Contoh Surat Jual Beli, Pengertian, dan Penyebab Berakhirnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Jual Beli merupakan surat persetujuan yang dibutuhkan dalam transaksi jual-beli agar pelaksanaannya sah di mata hukum maupun dari kedua belah pihak.
Surat Jual Beli mencakup harga yang disahkan, cara pembayaran, larangan bagi kedua pihak, jaminan, saksi, dan lain sebagainya. Pada artikel ini, Berita Bisnis akan memberikan informasi mengenai jual beli dan contoh surat jual beli. Jadi, silakan disimak, ya.
Pengertian Surat Jual Beli
Menurut Pasal 1457 KUH Perdata, jual beli adalah suatu persetujuan ketika pihak satu mengingatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan dan pihak lain mengingatkan dirinya untuk membayar dengan harga yang sudah dijanjikan.
Perjanjian mengenai jual beli adalah perjanjian timbal balik yang tiap-tiap pihak memiliki hak dan kewajiban dari perjanjian tersebut. Tujuan jual beli pada hakikatnya penyerahaan hak milik dari penjual ke pembeli dengan memanfaatkan alat pembayaran yang sah.
Untuk itu, Surat Jual Beli ialah surat perjanjian atau persetujuan bagi kedua belah pihak untuk mengikatkan dirinya pada hak dan kewajiban yang telah disepakati.
Macam Penyerahan Hak Milik dalam Jual Beli
Mengutip buku Aneka Perjanjian oleh Subekti, macam penyerahan hak milik adalah sebagai berikut:
1. Barang Tidak Bergerak
Kegiatan penyerahan barang tidak bergerak ini dinamakan Balik Nama. Barang tidak bergerak adalah barang yang melekat di atas tanah, seperti gedung, rumah, pablik, pohon, atau hal lainnya.
Jika ada kecacatan, pembeli memiliki batas waktu untuk menuntut cacat tersembunyi, yaitu tiga bulan dihitung sejak barang diterima pembeli.
2. Barang Bergerak
Untuk barang bergerak cukup dengan penyerahan kekuasaan atas barang itu. Namun demikian ada yang berpendapat bahwa dalam penyerahan benda bergerak, penyerahan nyata dan penyerahan yuridis jatuh secara bersamaan.
Barang yang bergerak, seperti mobil, hewan ternak, meja, kursi, kendaraan, dan alat elektronik.
Penyebab Berakhirnya Jual Beli
Merujuk pada skripsi Syarat Sahnya Perjanjian Jual Beli melalui Media Internet yang Dilakukan oleh Anak di Bawah Umur oleh Pancasakti, jika ada transaksi jual beli dalam suatu surat jual-beli, kegiatan jual beli akan berakhir apabila:
Ditentukan dalam perjanjian oleh pihak yang terlibat
Penentuan batas waktu berlakunya perjanjian oleh Undang-Undang
Kesepakatan terkait berakhirnya perjanjian karena peristiwa tertentu yang dinyatakan pihak terkait atau undang-undang.
Penghentian perjanjian yang dinyatakan kedua belah pihak dalam bentuk pernyataan
Penghentian karena putusan hakim
Tujuan dari perjanjian tercapai
Persetujuan dari para pihak dapat menghapus kesepakatan batas waktu.
Contoh Surat Jual Beli
Berikut contoh dari surat jual beli dan isinya yang diakses melalui laman law.uii.ac.id:
Halaman 1 berisi informasi pihak dan detail lokasi, tempat, waktu dari transaksi.
Halaman 2 dan Halaman 3 berisi Pasal-Pasal dengan Pengisian sesuai kesepakatan
Halaman 3 dan Halaman 4 berisi lanjutan pasal-pasal yang disepakati dan penandatanganan.
Demikian pembahasan seputar jual beli dan contoh surat jual beli. Semoga bermanfaat!
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan jual beli?

Apa yang dimaksud dengan jual beli?
Jual beli adalah suatu persetujuan ketika pihak satu mengingatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan dan pihak lain mengingatkan dirinya untuk membayar dengan harga yang sudah dijanjikan.
Mengapa diperlukan Surat Jual Beli?

Mengapa diperlukan Surat Jual Beli?
Surat Jual Beli diperlukan agar kegiatan atau usaha jual-beli antara kedua belah pihak sah di mata hukum dan tak menimbulkan kesalahpahaman antara para pihak.
Apa yang menyebabkan kegiatan jual beli akan berakhir?

Apa yang menyebabkan kegiatan jual beli akan berakhir?
Ditentukan dalam perjanjian oleh pihak yang terlibat, penentuan batas waktu berlakunya perjanjian oleh Undang-Undang, dan lainnya.
