitu disimpulkan harga penjualan produk untuk mencapai titik impas yakni Rp13.000,-

Di mana,

Jumlah minimal = total biaya keluar / harga per biji

= Rp 3.900.000 / Rp15.000

= 260

Jadi, untuk mencapai titik balik modal perlu penjualan sebanyak 260 buah untuk dua kali penjualan.

Demikianlah ulasan dan contoh executive summary. Semoga artikel ini dapat membantu dalam pengembangan bisnis kamu, ya!

(SRS)