Contoh Penerapan Fungsi Actuating dalam Manajemen Usaha

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi actuating (pengarahan) dalam manajemen usaha adalah suatu tindakan untuk mengusahakan semua anggota kelompok agar berusaha mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi atau perusahaan.
Dikutip dari buku Kewirausahaan Era Society 5.0 oleh Supriyati, dkk, fungsi actuating dapat diartikan sebagai menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.
Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu memberikan perintah atau pengaruh. Agar semakin paham, simak contoh penerapan fungsi actuating dalam manajemen usaha dan info lainnya di bawah ini.
Cara Menerapkan Fungsi Actuating dalam Manajemen Usaha
Telah disinggung sebelumnya, cara menerapkan fungsi actuating dalam manajemen usaha di suatu perusahaan bisa dilakukan dengan memberikan perintah atau pengaruh. Berikut penjelasannya.
1. Perintah
Perintah dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki wewenang. Karena wewenang yang telah menjadi mandat tersebut, seseorang memiliki kuasa untuk memerintahkan orang lain guna melaksanakan sesuatu.
2. Pengaruh
Menggerakkan seseorang dengan pengaruh dilakukan dengan membangun kesadaran dan keinginan dari dalam diri anggota organisasi agar mereka secara sukarela mau melakukan sesuatu.
Baca juga: Pengertian dan Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli
Contoh Penerapan Fungsi Actuating dalam Manajemen Usaha
Menurut Suhardi dalam buku Manajemen Kepemimpinan Pendidikan Kontemporer, pengarahan pekerjaan merupakan aspek terpenting dalam fungsi manajemen karena merupakan usaha atau pengupayaan berbagai jenis tindakan itu sendiri.
Adapun tujuannya agar semua anggota tim baik bawahan maupun atasan berusaha mencapai target atau sasaran perusahaan sesuai dengan rencana yang telah disepakati.
Muklis Kanto dan Dr. Patta Rapanna menerangkan dalam buku Filsafat Manajemen, contoh penerapan fungsi actuating dalam manajemen usaha adalah ketika suatu perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh laba sebesar-besarnya.
Namun, orang-orang yang bekeria di perusahaan itu juga punya tujuan yang bersifat individu, seperti ingin sejahtera, ingin dianggap penting, ingin mewujudkan cita-cita, dan sebagainya.
Agar perusahaan itu bisa survive, maka pimpinannya harus dapat mensingkronkan tujuan organisasi (perusahaan) dengan tujuan-tujuan dari setiap individu yang ada di dalamnya.
Dalam melakukan fungsi manajemen actuating (penggerakan), maka harus dipahami bahwa dalam sebuah organisasi harus terdapat singkronisasi antara tujuan organisasi sebagai keseluruhan dengan tujuan pribadi anggota organisasi.
Sukses tidaknya pimpinan organisasi dalam melaksanakan fungsi actuating, sangat tergantung dari kemampuan pimpinan mensingkronkan tujuan tersebut. Pemimpin harus memahami motif para bawahan yang bergabung dalam organisasi, baik yang bersifat materil ataupun nonmateril.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu fungsi actuating dalam manajemen usaha?

Apa itu fungsi actuating dalam manajemen usaha?
Fungsi actuating (pengarahan) dalam manajemen usaha adalah suatu tindakan untuk mengusahakan semua anggota kelompok agar berusaha mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi atau perusahaan.
Apa tujuan dari fungsi actuating dalam manajemen usaha?

Apa tujuan dari fungsi actuating dalam manajemen usaha?
Tujuan fungsi actuating adalah agar semua anggota tim baik bawahan maupun atasan berusaha mencapai target atau sasaran perusahaan sesuai dengan rencana yang telah disepakati.
Kegiatan apa saja yang dilakukan pada fungsi actuating?

Kegiatan apa saja yang dilakukan pada fungsi actuating?
Penerapan fungsi actuating dalam manajemen usaha di suatu perusahaan bisa dilakukan dengan memberikan perintah atau pengaruh.
