Konten dari Pengguna

Contoh Proposal Usaha Makanan yang Baik dan Benar

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menulis Proposal Usaha Makanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menulis Proposal Usaha Makanan. Foto: Pexels

Proposal merupakan rencana kerja yang disusun sistematis untuk mengusulkan kegiatan formal. Proposal juga bisa diartikan sebagai tulisan yang dibuat untuk menjabarkan sebuah tujuan kepada pembaca, sehingga mereka memahami tujuan penulis dengan jelas.

Adapun fungsi proposal secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.

  2. Untuk menggelar seminar, diskusi, hingga pelatihan.

  3. Untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan ekonomi, politik, sosial, agama, budaya, dan sebagainya.

  4. Untuk mengajukan kredit kepada bank.

  5. Untuk mengajukan tender dari lembaga pemerintah atau swasta.

Jenis-jenis proposal

Adapun jenis-jenis proposal yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

1. Proposal Bisnis

Proposal bisnis dikaitkan dengan dunia usaha atau bisnis, baik perseorangan atau kelompok. Contoh: Proposal pengajuan iklan, sponsorship, dan pendirian usaha makanan atau usaha lain.

2. Proposal Kegiatan

Proposal ini dibuat untuk mengajukan rencana kegiatan, baik bersifat individu atau kelompok. Contoh: Proposal seminar, bazar, lomba, dan pelatihan.

3. Proposal Penelitian

Proposal penelitian adalah proposal yang diperlukan di bidang akademisi. Contoh: Proposal skripsi, tesis, dan disertasi.

4. Proposal Proyek

Proposal proyek biasanya memuat rangkaian rencana bisnis yang sifatnya komersial. Contoh: Proposal untuk mengajukan dana kepada lembaga donor.

Urutan kerangka proposal

Proposal tersusun dari sejumlah kerangka sistematis. Berikut adalah kerangka proposal yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia tulisan Nani Darmayanti dan Nurul Hidayati (2006):

1. Dasar Pemikiran

Dasar pemikiran memuat pokok pemikiran yang menjelaskan kepentingan kegiatan yang hendak diselenggarakan.

2. Jenis Kegiatan

Pada bagian ini, penulis menjelaskan jenis kegiatan yang hendak digelar dengan jelas.

3. Tema Kegiatan

Bagian ini memuat tema yang digunakan dalam kegiatan.

4. Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan harus dipaparkan dengan jelas agar dipahami dengan mudah oleh pembaca.

5. Peserta Kegiatan

Peserta atau sasaran kegiatan harus dijabarkan dengan rinci dalam proposal, mulai dari jumlah, rentang usia, dan lainnya.

6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu dan tempat pelaksanaan harus dipaparkan dengan rinci dalam proposal.

7. Susunan Kepanitiaan

Penyusun proposal harus menyaring kualifikasi dan bobot panitia pelaksanaan kegiatan. Karena itulah, bagian ini harus disertakan dalam proposal.

8. Anggaran Biaya

Anggaran biaya menjadi salah satu bagian yang penting dalam proposal. Bagian ini harus ditulis secara logis dan realistis. Penulis juga harus mempertimbangkan keseimbangan pengeluaran dan penghasilan.

Contoh proposal makanan

Ilustrasi Makanan. Foto: Pexels

Kuliner Keripik Pedas Gurih

Nama Usaha : Keripik Pedas Gurih

Pemilik Usaha : Dulatif

Lokasi Usaha : Jl. Kuliner No. 2 Bandung, Jawa Barat

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Keripik Pedas Gurih merupakan sebuah usaha di bidang kuliner yang sudah berdiri sejak tahun 1997. Usaha tersebut pertama kali dibuat oleh Dulatif.

Keripik Pedas Gurih memproduksi aneka kue dengan sentuhan modern yang sangat cocok dengan lidah konsumen di Indonesia, terutama bagi kalangan anak remaja.

1.2 Visi Usaha

Menjadi salah satu kuliner yang populer bagi setiap orang.

1.3 Misi Usaha

  • Membuka gerai Keripik Pedas Gurih pada banyak tempat agar mudah dijangkau bagi setiap orang.

  • Menawarkan harga yang kompetitif sehingga setiap orang bisa menikmatinya dengan mudah.

Pembahasan

2.1 Profil Makanan

Keripik Pedas Gurih menawarkan aneka jajanan dan kue manis dengan harga yang sangat bersaing, yakni mulai dari Rp5.000 per bungkusnya. Pilihan rasa yang beragam membuat siapa saja menjadi lebih mudah untuk membelinya sesuai dengan selera.

2.2 Strategi

  • Menyasar segmentasi kuliner bagi kalangan remaja dan dewasa.

  • Segmentasi harga bagi kalangan menengah ke atas.

  • Membuka outlet pada tempat yang berada di dekat sekolah atau kampus.

Manajemen Produksi

3.1 Proses Produksi

Keripik Pedas Gurih diproduksi dengan cara yang bersih dan halal untuk menjamin makanan dalam kondisi yang higienis dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi.

3.2 Bahan Baku

Keripik Pedas Gurih menggunakan bahan baku yang dibuat secara bersih dan memanfaatkan produk-produk lokal untuk memajukan usaha lokal yang ada.

3.3 Peralatan

Peralatan yang digunakan oleh Keripik Pedas Gurih selalu terjaga kebersihannya dan secara berkala akan dilakukan pemeriksaan kelayakan guna dari peralatan yang dipakai.

Anggaran

4.1 Modal Usaha

Keripik Pedas Gurih mengeluarkan modal usaha sebesar Rp15.000.000 untuk melakukan pembelian mulai dari bahan hingga peralatan yang ada.

Keripik Pedas Gurih masih membutuhkan modal sekitar Rp10.000.000 untuk membuka sebuah outlet baru yang terbuat dari tenda sederhana dan dilengkapi dengan meja untuk menjajakan produknya.

4.2 Harga Jual

Produk yang dijual oleh Keripik Pedas Gurih akan dijual dengan harga mulai dari Rp5.000 dan di dalamnya akan mendapatkan keuntungan sebesar 50% dari nilai jual produknya.

4.3 Pembagian Keuntungan

Investor akan mendapatkan pembagian keuntungan sebesar 20% dari keuntungan yang didapatkan dalam setiap penjualan Keripik Pedas Gurih setiap harinya.

Penutup

Demikian proposal usaha dari Keripik Pedas Gurih, semoga investor berminat untuk bisa memberikan bantuan modal dan akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan Keripik Pedas Gurih. Terima kasih atas perhatiannya.

(AAG)