Contoh Kegiatan Produksi dengan Menggunakan Faktor Produksi Asli

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor produksi asli merupakan salah satu jenis dari berbagai faktor penting dalam suatu bisnis produksi. Tanpa faktor produksi asli, suatu kegiatan produksi tidak akan dapat berjalan lancar, atau bahkan tidak akan mencapai bentuk akhirnya.
Mengutip laman Investopedia, faktor produksi adalah input yang dibutuhkan untuk bisa memproduksi barang atau jasa. Beberapa input tersebut antara lain tenaga kerja, alam, modal, dan kewirausahaan.
Dari keempat input tersebut, hanya tenaga kerja dan alam yang termasuk bagian dari faktor produksi. Jadi, faktor produksi adalah semua unsur yang menopang suatu bisnis usaha, baik itu penciptaan nilai ataupun memperbesar nilai barang.
Lantas, apa saja contoh kegiatan produksi dengan menggunakan faktor produksi asli? Untuk mengetahui jawabannya, simak uraian di bawah ini.
Contoh Faktor Produksi Asli
Kegiatan produksi dengan menggunakan faktor produksi asli dapat dibedakan berdasarkan inputnya, yaitu alam dan tenaga kerja. Mengutip buku Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X oleh Supriyanto dan Ali Muhson, contoh kegiatan produksi dengan menggunakan faktor produksi asli adalah sebagai berikut.
1. Faktor produksi alam
Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam. Contoh faktor produksi alam, yaitu air, udara, tanah, sinar matahari, barang tambang, tumbuhan, binatang, dan lain sebagainya.
2. Faktor produksi tenaga kerja
Faktor ini adalah segala kegiatan manusia, baik jasmani maupun rohani, yang dapat digunakan dalam produksi. Secara garis besar, faktor produksi tenaga kerja dibagi ke dalam dua bagian, antara lain sebagai berikut.
1. Tenaga kerja rohaniah
Tenaga kerja ini lebih banyak menggunakan pikiran daripada kekuatan fisik. Tenaga kerja rohaniah dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu:
Managerial skill (keterampilan mengelola), yaitu tenaga kerja yang memiliki kemampuan mengelola segala sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, human resourse development (HRD), arsipir, dan lain-lain.
Technological skill (keterampilan teknologi), yaitu tenaga kerja yang memiliki kemampuan menggunakan dan menerapkan teknologi dalam produksi. Contohnya seperti web developer, UI/UX designer, programmer, dan lain sebagainya.
Organizational skill (keterampilan organisasi), yaitu tenaga kerja yang memiliki kemampuan membagi tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan produksi. Contoh profesinya adalah project manager.
2. Tenaga kerja jasmaniah
Tenaga kerja ini lebih banyak menggunakan kekuatan fisik dalam melakukan produksi. Tenaga kerja jasmaniah dibedakan ke dalam tiga bagian, antara lain:
Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus. Contohnya seperti dokter, insinyur, ahli hukum, dan akuntan.
Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memerlukan latihan terlebih dahulu sebelum melakukan produksi. Contoh tenaga kerja terlatih adalah montir, tukang listrik, supir, dan koki.
Tenaga kerja tidak terdidik, yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau latihan dalam melakukan produksi. Contoh dari tenaga kerja ini adalah kuli, tukang sapu jalanan, penjaga sekolah, dan pemulung.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan faktor produksi?

Apa yang dimaksud dengan faktor produksi?
Faktor produksi adalah input yang dibutuhkan untuk bisa memproduksi barang atau jasa.
Apa saja input dalam faktor produksi?

Apa saja input dalam faktor produksi?
Input dalam faktor produksi antara lain tenaga kerja, alam, modal, dan kewirausahaan.
Apa yang dimaksud dengan produksi asli?

Apa yang dimaksud dengan produksi asli?
Faktor produksi adalah semua unsur yang menopang suatu bisnis usaha, baik itu penciptaan nilai ataupun memperbesar nilai barang.
